Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Fotografi Mengabadikan Momen Sebelum Menjadi Masa Lalu


Seni mengabadikan momen, itu adalah salah satu definisi yang paling tepat, menurut saya, tentang apa itu fotografi. Mungkin ada banyak yang lebih menyukai definisi lainnya, seperti 'melukis dengan cahaya', tetapi dalam pandangan saya, sang penggemar fotografi, arti fotografi yang pertama lebih mengena.

Berrnice Abbot, seorang fotografer wanita asal Amerika Serikat pernah berkata :

'Photography can only represent the present. Once photographed, the subject becomes part of the past'

(Fotografi hanya bisa mewakili masa kini. Setelah diabadikan, subyek menjadi bagian dari masa lalu)

Kutipan dari sang fotografer awal abad ke-20 ini mengibaratkan bahwa kehidupan manusia bagaikan rangkaian trilyunan slide foto yang terus berjalan. Tidak ada jalan mundur alias kemungkinan diputar ulang.

Semuanya akan terus berjalan maju.

Ketika seseorang menggunakan kameranya untuk merekam sesuatu, maka ia sebenarnya sedang merekam sebuah momen dan bagian dari kehidupan itu sendiri.

Sepotong. Hanya sepotong, tidak lebih.

Momen itu akan terekam dalam bentuk gambar atau foto yang bisa terlihat.

Bagaimana cara dan tehniknya, itu adalah hal terpisah, tetapi fotografi memang dilahirkan untuk menangkap momen-momen dalam kehidupan yang dianggap penting dan bermakna oleh manusia.

Momen-momen yang hendak direkam oleh kamera bisa berupa peristiwa-peristiwa bahagia, sedih, senang, marah, takjub dan lain sebagainya.

Sesuatu yang dianggap berharga oleh manusia.

Berharga karena mereka tahu bahwa momen-momen ini tidak akan pernah terulang kembali. Semua hanya terjadi satu kali dalam hidup manusia. Sangat jarang sebuah momen akan terulang kembali.

Itulah mengapa Berenice Abbot mengatakan demikian. Hal itu karena ia sangat menyadari bahwa kehidupan manusia tidak akan berputar ke masa lalu.

Itulah mengapa saya berpikir, fotografi adalah tentang mengabadikan momen dibandingkan melukis dengan cahaya.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?