Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Rule Of Thirds , Tehnik Sederhana Menempatkan Obyek Dalam Foto


Grid Lines itu nama fitur ini di berbagai smartphone atau kamera. Sebuah nama sederhana yang membuat fitur ini sering diabaikan oleh para pengguna kamera smartphone. Bahkan tidak jarang yang menganggapnya sebagai sebuah gangguan pada saat memotret. Padahal, kalau mereka mengetahui fungsi sebenarnya, garis-garis ini mewakili sebuah konsep yang sangat vital dalam fotografi, yaitu Rules of Thirds atau Aturan Sepertiga.

Betul sekali, garis-garis ini sangat penting bagi seorang fotografer, baik profesional, amatir, atau bahkan sekedar penghobi.

Kalau Anda tanyakan makna dari Grid Lines ini pada mereka, hampir pasti mereka akan menganggukkan kepala dan menjelaskan kepada Anda betapa 9 kotak ini bermakna lebih dari hanya sekedar garis-garis pengganggu.

Apa itu Rule Of Thirds atau Aturan Sepertiga?

Nama Rule of Thirds sendiri berasal dari ke-9 kotak yang sama besarnya itu. Meskipun demikian, bukan kotaknya yang menjadikannya penting, tetapi garis-garis dan 4 buah sudut di tengah itu yang memegang peranan utama.

Sekarang perhatikan sebuah foto di bawah ini.


Cobalah Anda perhatikan dimana posisi obyek yang menjadi fokus dan tema utama dalam foto di atas. Tidak susah kok karena saya sudah memberikan beberapa kotak tambahan berwarna putih agar mata Anda bisa dengan segera menemukannya.

Ya, betul sekali. Fokus utama foto di atas adalah sebuah bunga kamboja, yang bukan berasal dari negara Kamboja, berwarna pink.

Letaknya? Sekali lagi Anda benar. Posisi obyek foto tidak terletak di posisi tengah foto.

Peletakkan obyek foto yang dilakukan kebanyakan fotografer akan berbeda dan bertentangan dengan kebiasaan umum. Mereka cenderung meletakkannya justru tidak di bagian tengah foto, obyek akan selalu diletakkan agak bergeser ke pinggir, baik ke kanan, ke kiri atau ke atas.

Tidak akan di tengah.

Hal ini bukan berdasarkan sebuah pemikiran asal-asalan, tetapi sudah berdasarkan penelitian. Dalam berbagai penelitian, ditemukan bahwa mata manusia biasanya akan segera melihat kepada 4 titik pertemuan yang berada di tengah (bagian yang ditandai).

Oleh karena itu, para fotografer biasanya akan berusaha agar tidak "merepotkan" dengan menempatkan fokus utama, bagian yang merupakan tema dari fotonya, pada ke-empat titik tersebut. Dengan begini, yang melihat foto dengan segera mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh sang fotografer, tanpa perlu mencari lagi.

Rules of Thirds membuat foto lebih menarik


Bisa bayangkan berapa milyar foto yang dihasilkan dengan obyek atau fokus yang "selalu" berada di tengah? Kebiasaan ini bukan hanya dilakukan oleh satu dua orang saja, ratusan juta orang, yang tidak mengenal konsep Rule of Thirds berpikir bahwa tengah adalah tempat yang layak bagi tokoh utama. Hasilnya semua orang terus dan terus melakukan hal seperti itu.

Alhasil, semuanya menjadi umum dan biasa. Sulit sekali menonjol dan menarik di tengah milyaran foto dengan poa yang sama.

Penempatan fokus atau obyek mengikuti Aturan Sepertiga memberi kesempatan sebuah foto untuk berbeda. Posisi yang disesuaikan dengan kebiasaan mata manusia membuatnya menjadi lebih menarik dibandingkan yang lain.

Itulah salah satu keuntungan lain dari menggunakan konsep Rule Thirds dalam pemotretan.

Semua bisa melakukan Rule Of Thirds


Dengan mayoritas kamera di smartphone yang sudah diperlengkapi dengan Grid Lines, yang selalu tidak dianggap, seharusnya tidak ada alasan tidak bisa memakainya.

Tentu saja, pada pelaksanaannya, butuh latihan untuk membiasakan otak dan tangan dengan konsep Rule of Thirds ini. Bagi kalangan penggemar fotografi bahkan tanpa bantuan Grid Lines sekalipun, mereka sudah bisa menempatkan obyek lensanya pada posisi yang tepat. Hanya, bagi kalangan awam atau pemula, dibutuhkan latihan untuk membiasakan diri.

Memang sih, fotografi adalah sebuah seni yang sangat demokratif alias bebas sebebasnya. Tidak ada keharusan untuk mengikuti aturan ini. Meskipun namanya Aturan Sepertiga, Rule of Thirds sama sekali tidak mengikat. Tetapi, kalau memang hal tersebut bisa membuat foto tidak membosankan, mengapa tidak dilakukan?

Bukankah begitu?


Cobalah lihat foto-foto sederhana ini, tidak kah mereka menarik?

Benda-benda dan hal-hal biasa dalam kehidupan kita, tetapi dengan sebuah tehnik sederhana, mereka bisa ditampilkan dengan cara yang lebih menarik. Hanya butuh sedikit usaha untuk menyalakan fitur Grid Lines ketika memotret yang artinya mengaktifkan fitur pembantu konsep Rule of Thirs atau Aturan Sepertiga.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?