Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Foto Hitam Putih Untuk Memberikan Nuansa Kuno


Manusia itu aneh.

Dulu ketika kamera pertama kali lahir, benda ini belum seperti sekarang yang bisa menghasilkan foto berwarna-warni. Sebelum tahun 1861, yaitu tahun dimana Thomas Sutton pertama kali mencetak foto berwarna, semua foto adalah hitam putih.

Memang sebelum itu, yaitu sekitar tahun 1850-an seseorang bernama Levi Hill pernah mengeluarkan foto berwarna. Sayangnya sebagian warna dalam fotonya bukan keluar dari kameranya, tetapi ditambahkan dengan menggunakan tangan. Barulah pada tahun 1861 itu Sutton mengeluarkan versi foto berwarna, meskipun saat itu hanya terdiri dari 3 warna saja.

Sekarang, semua kamera, bahkan yang paling murah dan sederhana sekalipun, sudah pasti akan menghasilkan foto berwarna. Tidak ada lagi kamera yang hanya bisa menghasilkan hitam putih.

Semua berwarna.


Herannya, di abad yang penuh warna ini, ternyata semakin hari jumlah penggemar foto hitam putih semakin bertambah. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai komunitas fotografi dimana selalu disediakan kolom bagi yang namanya foto hitam putih.

Padahal sejak kelahiran kamera yang mampu memproduksi foto berwarna, keberadaan foto hitam putih seperti terpinggirkan. Foto-foto ini dianggap kuno dan tidak mewakili kemajuan zaman. Koleksi foto hitam putih sepertinya hanya pantas ada di museum.

Tetapi, belakangan ini penggemar foto-foto hitam putih cenderung meningkat. Apalagi sudah banyak software yang bisa menghilangkan warna dari sebuah foto dan membuatnya menjadi monochrome. Belum lagi sekarang hampir semua kamera sudah dilengkapi dengan fitur untuk memotret dalam hitam putih.

Semakin meningkat.

Itulah mengapa manusia itu aneh.

Di suatua waktu mereka meninggalkan foto hitam putih karena tidak modern, tetapi setelah beberapa lama mereka menemukan bahwa foto-foto hitam putih memang memberikan sebuah nuansa unik tersendiri.

Nuansa kuno, jadul, dan sederhana. Berbeda dari nuansa masa kini yang penuh warna-warni melambangkan keceriaan, dan tentunya rumit.

Apakah manusia mulai bosan dengan segala keruwetan dan kemodernan yang dulu mereka idamkan? Apakah mereka ingin kembali ke masa lalu?

Entahlah, tetapi ketika memandang foto hitam putih memang menghadirkan nuansa teduh, tenang, sederhana. Mungkin karena itulah foto-foto seperti ini kembali digemari.

Paling tidak saya menggemarinya, meski saya juga menggemari foto berwarna karena saya menyadari masa lalu tidak bisa diulang dan hanya bisa dirasakan.


Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?