Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Mengapa kita harus memperkecil ukuran foto sebelum dikirim atau diupload?

"A picture is worth a thousand words"

Sebuah foto bermakna seribu kata. Pepatah dalam bahasa Inggris ini memang dipergunakan banyak sekali orang pada masa sekarang ini. Dibandingkan dengan harus capek mengetik pesan, banyak dari mereka menggantinya dengan mengirimkan sebuah foto.

Hasilnya memang sama, bahkan lebih daripada kalau sekedar kata-kata. Efeknya pun sering lebih tepat sasaran.

Sayangnya, ada satu hal yang terkadang menyebalkan dalam kebiasaan ini  Kebanyakan yang melakukan ini lupa memperkecil ukuran foto atau gambar yang mereka kirim melalui Whatsapp (WA) atau Blackberry Messenger (BBM) atau berbagai media sosial lainnya.

Kenapa menyebalkan? Bayangkan saja sebuah file foto yang dihasilkan sebuah kamera smartphone berukuran 5 MP (Megapixel/Megapiksel) saja biasanya berukuran 2 MB. Kalau ukuran MP-nya semakin tinggi, ukuran filenya pun semakin besar pula. Sebuah foto yang dihasilkan kamera dengan resolusi 13-16 MP, bisa dipastikan ukuran fotonya berkisar antara 5-6 MB.

Ukuran seperti ini tidak besar ketika perangkat smartphone sedang terkoneksi dengan wi-fi yang biasanya terhubung dengan jaringan ber-bandwidth besar. File foto seukuran ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk didownload.

Tetapi, kalau dilakukan saat sedang berada di perjalanan, file berukuran seperti ini bisa membuat naik darah penerimanya. Terlebih kalau foto yang dikirim hanya sekedar candaan atau foto selfie sang pengirim yang sama sekali tidak penting.

Kebiasaan untuk tidak memperkecil ukuran foto ini sebenarnya kurang baik.

Ada beberapa hal mengapa kebiasaan mengirim foto apa adanya itu tidak seharusnya dilakukan. Memperkecil ukuran foto harus dilakukan baik oleh orang awam ataupun kalangan blogger.

Silakan lihat alasannya di bawah ini.

Efek buruk tidak memperkecil ukuran foto saat mengupload atau mengirimkannya


Untuk Orang Awam :

1. Menghabiskan kuota internet

Terus terang mobile internet di Indonesia itu sebenarnya mahal. Oleh karena itu, banyak pengguna smartphone berusaha sehemat mungkin menggunakan kuota yang ada untuk hal-hal yang penting saja.

Mengirimkan sebuah foto tanpa mengecilkan ukurannya sama saja dengan menghabiskan kuota dari penerima. Bisa dimengerti kalau memang untuk masalah pekerjaan, tetapi kalau sekedar untuk bercanda atau mau pamer, baiknya hal ini dihindari.

2. Menghabiskan tempat penyimpanan

Ukuran ruang penyimpanan atau memory pada smartphone atau komputer tidak tak terbatas, alias terbatas. Semakin besar ukuran file berarti semakin besar pula tempat yang dibutuhkan. Kapasitas yang tersedia akan semakin cepat habis pula kalau terlalu banyak menyimpan file foto berukuran besar.


3. Membuat lambat gadget

Secepat apapun prosesor yang dipergunakan, ketika data atau file yang berada di hard disk atau memory berukuran besar-besar dan banyak, kecepatannya akan menurun. Prosesor akan membutuhkan waktu untuk mencari data yang ada di SD Card atau memory.

Belum lagi kalau jaringan internetnya lemot, hasilnya bisa dikata "stuck" dan menyebabkan gadget hang.

Kalau Anda blogger tentunya menyadari efek-efek dari tidak memperkecil ukuran foto :


Untuk Blogger :

4. Harus membayar sewa hosting lebih besar

Kapasitas server kalau untuk website biasanya dibatasi. Kebanyakan blogger akan berusaha menghematnya semaksimal mungkin.

Mengupload foto untuk artikel dalam ukuran sebenarnya akan mempercepat kapasitas habis yang berarti blogger harus menyewa space yang lebih besar. Space yang lebih besar berarti harus mengeluarkan uang lebih banyak.

5. Menghabiskan bandwidth

Tidak semua blogger yang memakai hosting sendiri mengambil paket unlimited bandwidth . Tidak semua penyedia jasa hosting menyediakan paket unlimited. Banyak dari mereka yang memiliki bandwidth yang dibatasi.

Mengupload sebuah file berukuran 5-6 Mb sudah pasti akan menggerus dengan cepat kapasitas yang tersedia. Hal ini bisa memaksa sang blogger untuk merogoh koceknya lebih dalam lagi.

6. Memperlambat website

Sudah pasti kalau sebuah artikel dipasangi gambar berukuran 5 MB, hasilnya halaman artikel tersebut akan lama sekali dibuka. Hal ini terjadi karena perangkat yang dipakai membuka artikel tersebut harus mendownload foto seukuran 5 MB. Kalau lewat jaringan internet normal, bisa lumayan walau tetap berat. Kalau memakai jaringan mobile internet, waktunya bisa sangat lama dan bahkan tidak akan pernah bisa didownload.

Kalau sudah begini, yang rugi, sang blogger sendiri karena calon pembaca akan segera menekan tombol back, alias tidak jadi membaca. Kabur.


Nah, kalau Anda seorang fotografer pun selain hal di atas, Anda juga harus melindungi karya yang Anda buat. Kecuali foto tersebut memang ditujukan untuk berada di "public domain" alias gratis alias bebas dipakai siapa saja, mengupload foto asli bisa membuat banyak orang mengaku bahwa foto tersebut adalah miliknya.

Berapa ukuran foto yang pantas untuk dikirim atau diupload?

Berdasarkan pengalaman dan saya lakukan hingga sekarang, baik saat mengirim gambar via WA, ukurannya berada di bawah 100 Kilobyte (Kb) saja.

Dengan begini penerima tidak perlu khawatir kuota internetnya akan cepat habis. Juga, kalau dilihat di layar LCD smartphone atau komputer pun masih cukup jelas.

Software untuk memperkecil ukuran foto

Banyak. Banyak sekali dan mayoritas gratis. Tidak perlu bayar. Ada Photoscape dan Faststone Photo Resizer untuk komputer ada Photo Resizer untuk Android.


Semua bisa didapat dengan mudah dan tanpa harus membayar sepeserpun.

Dengan tool-tool ini foto bisa diperkecil hingga 1/50-60 dari ukuran asling. Seperti sebuah foto 16 MP aberukuran 6 Mb bisa diperkecil hingga hanya 100-125 Kb saja dengan Faststone Photo Resizer.

Saya akan menjelaskan cara memakainya pada artikel terpisah, meskipun sebenarnya sangat mudah sekali.

Jadi kawan, cobalah untuk selalu memperkecil ukuran foto sebelum mengirimkannya kepada teman, rekan, keluarga atau menguploadnya ke media sosial. Tidak akan makan waktu lama dan bisa menghindarkan orang lain dari kehabisan kuota.

(Semua foto di artikel ini ukurannya berada di bawah 100 Kb saja. Jangan takut akan menghabiskan kuota)

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?