Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Semua Orang Bisa Menjadi Fotografer


Fotografer, kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tukang foto atau juru foto. Dengan kata lain seseorang yang melakukan kegiatan merekam gambar dengan menggunakan kamera.

Sejak kamus itu terbit hingga saat ini, arti kata fotografer tidak mengalami perubahan sama sekali Sama saja.

Hanya, sebenarnya dalam kenyataan kata itu sendiri mengalami perubahan yang cukup besar, terutama ketika dikaitkan dengan perkembangan alat memotret itu sendiri, kamera. Kalau di masa tahun 1970-1990-an jumlah kamera yang beredar masih sangat terbatas. Harganya yang lumayan mahal membuat hanya segelintir orang yang mampu membeli dan membiayai kegiatan memotret ini.

Oleh karena itu acapkali, gelar fotografer itu menjadi agak terbatas dan terkesan eksklusif. Kata ini hanya disematkan pada mereka yang serius menekuni dunia fotografi, baik yang sifatnya komersial atau non-komersial.

Pengertian fotografer agak berubah dewasa ini.

Sekarang setiap kita membeli smartphone atau HP, maka biasanya kita akan mendapatkan sebuah kamera juga. Kamera tidak lagi menjadi sebuah barang eksklusif bagi sekelompok orang saja. Begitu pula keluarnya kamera-kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) berharga murah, lagi-lagi membuat semua orang bisa membelinya.

Yang membuatnya jadi lengkap adalah hadirnya ratusan blog yang membahas dan mengulas tentang berbagai tehnik memotret dan segala hal yang berkaitan dengannya. Siapapun selama ia mau browsing internet tidak akan kekurangan berbagai petunjuk untuk menghasilkan foto-foto yang menarik.

Dengan semua ini, fotografi tidak lagi menjadi sesuatu yang eksklusif atau mahal. Hampir semua orang memiliki akses. Semua orang bisa memiliki tehnik yang dulu hanya dimiliki seorang fotografer di masa lalu.

Kesempatan terbuka.

Tinggal bagaimana orangnya sendiri. Apakah mau menjadi seorang fotografer atau tidak? Apakah mereka mau mempelajari tehnik-tehnik menggunakan kamera dan menekuninya?

Anda pun bisa menjadi seorang fotografer, kalau mau.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?