Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Mengenal 5 Jenis Kamera Yang Umum Dipergunakan Saat Ini

Perkembangan dunia fotografi terkadang bisa sangat memusingkan bagi orang awam. Banyak sekali istilah yang semuanya terkesan canggih dan menjanjikan.

Salah satu istilah yang paling membingungkan adalah tentang kategori kamera. Paling tidak ada 5 jenis kamera yang beredar yang beredar di pasaran dewasa ini.

Ada yang namanya kamera saku, Prosumer, DSLR, Mirrorless, dan ini belum termasuk kamera smartphome.

Bagi mereka yang sudah bergelut di dunia fotografi, meskipun sebagai pemula, mungkin istilah-istilah ini sudah tidak asing lagi. Sudah pasti tidak terlalu sulit membedakannya. Tetapi, bagi orang awam, tentunya akan sangat sulit untuk membedakan apa dan bagaimana bentuknya.

Tulisan kecil ini mungkin bisa membantu Anda memahami sedikit apa perbedaaan dari setiap kategori kamera yang saat ini ada di pasaran.

5 Jenis Kamera

Pembagian kategori kamera ini tidak didasarkan pada target pemakainya tetapi lebih kepada spesifikasi tehnis, fitur  dan bentuk fisik yang ditawarkan oleh para produsen kamera.

Berdasarkan hal itu, ada 5 jenis kamera yang bisa dijadikan pilihan.

1. Kamera Smartphone (Smartphone Camera)

Kamera pada smartphone adalah sebuah revolusi. Di masa sebelumnya, seseorang yang hendak mengambil foto harus mengeluarkan sebuah perangkat lain, kamera. Dengan adanya smartphne yang rata-rata sudah memiliki sebuah kamera di dalamnya, ia sekarang hanya perlu mengeluarkan HP atau gadget saja.

Penemuan ini juga melahirkan revolusi tersendiri dalam dunia fotografi. Bila sebelumnya fotografi hanya dilakukan oleh mereka yang mampu membeli kamera, dengan adanya kamera pada handphone, sekarang semua orang bisa terlibat dalam fotografi.

Kelebihan Kamera Smartphone:


PRATIS. Ukurnanya yang kecil membuatnya bisa dibawa kemana saja tanpa memerlukan tempat khusus.

SEDIA SETIAP SAAT. Hampir tidak memerlukan waktu untuk bisa memakainya. Cukup dengan menekan beberapa tombol, kamera akan langsung siap untuk dipergunakan.

Kelemahan Kamera Smartphone:

SENSOR KECIL . Karena memang fungsi utamanya untuk berkomunikasi, sensor yang dipergunakan dalam kamera smartphone berukuran kecil sehingga kualitas foto terasa kurang

LENSA KURANG KUALITAS. Mayoritas lensa yang dipergunakan, terutama pada smartphone murah memiliki kualitas yang kurang baik. Hasil foto terkesan seadanya. Meskipun demikian, beberapa smartphone kelas atas (high-end), memiliki lensa yang lumayan.

RESOLUSI RENDAH. Ukuran foto yang bisa dihasilkan pun tidak seberapa besar. Rata-rata kamera smartphone memiliki resolusi antara 5 - 8 MP. Dalam perkembangannya, beberapa jenis smartphone high-end sudah memiliki resolusi jauh lebih tinggi di atas 10 MP

TIDAK ADA OPTIK ZOOM. Kamera pada smartphone tidak memiliki Optic Zoom, yang ada hanya Digital Zoom dan ini cenderung membuat sebuah foto terlihat "pecah" kalau diambil dengan memakai setting zoom maksimal.

FITUR TERBATAS. Berbagai fitur lain sangat terbatas termasuk diantaranya menu untuk merubah settingan kamera yang hanya memungkinkan pemotretannya dilakukan secara otomatis.

2. Kamera Saku (Compact Camera)

Kategori kamera ini merupakan yang paling terancam dengan kehadiran kamera smartphone. Segi kepraktisan yang sebelumnya menjadi andalannya mulai tergusur.

Meskipun demikian dengan harga yang rendah, kamera ini masih sangat memadai untuk mereka yang hanya perlu mengabadikan momen-monen keluarga atau biasa saja.

Kelebihan Kamera Saku: 


PRAKTIS. Sama seperti kamera smartphone, jenis kamera ini sangat praktis dan bisa dibawa hampir kemana saja. Juga karena hampir semua fiturnya berdasarkan pada segi kepraktisan, tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mengoperasikannya.

SEDIA SETIAP SAAT. Bisa dipakai tanpa memerlukan waktu dan hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membuatnya menjadi aktif.

OPTIC ZOOM. Dibandingkan kamera smartphone, kamera saku (compact camera0, sudah diperlengkapi dengan zoom optic. Biasanya antara 4-10 X dibandingkan smartphone. Hal ini membuat pemilik kamera saku bisa memotret sebuah obyek di tempat yang lebih jauh tanpa harus khawatir hasil fotonya akan pecah.

Kekurangan Kamera Saku:

Secara garis besar, kamera saku menyediakan opsi yang lebih baik dalam hal memotret dibandingkan kamera smartphone. Kekurangannya masih berada pada kisaran hal yang sama.
  • SENSOR KECIL
  • KUALITAS LENSA KURANG
  • RESOLUSI RENDAH
  • FITUR TERBATAS

Meksipun sebagian kamera saku juga sudah mengalami upgrade dan peningkatan fitur dan kualitas, kelemahannya dibandingkan dengan kamera-kamera seperti Prosumer, DSLR, atau MIrrorless tetap ada pada poin-poin di atas.

3. Kamera prosumer (Bridge Camera)

Kamera jenis ini memiliki berbagai nama lain, tetapi di dalam kalangan fotografi kategri kamera ini dikenal sebagai kamera prosumer. Kemungkinan istilah itu datang dari singkatan profesional dan sekaligus consumer.

Hal ini menunjukkan bahwa kategorinya memang berada di antara kalangan Profesional, yang biasanya memakai DSLR dan Mirrorless, dengan pengguna biasa yang memakai kamera saku atau kamera smartphone.

Oleh karena itu, jenis kamera ini dikenal dengan Bridge Camera (Kamera Antara/Jembatan). Istilah lain yang dipergunakan adalah SuperZoom yang menunjukkan kelebihan yang ditawarkan kepada konsumen. Dikenal juga dengan nama DSLR-Like karena bentuknya yang sangat mirip dengan kamera DSLR.

Kelebihan Kamera Prosumer:

ZOOM OPTIK. Berbagai kamera jenis prosumer menekankan kelebihan akan kemampuannya melakukan zoom hingga puluhan kali lipat. Yang terbaru bahkan bisa melakukan zoom hingga 72X lipat tanpa harus mengganti lensa

FITUR MENYERUPAI DSLR. Fitur-fitur yang ada di jenis kamera ini mirip dengan yang ada di kamera DSLR. Fotografer dapat melakukan berbagai setting mulai dari Aperture, Shutter Speed, ISO, Auto-Focus dan berbagai macam lain tersedia.

RESOLUSI TINGGI. Jenis Kamera Prosumer rata-rata memiliki resolusi di atas 10 MP hingga 23 MP. Sebuah angka yang berada di atas rata-rata kamera smartphone atau kamera saku.

VARI-ANGLE LCD. Banyak kamera prosumer diperlengkapi dengan Vari-angle atau Layar LCD yang bisa diputar. Keberadaannya akan memudahkan pemotret untuk mengambil foto dari sudut-sudut yang biasanya tidak bisa dilakukan.

Kekurangan Kamera Prosumer:

SENSOR KECIL. Walaupun bentuknya menyerupai kamera DSLR, jenis kamera ini pada dasarnya memakai sensor yang tidak berbeda jauh dengan Kamera Saku. Oleh karena itu, hasil fotonya tidak bisa setajam kamera DSLR atau Mirrorless.

LENSA FIX. Jenis kamera prosumer tidak memiliki dudukan lensa seperti kamera DSLR atau Mirrorless. Lensa yang terpasang bersifat fix dan tidak bisa diganti. Dengan begini kemungkinan pemakaian lensa yang lebih baik tidak dimungkinkan.

TIDAK PRAKTIS. Dibandingkan dengan kamera saku dan kamera smartphone, kamera prosumer membutuhkan perlengkapan tambahan untuk membawanya. Ukurannya menyerupai DSLR dan membuatnya tidak sepraktis kamera saku.

BUTUH PENGETAHUAN. Kecuali dioperasikan pada mode Auto, kamera Prosumer membutuhkan pengetahuan lebih dibandingkan kamera saku atau smartphone. Terutama bila hendak memakai mode manual.

4. Kamera DSLR

Kalau ingin jadi pro, pakailah kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex).

Yap. Bila memang ingin menekuni fotografi lebih dalam, DSLR adalah opsi terbaik. Meskipun fotografi memang bukan terbatas pada kamera, tetapi DSLR menawarkan berbagai hal yang dapat membantu pengembangan diri seseorang dalam hal fotografi.

Kelebihan Kamera DSLR :

SENSOR. Sensor kamera DSLR merupakan standar dalam industri fotografi, sehingga jenis sensornya memang menjadi patokan atau ukuran minimal yang dipergunakan. Ada beberapa jenis sensor kamera mulai dari yang 2/3", Full Frame, hingga 4/3. Yang manapun, dibandingkan dengan 3 jenis kamera yang disebutkan di atas, hasil fotonya akan lebih tajam.

FITUR. Kamera jenis ini memang ditujukan bagi para penggemar fotografi atau fotografer, oleh karena itu berbagai fitur yang ada di dalamnya memang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan seorang fotografer.

LENSA BISA DIGANTI. Hal lain yang sangat menggoda dari kamera DSLR adalah lensanya bisa diganti. Dengan begitu, kemampuan kamera DSLR bisa dikembangkan lebih lanjut dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Ratusan jenis lensa tersedia untuk kamera jenis ini.

VARI-ANGLE LCD. Banyak kamera DSLR yang dilengkapi dengan Vari-angle yang membuatnya memungkinkan untuk pengambilan foto dari sudut-sudut sulit.

Kelemahan Kamera DSLR :

UKURANNYA. Sudah pasti tidak bisa dibawa dalam setiap situasi. Ukurannya membutuhkan perlengkapan lebih untuk bisa dibawa kemana-mana.

BUTUH PENGETAHUAN. Untuk bisa mengoperasikan secara maksimum semua fitur yang ada pada jenis kamera ini dibutuhkan pengetahuan yang lebih banyak.

MAHAL. Walaupun terdapat kelas pemula, harga kamera DSLR tetap lebih mahal dibandingkan tiga jenis kamera sebelumnya. Hal ini belum ditambah dengan harga lensa yang dijual terpisah. Terkadang harga lensanya sendiri bisa melebihi harga body kameranya sendiri.

5. Kamera Mirrorless

Pada dasarnya kamera mirrorless adalah pengembangan dari kamera DSLR. Yang berbeda dengan jenis kamera yang satu ini adalah sistem pengambilan gambar yang tidak lagi menggunakan cermin seperti kamera-kamera sebelumnya.

Hal ini membuatnya terlihat lebih ramping dibandingkan dengan kamera DSLR.

Kelebihan Kamera Mirrorless :

Semua kelebihan yang ada di kamera DSLR bisa juga ditemukan di jenis kamera terakhir ini. Hanya ukurannya yang biasanya lebih ramping dan kecil, lebih memudahkannya untuk dibawa dibandingkan DSLR.

Kemampuan untuk berganti lensa, sensor yang besar, dan fitur-fitur lain terdapat di dalam kamera ini.

Kekurangan Kamera Mirrorless :

Begitu pula dengan kekurangan kamera DSLR, semua pun ada di kamera dengan tehnologi baru ini. Harganya di saat tulisan ini pun masih cukup mahal. Pengetahuan pun dibutuhkan untuk mengeluarkan semua potensi yang ada.

Sebenarnya ada satu lagi jenis kamera, tetapi tidak disebutkan, yaitu Kamera Analog. Di dunia fotografi, masih cukup banyak orang yang tetap fanatik mempergunakan kamera jenis lama tersebut. Tetapi, jumlahnya sangat kecil dan semakin kecil karena keterbatasan suplai film yang diperlukan untuk mengoperasikannya.

Oleh karena ini, jenis kamera ini biasanya beredar pada penggemar fotografi yang lebih serius dan bukan kalangan umum.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai berbagai jenis kamera yang saat ini beredar.

Masing-masing jenis kamera akan memiliki kekurangan dan kelebihannya. Tidak ada kamera yang sempurna. Kesempurnaan kamera akan terjadi di saat kelemahan kamera tersebut ditutupi oleh kelebihan dari penggunanya.

Fotografi adalah tentang mengabadikan momen, menghasilkan foto. Kamera adalah alat untuk melakukannya, tetapi BUKAN SEGALANYA.

Pilihlah yang terjangkau dan memenuhi kebutuhan Anda, sambil tetap berpikir bahwa fotografi adalah dunia dimana prinsip "THE MAN BEHIND THE GUN (Orang di belakang senjata)" berlaku.

Semoga bermanfaat.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?