Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Tips #10 : Jangan Serakah! Pilih bagian yang paling menonjol


Memang seringnya kalau kita sedang berwisata ke suatu tempat wisata rasanya hadir keinginan untuk merekam semua yang terlihat dan kemudian membawanya pulang untuk ditunjukkan kepada sanak saudara.

Sayangnya, justru itu yang seringnya menghambat kita untuk emnghasilkan sebuah foto yang indah. Karena terlalu banyak hal yang ingin diabadikan, hasilnya justru sama sekali tidak sesuai dengan apa yang kita lihat.

Hal ini ternyata karena kita sering menjadi lupa bahwa ukuran lensa yang dipakai tentunya tidak akan bisa menampung semua hal yang terlihat. Lensa, walau meniru cara kerja mata manusia, tidak memiliki kemampuan yang sama dengan indera manusia ini. Masih banyak keterbatasan.

Oleh karena itu, seorang fotografer haruslah bersikap untuk "jangan serakah" saat memotret. Ia harus memilah dan menentukan titik sasaran yang akan dijadikan obyek bagi lensanya.



Mengapa harus "Jangan Serakah" dan memilih bagian yang menonjol?

Ok lah sekarang kita coba bayangkan sedikit. Sebagai contoh, saya ambil foto-foto yang terpajang di artikel ini yang diambil setahun lalu di curug Cigamea, Gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor.

Curug (air terjun) itu memiliki ketinggian 40-50 meter dan lebar sekitar 40-50 meter juga (terdiri dari dua air terjun).

Kira-kira bagaimana kalau kita mencoba memasukkan semuanya ke dalam satu foto? Bisakah menurut Anda?

Jawabannya tentu saja TIDAK.

Terlalu besar dan luas.

Lensa jenis wide sekalipun tidak akan bisa melakukannya. Memakai "fitur" panorama, bentuknya akan agak melengkung. Kalaupun mengambil jarak agar bisa memasukkan semuanya, maka obyeknya akan mengecil dan justru akan menghilangkan keindahan yang ingin dipamerkan.

Satu-satunya cara adalah dengan memilah dan mengambil bagian dari obyek yang "paling menonjol" atau "paling menarik".

Kemudian pikirkanlah apa yang ingin ditampilkan dalam foto. Curug atau air terjun adalah tentang "AIR" yang tercurah dari ketinggian. Ambillah sebagian darinya dan kombinasikan dengan obyek-obyek lain yang ada di sekitar.


Memilih bagian yang menonjol pun berlaku kalau obyeknya manusia atau hal lainnya.Tidak semua bagian dari obyek manusia menarik. Terkadang kita menemukan mukanya cantik tetapi badannya tidak ideal. Badannya ideal, wajahnya kurang menarik.

Kita bisa menonjolkan bagian yang paling menarik saja dan menyisihkan bagian lain yang kurang.


Jadi, usahakan untuk tidak berpikir SERAKAH dalam memotret.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?