Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Tips #11 : Jangan Terlihat (Fotografi Jalanan)


Salah satu hal yang harus mahir dilakukan oleh seorang fotografer jalanan adalah JANGAN TERLIHAT.

Mengapa harus diusahakan jangan terlihat adalah karena sifat dari fotografi jalanan mirip dengan foto jurnalistik, yaitu diusahakan sebisa mungkin pergerakan fotografer tidak bersinggungan langsung dengan obyek. Hal ini untuk menjaga agar model atau target yang diincar tetap beraktifitas seperti biasa.

Terlihat mudah diucapkan tetapi sebenarnya cukup sulit dilakukan.

Terkadang baru saja kita mengangkat kamera ke depan mata untuk membidik, sang obyek sudah menyadari bahwa ia dijadikan target lensa. Hasilnya, biasanya sikap mereka menjadi sangat tidak natural dan agak kaku.

Untuk itu, seorang fotografer jalanan harus mencari cara agar mereka menjadi seperti "TIDAK TERLIHAT" oleh targetnya.

Hal itu tidak perlu dilakukan dengan bersembunyi seperti maling. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat target atau obyek tidak menyadari bahwa dirinya menjadi sasaran bidik.

1. Memotret dari jarak jauh


Dengan menggunakan lensa zoom, maka kita jarak antara pemotret dan obyek bisa dijaga cukup jauh. Semakin besar jarak, maka semakin besar kemungkinan sang target tidak menyadari dirinya menjadi sasaran.

2. Memakai kamera yang kecil


Memang DSLR akan menghasilkan sebuah foto yang jauh lebih baik dibandingkan kamera saku atau smartphone. Sayangnya ukurannya yang besar mudah sekali terlihat. Belum lagi ditambah pengaturan setting yang memakan waktu bisa membuat kita kehilangan momen.

Penggunaan kamera saku atau smartphone bisa menjadi pilihan mengingat ukurannya kecil dan bisa cepat dioperasikan. Semua ini akan sangat bisa membantu fotografer melakukan respons yang cepat. Tetapi, tentunya ada yang harus dikorbankan, yaitu kualitas dari foto itu sendiri.


3. Berbaur dalam keramaian


Cara lainnya meniru bunglon. Maksudnya, seorang fotografer harus bisa berkamuflase. Dengan berbaur di antara keramaian orang-orang, maka kehadirannya akan tertutupi oleh kehadiran orang lain. Hal ini bisa membuat dirinya lebih bebas mengamati sasaran dan kemudian bereaksi dengan cepat ketika kesempatan memotret itu ada.

Oleh karena itu, seorang fotografer jalanan juga harus mampu berinteraksi dan bergaul dengan lingkungan dimana ia hendak memotret. Dengan begitu, maka ia selain bisa mengenali lingkungan, juga membuat dirinya menjadi "bagian" dari kehidupan disana.

Itulah yang biasa saya lakukan kalau hendak berburu foto di jalanan Bogor. Siapa tahu bisa Anda manfaatkan.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?