Posts

Showing posts from August 21, 2016

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Rule Of Thirds , Tehnik Sederhana Menempatkan Obyek Dalam Foto

Image
Grid Lines itu nama fitur ini di berbagai smartphone atau kamera. Sebuah nama sederhana yang membuat fitur ini sering diabaikan oleh para pengguna kamera smartphone. Bahkan tidak jarang yang menganggapnya sebagai sebuah gangguan pada saat memotret. Padahal, kalau mereka mengetahui fungsi sebenarnya, garis-garis ini mewakili sebuah konsep yang sangat vital dalam fotografi, yaitu Rules of Thirds atau Aturan Sepertiga.

Betul sekali, garis-garis ini sangat penting bagi seorang fotografer, baik profesional, amatir, atau bahkan sekedar penghobi.

Kalau Anda tanyakan makna dari Grid Lines ini pada mereka, hampir pasti mereka akan menganggukkan kepala dan menjelaskan kepada Anda betapa 9 kotak ini bermakna lebih dari hanya sekedar garis-garis pengganggu.

Apa itu Rule Of Thirds atau Aturan Sepertiga? Nama Rule of Thirds sendiri berasal dari ke-9 kotak yang sama besarnya itu. Meskipun demikian, bukan kotaknya yang menjadikannya penting, tetapi garis-garis dan 4 buah sudut di tengah itu yang mem…

Mengenai RAW Dalam Fotografi

Image
Kalau Anda baru saja membeli kamera DSLR atau Prosumer model terbaru, mungkin Anda akan sedikit kebingunan melihat ada paling tidak tiga pilihan file untuk hasil pemotretan. RAW, JPG, atau RAW+JPG. Benar tidak ?

Coba cek kamera yang baru Anda beli, karena kalau keluaran terbaru, biasanya opsi ini sudah tersedia. Kamera prosumer saya saja sudah memiliki opsi ini.

Nah, kalau file dengan format JPG (Joint Photographic Group) tentu sudah biasa kita lihat. Ini adalah jenis format dari banyak sekali image atau foto yang beredar di dunia maya, selain PNG (Portabel Network Graphics) atau TIF (Tagged Image Format).

Lalu kalau RAW? Apa itu? Apa fungsinya?

Apa itu RAW? Sebelum Anda capek-capek mencari arti dari singkatan itu, saya beritahukan kepada Anda untuk membuka saja kamus bahasa Inggris. Serius, artinya ada disana kok.

RAW itu artinya "mentah". Kalau tidak percaya, buka saja Kamus Bahasa Inggris yang manapun, rasanya artinya sama.

Arti yang sama berlaku dalam fotografi.

RAW buk…

Fotografer Itu Seperti Koki

Image
Memang tidak ada hubungan "darah" langsung antara fotografi dengan memasak. Yang ada hubungan bisnis karena fotografi sering dipakai untuk menampilkan hasil kegiatan memasak. Bahkan ada genre yang mengkhususkan diri dalam bidang memotret makanan.

Cuma itu hubungannya.

Cuma, rasanya tidak salah juga mengibaratkan fotografer itu seperti koki tidak salah juga. Berbeda lokasi dan bidang memang jelas, tetapi apa yang mereka lakukan sebenarnya tidak jauh berbeda. Kedua "profesi" ini sama-sama melakukan kegiatan meramu.

Seorang koki dengan skillnya meramu bawang, tomat, daging, dan berbagai bahan lainnya yang kalau dimakan sendiri-sendiri tidak enak menjadi sebuah olahan yang bisa menggoyang lidah. Ia berusaha  menghadirkan sebuah sensasi dalam diri penikmatnya, melalui lidah.

Sementara itu seorang fotografer, dengan kameranya, menggabungkan berbagai unsur seperti background atau latar belakang, obyek, dan cahaya menjadi satu, sebuah gambar, foto. Bedanya dengan koki, fo…

Berlatih Dengan Obyek Foto Seadanya

Image
Menekuni fotografi seperti menandatangani kontrak untuk terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Kontrak ini akan terus berlaku sampai kita memutuskan lagi untuk tidak memotret. Selama masih menyukai, mau tidak mau tidak bisa dipisahkan dari yang namanya mengasah kemampuan.

Sayangnya, kebanyakan dari para penggemar fotografi terbentur pada masalah waktu. Status mereka kebanyakan tetap saja seorang karyawan, bapak, suami, yang harus bekerja untuk mengumpulkan uang (untuk membeli kam.. eh membayar rekening). Mau tidak mau urusan dapur harus didahulukan.

Belum lagi, di saat akhir pekan atau libur datang, rengekan anak atau permintaan istri untuk menemani mereka, entah ke pasar atau ke tempat bermain, pasti keluar. Tidak dituruti kasihan, mereka sudah menanti, dituruti tidak bisa berlatih memotret.

Yah, seberapapun sukanya saya pada fotografi, tetap saja mereka lebih penting dan akan selalu demikian. Jadi lah waktunya semakin sempit.

Padahal, keinginan untuk memotret biasanya meninggi di …

Kunci Menjadi Fotografer Jalanan Adalah Mengamati

Image
Mencari-cari petunjuk bagaimana menjadi fotografer jalanan yang baik ternyata susah sekali yah. Tidak menyangka juga. Padahal genre fotografi yang satu ini kalau membaca berita di media massa dan, tentu saja, banyak blog fotografi katanya semakin tenar di banyak kalangan. Penggemarnya semakin meningkat.

Seharusnya kalau begitu, sudah banyak blog dari para penggemar genre ini untuk sharing atau berbagi entah foto atau tehnik atau pengalaman. Ternyata masih sedikit sekali.

Sayangnya lagi, sebagian besar blog tentang fotografi, kebanyakan masih lebih suka mengulas, kalau tidak tentang kamera, ya tentang teori memotret. Tidak menyalahkan sih, karena tulisan tentang teori atau review kamera pasti akan panen pengunjung. Kalau sudah panen pengunjung tentunya akan berkaitan dengan panen penghasilan dari iklan.

Hasilnya, ya sudahlah, saya coba membuat sendiri saja dengan gaya sendiri.

Nah, pandangan saya, sebuah hal yang harus dimiliki oleh seseorang yang hendak menekuni dunia fotografi jalan…

Tips #4 : Setelah Membeli Kamera, Jangan Baca Review Tentang Kamera

Image
Lucu mungkin terdengarnya, tetapi memang itu saya sarankan bagi Anda setelah membeli kamera baru. Jangan buka berbagai website yang berisikan review tentang kamera. Kalau perlu selama beberapa bulan ke depan, tidak perlu berkunjung ke website-website yang menyajikan berbagai ulasan terkait alat memotret ini.

Bukan tanpa sebab sebenarnya.

Sebuah kebiasaan dalam kehidupan manusia adalah ingin selalu unggul dari yang lainnya. Manusia akan terus mencoba menggali keunggulannya untuk dibandingkan dengan manusia lainnya. Begitu juga dalam hal sesuatu yang dimilikinya.

Banyak pembeli kamera baru akan melihat ulasan, dari yang dikatakan ahli, tentang apa saja sih kekuatan dari kamera yang baru saja dibelinya. Dengan begitu ia akan merasa lebih unggul dibandingkan "entah siapa".

Manusiawi.

Masalahnya dunia ini begitu luas. Alih-alih menemukan apa yang dicari, justru yang ditemukan kebanyakan adalah "iklan" atau promosi kamera-kamera jenis lain yang memiliki kemampuan lebih.

Potretlah Orang Yang Anda Sayangi

Image
Kalau dihitung-hitung, berapa kali kita sebagai penggemar fotografi memotret istri atau anak kita?

Kenapa saya menanyakan hal ini, karena saya menemukan ternyata dalam ribuan potret yang dihasilkan oleh kamera saya, jumlah foto mereka yang saya sayangi itu hanya sedikit sekali.

Dibandingkan dengan foto bunga, orang di jalan, tempat wisata, bahkan becak, ternyata jumlah foto sang mantan pacar jauh lebih sedikit.

Entah kenapa.

Agak bingung juga.

Mungkin, mungkin ya, karena memotret mereka itu seperti tidak memberi tantangan yang berarti dalam kehidupan sebagai seorang fotografer. Kehadiran mereka sudah terlalu sering terlihat di depan mata, sehingga seperti tidak bisa memicu adrenalin yang cukup untuk menekan tombol shutter.

Bisa jadi itu alasannya.

Padahal, tanpa mereka, tidak akan saya bisa menekuni hobi potret memotret ini. O ya, jelas sekali. Tidak akan ada dorongan untuk mencoba lebih dan lebih lagi.


Mereka memang bukan model berparas cantik dan bertubuh sexy. Tetapi, kehidupan sa…

Pantai Kelapa Rapat, Lampung

Image
Pantai Klara. Namanya seperti nama cewek cantik. Padahal sebenarnya nama itu merupakan singkatan dari Kelapa Rapat karena banyaknya pohon kelapa di area tersebut.


Cantik. Indah.
Juga sebuah bukti kalau kamera smartphone pun bisa menghasilkan foto-foto yang menarik dan memukau, bila dipergunakan dengan tepat.

Dua foto di atas diambil dengan kamera Asus Zenphone saja.

Menarik Tidak Selalu Harus Cantik

Image
Talent cantik memang akan membuat foto menjadi menarik. Mau tidak mau mata mereka yang melihat akan langsung tertuju pada sang model yang biasanya cantik dan bertubuh ideal.

Tetapi, membuat foto yang menarik seringkali tidak memerlukan hal tersebut. Banyak model yang tidak memiliki kecantikan dan kemolekan tubuh dapat membuat sebuah foto menjadi sama menariknya.

Kamera Untuk Berbagi Kegembiraan

Image
Apa yang Anda lakukan dengan kamera yang Anda beli? Apakah Anda perlakukan sebagai jimat dan disimpan dalam te pat tertutup agar tidak cepat rusak? Atau kah Anda pergunakan untuk membuat sebuah karya seni? Atau kah hanya untuk menyenangkan diri sendiri dengan mencoba membuat sebuah karya artistik bak fotografer terkenal?

Jangan salah sangka.

Saya tidak akan mengutak-atik apapun yang Anda lakukan dengannya. Apapun itu sudah masuk wilayah pribadi yang tidak seorang pun bisa mengganggu gugat. Tidak juga saya.

Apa yang akan dituliskan dalam artikel ini hanyalah sebuah pandangan pribadi, sebuah hasil perenungan setelah beberapa lama membeli sebuah kamera prosumer, Fuji Finepix HS35EXR dua tahun lalu. Bukan sebuah kamera high-end tetapi harganya tetap membuat saya sempat memperlakukannya seperti benda pusaka.

Memang begitu adanya. Harganya yang melebihi 25% gaji yang diterima tiap bulan, sempat membuat saya seperti habis membeli mobil Ferrari.

Untungnya kebutuhan akan foto-foto bagi blog y…

Polisi Cantik Bersepeda

Image
Ada satu alasan, dari beberapa, mengapa saya menyukai fotografi jalanan. Memang tidak ada uang disana, tetapi terkadang ada rezeki berupa wajah-wajah cantik di depan mata.

Tidak ada niat buruk tetapi kecantikan tetap sebuah keindahan yang harus dinikmati. Bukan begitu, kawan?


Foto ini diambil saat perayaan Cap Go Meh Bogor tahun 2016.

Enak dipandang kan, meski tehnik pengambilan gambarnya jauh dari sempurna?

Tips #3 : Horison Lurus Pada Potret Pemandangan di Pantai

Image
Ada sebuah hal kecil saat memotret yang kadang tidak kita perhatikan saat mengambil foto. Hal ini biasanya terjadi pada saat kita mengambil gambar pemandangan, terutama pemandangan di pantai.

Takjubnya kita pada keindahan kita saat melihat matahari terbit (sunrise) atau tenggelam (sunset), sering membuat kita mengabaikan hal yang satu ini.

Hal itu adalah horison lurus.

Perhatikan dua buah foto di bawah ini

Foto 1 :


Foto 2 :


Keduanya menggunakan obyek yang sama di Pantai Batu Saung, Anyer, Banten.

Mengapa horison dalam foto harus lurus? Karena, foto akan terkesan miring kalau horisonnya tidak lurus. Hal ini akan menyulitkan siapapun yang melihat. Mereka perlu memiringkan kepala untuk melihatnya. Padahal posisi itu bukanlah posisi umum seseorang saat melihat foto.

Kecuali memang Anda bermaksud membuat sebuah foto bernilai seni dan agak surealis, maka penggunaan horison lurus dalam foto akan dianjurkan.

Cara membuat horison lurus Tidak sulit.

Di kamera-kamera digital masa kini,hampir sem…

Cara Membuat Siluet

Image
Membuat siluet, untuk apa? Memang ada benarnya pertanyaan seperti itu. Untuk apa kita merekam gambar kalau hasilnya tidak terlihat dengan jelas.

Meskipun demikian, ada satu masalah di lapangan bagi pemegang kamera. Masalah itu berupa ada background bagus tetapi obyeknya sendiri biasa-biasa saja. Tidak ada istimewanya.

Haruskah kita memotret hanya bakcgroundnya saja?

Tidak juga. Sebuah foto perlu sebuah fokus. Mengambil gambar hanya langit biru tanpa ada apa-apa sering membuat foto terlihat datar dan biasa saja. Cenderung membosankan karena memang tidak ada yang bisa dilihat dan dinikmati.

Kalau hanya sekedar langit biru saja, toh juga bisa dilihat setiap pagi.

Lalu bagaimana kita mengkombinasikan antara obyek yang kurang pas dan tidak enak dipandang dengan background yang ada?

Ada satu pemecahan sederhana, ya itu tadi, dengan menampilkan obyek dalam sebuah bentuk yang "kabur" dan tidak jelas. Dengan begitu perhatian yang melihat akan tetap terfokus pada birunya langit.

Memb…

Tips #2 : Foto Dengan Background Langit Biru

Image
Langit biru sebagai background tentu saja sangat membantu sebuah foto menjadi sangat menarik. Apalagi kalau Anda adalah seorang penyuka keindahan alam.

Background langit biru bisa menjadi sebuah daya tarik tersendiri dan akan langsung menyedot perhatian siapapun yang melihat.

Nah, untuk mendapatkannya sebenarnya tidak sulit, sangat mudah tetapi bisa jadi sangat sulit. Semuanya tergantung pada sang fotografer.

Sekali lagi sang pemegang kameranya. Bukan kameranya sendiri.

Langit biru hanya bisa didapatkan pada saat-saat tertentu dalam satu hari. Meskipun seharusnya tidak demikian, polusi, sinar matahari sering membuat langit tidak lagi menjadi biru, tetapi lebih keabu-abuan yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor.

Oleh karena itulah, seorang fotografer harus mengetahui kapan waktu dimana langit terlihat biru.

Sangat mudah karena modalnya hanya satu hal, BANGUN PAGI.

Biasanya pada mulai pukul 5.30-6.00 pagi, langit akan menjadi kebiruan yang indah dan akan berakhir sekitar 09.00. S…