Posts

Showing posts from September 11, 2016

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Sebuah Foto Merekam Imajinasi Pemotretnya

Image
Kalau ada orang yang mengatakan bahwa fotografer itu sering mengada-ada, mereka sama sekali tidak salah. Pada saat bersamaan mereka juga tidak 100% benar.

Pada dasarnya memang begitulah fotografi.

Apa yang sebenarnya dilihat oleh seseorang dari sebuah foto, sebenarnya tidak murni 100% gambaran aslinya. Di dalam foto tersebut ada bagian yang bukan berasal dari obyek fotonya sendiri. Bagian ini berasal dari diri si pemegang kamera, alias si fotografer.

Tepatnya, ada bagian dari foto yang merupakan hasil dari imajinasi sang pemotret. Ada sisi kreatif yang berbicara dan tercurah ke dalam karya fotonya.

Sebagai contoh, foto di atas ini, tentunya, saya, yang memotret bukanlah seorang yang buta warna sehingga semua menjadi terlihat hitam putih. Saya masih bisa membedakan warna dengan baik, walau sudah berkacamata.

Lagi pula, kalaupun saya buta warna, hal itu tidak membuat kamera yang dipergunakan menjadi ikut buta warna. Ia akan tetap menjadi kamera yang merekam apa saja yang ada di depanny…

Menunggu Kereta Itu Membosankan

Image
Menunggu pacar datang saja sudah sangat menyebalkan. Padahal pacar itu orang yang kita sayang. Apalagi menunggu kereta. Sudah jarang sekali bisa tepat waktu, ketika datang mereka seperti menolak kita, penuh sesak, sampai tidak bisa masuk.

Untunglah ada yang menciptakan Smartphone, dengan kamera di dalamnya. Paling tidak, kebosanan bisa sedikit teratasi.

(Stasiun Cilebut, Bogor. September 2016)

Melakukan Cropping Foto Dengan Menerapkan Konsep Rule of Thirds

Image
Cropping adalah sebuah proses editting yang paling umum dilakukan sebuah foto diambil. Alasannya beragam, mulai dari ingin hanya menonjolkan bagian tertentu dari sebuah foto saja, atau membuang bagian yang dianggap mengganggu dan tidak sesuai dengan ide dari sebuah foto.

Inti dari cropping tidak berbeda dengan menggunting bagian dari sebuah foto. Bedanya, di zaman dulu, proses pemotongan bagian foto hanya bisa dilakukan setelah foto dicetak. Sementara di masa sekarang, justru sebaliknya proses pengguntingan dilakukan sebelum foto dicetak dan bahkan bisa dilakukan beberapa detik setelah foto ditampilkan di layar LCD sebuah kamera atau smartphone.


Melakukan cropping pada foto bukan hanya dilakukan oleh orang awam, Tidak jarang para fotografer profesional sekalipun menggunakan metode ini di saat mereka menemukan sebuah foto menarik tetapi agak terganggu karena beberapa bagiannya justru "mengotori" foto. Maksudnya, bagian-bagian tersebut tidak sesuai dengan tema foto.


Yang memb…

Perlukah Memiliki Genre Dalam Fotografi ?

Image
Akan ada suatu saat, ketika Anda bergabung dengan segerombolan penggemar fotografi, seseorang akan bertanya, "Apa genre Anda?"

Bingung.

Besar kemungkinan Anda akan bingung menjawab pertanyaan seperti itu. Seringkali karena kita sama sekali tidak menduga kalau pertanyaan itu akan diajukan.

Kebingungan ini biasanya terjadi karena mayoritas penggemar fotografi tidak terlalu menaruh kepedulian terhadap hal ini. Hasilnya mereka agak gagap kalau ditanya tentang genre yang mereka tekuni dalam dunia fotografi.

Mungkin sedikit pengetahuan tentang apa itu genre dalam dunia melukis dengan cahaya ini?

Apa itu genre? Genre adalah istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan gaya atau aliran. Bukan hanya fotografi yang memakai istilah ini, tetapi juga berbagai bidang lain, seperti menulis, film, melukis, dan masih banyak bidang lainnya.

Seperti diketahui bersama, seorang manusia tidak akan bisa menguasai segala hal sekaligus. Biasanya seseorang akan memiliki minat khusus terhadap titik te…

Mengenal Shutter , Shutter Speed, dan Shutter Priority Dalam Fotografi

Image
Mengenal shutter speed - Fotografi sering didefinisikan oleh banyak pelakon di dalam dunia ini sebagai "Melukis Degan Cahaya". Ada alasan khusus mengapa definisi itu diberikan.

Alasan tersebut adalah kamera yang dipergunakan dalam menghasilkan "lukisan" atau foto adalah alat yang memang bergantung pada cahaya. Tanpa cahaya maka kamera tidak akan menghasilkan gambar-gambar atau foto indah.

Dengan kemampuan, skill, dan pengetahuannya, seorang fotografer akan berusaha menemukan titik maksimal yang bisa menghasilkan sesuatu yang mengundang rasa yang melihatnya.

Di dalam fotografi, ada tiga bagian kamera yang bertujuan untuk melakukan itu, yaitu Diafragma atau Rana, ISO, dan Shutter . Ketiga hal ini lah yang merupakan inti dari fotografi dan yang membuat fotografi didefinisikan sebagai "Melukis dengan cahaya".

Nah, kali ini, saya akan mencoba mengenal salah bagiannya, yaitu shutter.



Apa itu shutter? Shutter kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya penutu…

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Image
Membuat foto hitam putih? Untuk apa?

Memang seperti sebuah pemikiran yang aneh di masa sekarang ini bila ada yang masih menggunakan foto hitam putih. Pas foto untuk keperluan dokumen resmi saja sudah memakai foto berwarna dan tidak lagi hitam putih.

Meskipun demikian, terkadang, namanya juga manusia, tetap ada bagian dari diri manusia untuk sejenak mengingat kembali masa-masa tersebut. Masa-masa dimana semua sepertinya serba sederhana dan tidak rumit.

Terkadang banyak orang masih sering memandang foto-foto yang dipotret pada masa tersebut. Foto-foto yang sering hanya memiliki dua warna, hitam dan putih saja. 

Sisi manusia yang ini sering dimanfaatkan oleh fotografer untuk memancing timbulnya perasaan nostalgia dari yang melihat. Caranya sederhana dengan membuat foto-foto yang bercirikn masa lalu, yaitu dwiwarna saja. Bukan merah putih, melainkan hitam putih. Kedua warna ini seperti mewakili kehadiran masa lalu di zaman modern ini.

Tidak sulit membuatnya sebenarnya. Hampir semua kamera…

Warna Tidak Selamanya Penting

Image
Kamera sekarang memang menyediakan banyak sekali hal terkait warna. Mayoritas pengguna kamera akan sangat menyukai ketika warna-warna ditampilkan secerah mungkin.

Begitu pun dengan detail dari setiap foto, ada anggapan bahwa semakin jelas detail sebuah foto berarti foto tersebut bagus sekali.

Hanya, tidak selamanya demikian. Terkadang terlalu banyak warna dan juga detail justru menutupi ide apa yang ingin disampaikan oleh sang fotografer. Penampilan obyek foto yang seharusnya menjadi titik utama dalam "cerita" sering teralihkan oleh warna-warna yang jelas lebih memikat mata.

Terkadang, walau sifatnya subyektif, hilangnya warna-warna tersebut membuat sosok yang menjadi inti cerita di foto kembali menjadi fokus.


Itulah mengapa terkadang banyak fotografer merubah fotonya menjadi hitam putih. Biasanya karena mereka lebih mengedepankan tema dan ide yang ingin disampaikan dan membuang yang dianggap tidak perlu. Termasuk diantaranya menghilangkan warna dari fotonya.

Tips #6 : Memotret Dari Beberapa Sudut dan Posisi Untuk Mencari Yang Terbaik

Image
Tips ini lahir dari pengamatan bahwa ada kecenderungan kalau seseorang memotret itu hanya dari satu sudut saja. Umumnya, seorang yang memegang kamera akan melakukannya dari depan obyek dengan posisi berdiri. Kalaupun sedikit berbeda, ia akan berjongkok.

Kalau disingkat , kebanyakan pemotret akan memotret dengan sudut yang 180 derajat dari obyek dan dengan kamera berada sejajar dengan mata.

Bukan sebuah kesalahan. Tidak ada salah dan benar dalam fotografi. Semua sah-sah saja dan semua bebas melakukan apa yang dikehendaki. Tidak ada orang yang bisa menyalahkan.

Hanya...


Kebiasaan umum seperti itu biasanya menghasilkan foto yang umum pula.

Datar.

Harap dimaklum karena cara seperti itu sudah biasa dilakukan oleh milyaran orang, maka hasilnya pun menjadi biasa pula. Biasanya hasil fotonya tidak akan berbeda dengan milyaran foto lainnya.

Kebiasaan memotret dari sudut sejajar mata juga menyempitkan kesempatan untuk mendapatkan foto yang "terbaik". Tidak mungkin mendapatkan hasil t…