Posts

Showing posts from October 30, 2016

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Tips #11 : Jangan Terlihat (Fotografi Jalanan)

Image
Salah satu hal yang harus mahir dilakukan oleh seorang fotografer jalanan adalah JANGAN TERLIHAT.

Mengapa harus diusahakan jangan terlihat adalah karena sifat dari fotografi jalanan mirip dengan foto jurnalistik, yaitu diusahakan sebisa mungkin pergerakan fotografer tidak bersinggungan langsung dengan obyek. Hal ini untuk menjaga agar model atau target yang diincar tetap beraktifitas seperti biasa.

Terlihat mudah diucapkan tetapi sebenarnya cukup sulit dilakukan.

Terkadang baru saja kita mengangkat kamera ke depan mata untuk membidik, sang obyek sudah menyadari bahwa ia dijadikan target lensa. Hasilnya, biasanya sikap mereka menjadi sangat tidak natural dan agak kaku.

Untuk itu, seorang fotografer jalanan harus mencari cara agar mereka menjadi seperti "TIDAK TERLIHAT" oleh targetnya.

Hal itu tidak perlu dilakukan dengan bersembunyi seperti maling. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat target atau obyek tidak menyadari bahwa dirinya menjadi sasaran bidik.

1. Mem…

Tips #10 : Jangan Serakah! Pilih bagian yang paling menonjol

Image
Memang seringnya kalau kita sedang berwisata ke suatu tempat wisata rasanya hadir keinginan untuk merekam semua yang terlihat dan kemudian membawanya pulang untuk ditunjukkan kepada sanak saudara.

Sayangnya, justru itu yang seringnya menghambat kita untuk emnghasilkan sebuah foto yang indah. Karena terlalu banyak hal yang ingin diabadikan, hasilnya justru sama sekali tidak sesuai dengan apa yang kita lihat.

Hal ini ternyata karena kita sering menjadi lupa bahwa ukuran lensa yang dipakai tentunya tidak akan bisa menampung semua hal yang terlihat. Lensa, walau meniru cara kerja mata manusia, tidak memiliki kemampuan yang sama dengan indera manusia ini. Masih banyak keterbatasan.

Oleh karena itu, seorang fotografer haruslah bersikap untuk "jangan serakah" saat memotret. Ia harus memilah dan menentukan titik sasaran yang akan dijadikan obyek bagi lensanya.



Mengapa harus "Jangan Serakah" dan memilih bagian yang menonjol? Ok lah sekarang kita coba bayangkan sedikit. Seba…

Pelindung Kamera Darurat Saat Hujan : Kantung Plastik!

Image
Sedang asyik-asyik berburu foto, kemudian hujan turun. Rusak sudah suasana. Apalagi kalau buruan menarik tersebut adanya di sebuah event yang hanya datang setahun sekali.

Masalah utamanya, meskipun berbagai obyek menarik bersliweran, tetapi otak justru menghadirkan hambatan untuk memotret. Otak memberi sinyal "Kamera". Alarm terus keluar karena seberapapun tertariknya untuk memotret, rasa sayang terhadap kamera menghentikannya.

Kalau dipaksakan memotret di bawah guyuran hujan, meskipun kecil, tetap ada resiko air akan membasahi kamera. Hasilnya bisa diduga, banyak bagian dari kamera adalah komponen elektronik, beberapa tetes air, saja bisa membuatnya tidak berfungsi lagi. Padahal saat itu belum sempat membeli pelindung kamera yang berupa jaket pembungkus.

Itulah yang saya alami saat berburu foto di acara Cap Go Meh Bogor 2016 yang lalu. Keasyikan melihat wajah-wajah dan pakaian unik peserta pawai terhenti ketika tetesan hujan mulai menyirami.

Tetapi ternyata, dalam rintik …

Apa itu Foto Jurnalistik atau Fotojurnalisme

Image
Foto di atas dan caption di bawahnya banyak ditemukan setiap harinya di berbagai media online dimanapun. Bukan hanya Indonesia tetapi juga di negara lainnya.

Sebuah foto dengan keterangan singkat terkait dengan foto tersebut merupakan salah satu bentuk dari fotojurnalisme atau foto jurnalistik. Kategori dalam fotografi ini juga kerap disebut dengan liputan atau reportase.

Biasanya foto-foto dengan gaya seperti ini memang dihasilkan oleh mereka-mereka yang bergelut dalam bidang pemberitaan atau pers. Oleh karena itu biasanya kita akan menemukannya di berbagai media massa, baik cetak ataupun online.

Apa itu Foto Jurnalistik atau Foto Jurnalisme? Foto Jurnalistik atau Fotojurnalisme adalah foto atau kategori foto yang bertujuan untuk menyampaikan berita, peristiwa, atau informasi dalam bentuk karya foto.

Biasanya karya foto yang dihasilkan oleh fotografer yang bergelut di bidang ini tidak tampil sendirian. Bersama dengannya akan ada sedikit ulasan singkat yang berisikan informasi dan pe…