Posts

Showing posts from September 17, 2017

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Perhatikan Pakaian atau Busana Yang Dipakai Model Untuk Foto Bertema Cinta

Image
Mungkin hanya perasaan atau opini saja. Tetapi, kalau melihat kebiasaan para fotografer yang bergelut di dunia pra-wedding dan wedding, hal itu tidak salah.

Pernahkah Anda melihat pasangan (calon) pengantin yang mengenakan gaun kotak-kotak? Jarang sekali kan?

Bukan tanpa alasan sebenarnya karena corak pakaian atau busana yang dipakai model foto bertema cinta-cinta-an memberikan pengaruh pada hasil fotonya. Untuk itulah mengapa kebanyakan pengantin akan mengenakan busana berwarna polos, alias satu warna saja.


Gaun atau pakaian berwarna tunggal akan membuat mudah bagi yang melihat menemukan fokus utamanya. Juga, warna polos membuat obyek lebih menonjol bahkan ketika sekitarnya penuh warna.

Cobalah bandingkan dengan pakaian bercorak, dan warna-warni pula. Komposisi warnanya menjadi terlalu banyak warna dan saling berebut perhatian. Ujungnya, model fotonya sendiri menjadi kurang menonjol dibandingkan bahkan latar belakangnya. Padahal, ketika memotret obyek itulah yang seharusnya menjadi b…

Contoh Foto Yang Diambil Menggunakan Sudut Pemotretan Bird Eye Level

Image
Mendengar istilah sudut pemotretan "bird eye level" (level mata burung) terasa agak rumit kalau tidak diberikan contoh. Bagaimanapun, manusia memang tidak diberikan sayap seperti burung sehingga mereka hanya bisa mengandaikan.

Foto di atas mungkin bisa memberikan gambaran tentang bagaimana hasil sebuah foto yang diambil menggunakan sudut pemotretan "Bird Eye Level".

Bukan berarti si pemotretnya terbang tetapi sudut ini biasanya dilakukan dari sebuah tempat yang tinggi dan kamera menghadap ke arah bawah. Hasilnya biasanya berupa sebuah hamparan luas dari landscape yang ada di bawahnya.

Karena itulah, biasanya sudut ini dipakai oleh para penggemar landscape dan pemandangan.

Hasilnya, di tangan seorang landscaper kawakan bisa membuat mulut yang melihat melongi saking takjubnya.

Dengan hadirnya drone, maka sudut pengambilan gambar seperti ini lebih dipermudah karena pada dasarnya sebuah drone berkamera bisa mewakili manusia mengambil dari posisi seekor burung yang sed…

[Foto] Bermain di Pantai : Apakah Foto ini Termasuk Fotografi Jalanan?

Image
Entahlah apakah sebuah foto di pantai termasuk dalam fotografi jalanan atau bukan. Jika mengikuti definisi asal genre fotografi cetusan Henri Cartier Bresson bahwa fotografi jalanan adalah tentang memotret di ruang publik, seharusnya foto yang diambil di pantai termasuk dalam genre ini.

Tetapi, para landscaper tentunya berargumen bahwa mayoritas foto di pantai kebanyakan adalah keindahan pemandangan alam, dan tidak menekankan pada manusia atau obyeknya. Jadi, seharusnya masuk dalam wilayah genre mereka.

Penganut genre human interest bisa juga mengklaim bahwa foto di pantai masuk dalam kategori genre mereka. Apalagi kalau obyeknya difokus dengan close up dan mempertontonkan emosi di dalamnya. Iya kan?

Pada akhirnya saya tidak peduli termasuk dalam genre apakah foto di pantai seperti yang di atas. Yang paling penting adalah saya menyukai memotret di pantai dan mengabadikan kegembiraan keluarga, teman, sahabat, bahkan orang tidak dikenal saat berada disana.

Rasanya hal itu lebih baik da…

Selera Setiap Orang Berbeda

Image
Memang fakta yang tidak terbantahkan. Selera setiap orang berbeda, walau terkadang sama. Hal seperti itu adalah kodrat dari manusia.

Begitupun dalam fotografi.

Seorang penggemar fotografi lanskap dan pemandangan, kadang akan sulit memahami mengapa fotografer jalanan gemar memotret manusia yang sedang berjalan atau bermain dengan anjingnya. Seorang penyuka foto model cantik ala studio, bisa jadi tidak merasa nyaman melihat foto "nenek-nenek peyot" ala genre human interest.

Hal itu normal karena memang selera orang tidak akan sama bahkan dalam menilai sebuah foto.

Tetapi, semua hal itu tidak berarti bahwa selera fotograif lanskap lebih baik dari fotografi jalanan. Foto model akan lebih enak dilihat daripada foto si nenek peyot.

Tidak. Tidak bisa diterjemahkan seperti itu.

Terjemahan dari semua itu hanyalah satu hal, bahwa selera orang berbeda-beda.

Itu saja. Tidak kurang tidak lebih.