Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Mengenali Situasi Lingkungan Pemotretan Memberikan Kemampuan Antisipasi

Mengenali Situasi Lingkungan Pemotretan Memberikan Kemampuan Antisipasi
Pintu Perlintasan RE Martadinata Bogor 2017

Banyak yang mengira bahwa fotografi jalanan selalu merupakan hasil dari spontanitas seorang fotografer dan hasil fotonya adalah obyek yang acak dan tidak disengaja. Padahal, sebenarnya hal itu tidak demikian. Banyak foto yang dihasilkan para fotografer jalanan sering merupakan sebuah hasil pemikiran dan perencanaan.

Hal itu bisa dilakukan karena biasanya sang pemotret mengenali situasi lingkungan pemotretan. Dengan memahami pola kehidupan di tempat tersebut, kemampuan sang pemotret dalam mengantisipasi apa yang mungkin terjadi akan meningkat.

Foto di atas adalah salah satu contohnya.

Meski saya hanyalah fotografer jalanan abal-abal, saya sangat mengenali kebiasaan yang sering terjadi di sebuah pintu perlintasan kereta, bukan hanya di Bogor tetapi hampir dimanapun. Apalagi, pintu perlintasan yang satu ini yang sudah saya lewati ratusan kali.

Ketidaksabaran, egoisnya para pemotor yang tidak mau menunggu kereta lewat adalah pemandangan sehari-hari. Jadi, saya bisa mengantisipasi bahwa hal yang sama akan berulang terus.

Kapan kereta lewat pun bisa diperkirakan dengan mendengarkan suara bel dari pintu kereta elektronik. Tidak perlu menengok.


Yang saya lakukan hanyalah menunggu sampai momen dan obyek yang paling menarik hadir.

Pada saat semua saya rasa "pas" , saya menekan tombol shutter release.


Pengenalan terhadap situasi sebuah lingkungan adalah hal yang perlu dalam menjalani fotografi jalanan. Dengan mengenali sebaik mungkin dimana pemotretan akan dilaksanakan, maka seorang fotografer akan bisa mengenali "pola" dari kehidupan di wilayah itu. Dan, pemahaman terhadap pola itu akan memberikannya kemampuan untuk mengantisipasi apa yang mungkin terjadi.

Pada akhirnya, hal itu akan bisa membantunya dalam memberikan cerita pada fotonya.

Jadi, tidak selamanya foto di jalanan adalah hasil sebuah spontanitas. Banyak yang dihasilkan dengan perencanaan sejak awal.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?