Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Polwan Selfie Itu Manusiawi dan Bukan Masalah Kalau Tahu Batasnya

Polwan Selfie Itu Manusiawi Kalau Tidak Berlebihan
Car Free Day Bogor 2018
Memang sih, bisa dimengerti kalau Pak Tito Karnavian prihatin melihat banyaknya polwan selfie dan kemudian memamerkannya di media sosial. Orang nomor satu itu tentunya melihat dari sudut pandang seorang pimpinan yang khawatir kalau anak buahnya terlalu sibuk berselfie ria dan melalaikan tugas. Ia juga tentunya khawatir kalau ada pelanggaran etika yang bisa memberi nama buruk pada korps yang dipimpinnya.

Wajar.

Sama wajarnya juga dengan para polwan yang melakukan selfie itu sendiri. Bagaimanapun, polwan (polisi wanita) juga manusia. Tentunya, mereka juga butuh hiburan, kegembiraan, dan juga tampil layaknya wanita (dan pria) lainnya.

Apalagi, banyak juga polwan masa kini yang memiliki paras wajah cantik, manis, dan enak dilihat. Masyarakat pun suka melihatnya. Hal ini juga membantu terbentuknya sisi humanis korps kepolisian dan membantu menumbuhkan kedekatan dengan masyarakat.

Jadi, polwan selfie bukanlah sebuah masalah besar, walau keprihatinan boss mereka pun bisa dimengerti.

Yang terpenting dalam hal ini adalah masing-masing bisa mengerti batas, kapan dan dimana mereka selfie. Jangan seperti kasus polwan di Cina/Tiongkok yang melakukan selfie dengan seragam polisinya, tetapi tanpa mengenakan celana. Tentunya hal ini akan menghadirkan citra buruk bagi kepolisian. Tetap ada batas aturan dan etika yang tidak boleh diterobos.

Sepanjang selfie dilakukan tidak berlebihan, baik dalam frekuensi dan cara, juga dilakukan tanpa mengganggu tugas pokok mereka, yaitu menjaga masyarakat, rasanya masyarakat pun tidak akan protes dan mempermasalahkan.

Bahkan, kalau perlu ikut serta melakukannya bersama-sama untuk menunjukkan kedekatan aparat dan warganya.

Meskipun demikian, saya tidak akan melakukannya, walau polwannya cantik sekalipun, saya pilih memotret dengan kamera sendiri. Masalahnya, kalau saya selfie bareng dengan polwan cantik, bisa-bisa "kumendan" di rumah akan manyun dan menyebut saya genit. Susahlah saya karena sudah pasti Pak Tito Karnavian tidak akan mau membantu meredam kemarahan "kumendan" saya.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?