Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Berburu Keindahan di Kota Sendiri

Berburu Keindahan di Kota Sendiri
Istana Bogor 2017
Tidak terasa juga, sudah tiga tahun lebih saya menekuni hobi sebagai seorang fotografer jalanan (atau apalah sebutannya). Selama itu entah sudah berapa ratus kilometer bagian dari kota Bogor yang saya susuri demi mendapatkan foto.

Mulanya hanya berbekal dengan sebuah smartphone lawas, Sony Xperia M, dengan lensa seadanya. Kemudian berkembang karena saya menyadari keterbatasannya, dengan sebuah prosumer Fuji Finepix HS 35EXR. Baru setahun belakangan, kemana-mana, sebuah Canon EOS 700D selalu menemani.

Tidak mewah. Tidak canggih. Tetapi, itulah yang mampu saya beli. Lagipula, saya tidak menekuni fotografi untuk mencari nafkah, selain sebagai hobi, juga diniatkan untuk mengisi blog bernama Lovely Bogor, yang tentunya isinya adalah hal-hal yang berkaitan dengan si Kota Hujan.

Selama itu pula, bisa dikata, sama sekali tidak pernah saya melakukan hunting foto keluar dari kota tersebut. Hampir, karena masih ada bagian kecil dimana saya tetap memotret, yaitu saat berangkat dan pulang kerja antara Bogor- Jakarta. Sepanjang perjalanan, saya kerap memanfaatkan smartphone untuk memotret hal yang dianggap menarik.

Mengapa saya hanya memotret di Bogor saja? Mengapa tidak pergi ke tempat lain yang memiliki keindahan alam, seperti Bromo, Lombok, atau Bali?

Yah, saya sempat memotret sebagian kecil Bali, yang saya lakukan saat berwisata bersama rekan-rekan kantor (dan dibiayai oleh perusahaan). Tetapi, yang tempat wisata lain, belum pernah, dan sebenarnya tidak berniat untuk sengaja pergi kesana sekedar untuk mendapatkan foto-foto indah.

Sama sekali tidak terpikir.

Berburu Keindahan di Kota Sendiri
Istana Bogor 2017
Selain karena biaya, yang tentunya sama sekali tidak murah, ada satu hal lain yang membuat saya hampir tidak terpikir untuk berburu keindahan di luar kota sendiri.

Hal itu adalah "Bogor sudah menyediakanterlalu banyak keindahan" untuk direkam oleh kamera.

Selama saya menyusuri jalan-jalan di Kota Hujan yang terkenal dengan Kebun Rayanya itu, saya menyadari bahwa fotografi bukanlah tentang "berburu tempat-tempat indah" saja. Lebih dari itu, fotografi adalah tentang "menemukan keindahan" dalam segala hal yang ada di dalam kehidupan.

Pergi ke sebuah lokasi yang indah dan belum pernah kita kunjungi memang akan sangat membantu dalam menghasilkan foto-foto yang indah. Rasa ketertarikan terhadap hal baru, semangat yang fresh, dan kegembiraan saat berwisata akan sangat menghasilkan mood yang baik bagi seorang fotografer.

Meskipun demikian, yang seperti itu bukanlah segalanya.

Seorang fotografer yang baik haruslah bisa menggali dan menemukan "keindahan" apapun yang dihadirkan di depan matanya. Ia harus mampu menemukan sudut pandang yang akan membantu orang melihat keindahan yang dilihatnya dari sudut itu.

Lagi pula, kota Bogor, yang sudah saya diami selama hampir 40 tahun, menyodorkan kepada saya begitu banyak keindahan yang bahkan tidak mungkin bisa dttemukan dan ditangani seorang diri. Seribu orang fotografer sekalipun tidak akan bisa mengeksplor keindahan yang disedikan kota ini.

Lalu, mengapa harus memaksakan diri untuk mengorek-ngorek keindahan di kota dan daerah lain kalau di tempat sendiri saja sudah terlalu banyak untuk ditangani? Bukankah itu salah satu alasan mengapa jutaan wisatawan datang ke kota ini?

Alasan bosan, tidak excited, dan sejenisnya sangat tidak masuk di akal. Tiga tahun lebih berkelana dari satu sudut ke sudut lain kota ini menunjukkan bahwa pengetahuan saya tentang kota dimana saya hidup selama 4 dasawarsa itu ternyata masih sangat sedikit. Banyak sekali hal baru yang hadir di depan mata saat memasuki pelosok-pelosok kota ini. Rasa ketertarikannya tidak berbeda dengan saat melancong ke daerah lain.

Jadi, alasan tidak menarik, bosan, sama sekali tidak benar dalam hal ini.

Berburu Keindahan di Kota Sendiri
Istana Bogor 2017
Hal ini bukan berarti saya tidak mau untuk berkunjung ke kota lain. Tetap saja kalau memang ada kesempatan, saya tidak akan menolak untuk pergi. Hanya saja, alasan kepergian itu tidak akan pernah dengan tujuan "berburu keindahan". Kalau alasannya untuk berwisata dan bergembira bersama keluarga, ya dengan senang hati.

Saat itu sudah pasti, saya akan memanfaatkan kesempatan untuk memotret dan merekam apa saja dengan si Canon (atau si Asus T00N, smartphone). Tidak akan saya lewatkan kesempatan emas ini.

Tetapi, sekedar untuk "hunting foto" dan "memotret yang indah-indah" saja tidak akan pernah menjadi alasan kepergian saya. Bogor sudah menyediakan banyak keindahan dan hal itu sudah lebih dari cukup.

Lalu, mengapa saya harus berburu keindahan itu di kota lain?

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?