Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Fitur Red-Eye Reduction Tidak 100% Mengurangi Mata Merah

Fitur Red-Eye Reduction Tidak 100% Mengurangi Mata Merah

Mata merah pada hasil foto adalah salah satu hasil yang mungkin terjadi di kala memotret di malam hari dengan menggunakan flash/lampu kilat. Biasa terjadi karena mata manusia memang akan memantulkan spektrum merah saat terkena kilatan cahaya. Biasanya hasil fotonya memang kurang enak karena mata obyeknya (terutama manusia) akan "menyeramkan" seperti vampir.

Itulah mengapa pada kamera digital masa kini ada fitur Red-Eye Reduction atau fitur untuk mengurangi mata merah pada hasil foto di malam hari.

Nah, biasanya, banyak orang akan berpikiran bahwa dengan menggunakan fitur ini, sudah pasti masalah "mata merah" akan terselesaikan.

Sebenarnya, tidak. Kata reduction dalam fitur ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti "mengurangi". Ya, hanya mengurangi saja dan bukan seratus persen menghilangkan kemungkinan terjadinya efek itu. Kalau menghilangkan, mungkin nama fiturnya Red-Eye Eliminator.

Kenyataannya, seorang fotografer memang harus tetap memperhitungkan jarak mereka saat memotret. Kalau, jarak antara lensa dan obyek terlalu dekat, meskipun fitur ini sudah diaktifkan, tetap saja akan terlihat efek mata merah pada obyek.

Fitur Red-Eye Reduction Tidak 100% Mengurangi Mata Merah

Foto yang diambil sekitar pukul 07-08 malam saat Cap Go Meh Bogor 2018 berlangsung ini diambil dari jarak lumayan dekat 1-2 meter saja dengan Canon 700D dan lensa 55-250 mm. Hasilnya, secara total tidak terlalu buruk.

Meskipun demikin, kalau dilihat lebih teliti, terlihat bagaimana mata si obyek memantulkan cahaya merah dan membuat hasilnya terkesan tidak natural. Padahal, saat itu fitur Red-Eye Reduction sedang dalam posisi aktif.

Rupanya jarak yang terlalu dekat membuat sinar lampu kilat terlalu kuat untuk ditangani oleh fitur ini dan hasilnya kilatan mata merah tetap terlihat, walau lebih samar dan tidak terlalu kuat.

Jadi, tetaplah berhitung dengan jarak saat memotret meskipun fitur pengurang mata merah sudah diaktifkan.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?