Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Foto Jangan Hanya Disimpan di Hard Disk

Foto Jangan Hanya Disimpan di Hard Disk
Bogor 2017
Di zaman digital seperti sekarang, ongkos untuk memotret menjadi sangat murah. Memang betul bahwa harga kamera, walau sudah semakin terjangkau, tetap saja masih lumayan mahal. Tetapi, setelah itu biaya yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah foto hampir tidak ada lagi. Kecuali, biaya kopi, minum, dan makan saat hunting foto, tentunya tetap ada.

Selebihnya, benar-benar hampir tidak ada.

Tidak seperti di masa lalu, dimana untuk memotret harus membeli "film". Kemudian, untuk melihat hasilnya, perlu pergi ke toko cuci cetak foto dan tentunya tidak gratis sama sekali.

Biaya-biaya seperti itu sudah tidak lagi diperlukan di masa sekarang. Cukup jepret saja, beberapa saat kemudian (dalam hitungan detik) hasilnya sudah bisa dilihat. Kalau memang mau, bisa dicetak, tetapi kalau tidak dibiarkan saja di SD card atau dipindahkan ke hard disk komputer.

Sayangnya, kebiasaan baru itu juga menyebabkan banyak sekali foto yang hanya menjadi "pemakan" tempat saja. Banyak foto yang pada akhirnya tidak pernah dilihat lagi dan hanya menjadi salah satu penghuni cakram keras penyimpan data itu.

Sayang.

Memang bisa dimaklumi bahwa banyak sekali orang yang tidak mau untuk memperlihatkan hasil jepretan kamera mereka. Takut dicemooh. Takut dikritik. Dan, berbagai takut lainnya yang biasanya berhubungan dengan pandangan mereka sendiri terhadap karya foto yang mereka buat.

Padahal, kalau saja foto-foto tersebut bisa "tayang", setidaknya di internet, banyak hal yang mungkin timbul. Memang, tidak semuanya baik, karena bisa jadi yang datang adalah sebuah kritik dan bisa sangat pedas, tetapi bukankah dari situ bisa dipelajari dimana kesalahannya? Kemudian dari kesalahan itu bisa ditemukan cara memperbaikinya?

Salah satu hal yang bisa memacu perkembangan diri seorang fotografer atau pemotret adalah ketika mereka melakukan kesalahan dan kemudian mencoba memperbaikinya. Mereka akan menjadi lebih baik di kemudian hari.

Juga, jangan lupakan bahwa foto bisa bermakna seribu kata. Dalam sebuah foto juga terkandung informasi yang mungkin diperlukan orang lain. Di masa berwisata sudah menjadi gaya hidup, banyak sekali orang yang ingin tahu tempat sebuah lokasi wisata sebagai bahan pertimbangan sebelum mereka berkunjung kesana.

Salah satu cara paling efektif dalam memperlihatkan seperti apa suatu tempat adalah dengan memperlihatkannya secara visual, lewat foto.

Dengan kata lain, walau mungkin kalau dilihat dari sisi seni tidak indah, foto yang dipamerkan bisa membantu banyak orang mendapatkan gambaran. Jelas lebih baik dan berguna dibandingkan hanya menjadi sampah digital yang tidak berguna.

Itulah salah satu alasan di belakang mengapa blog ini lahir. Maniak Potret namanya. Selain menulis saya memang gemar sekali memotret. Apa saja? Tidak ada genre pasti yang saya anut. Lewat blog ini saya ingin memperlihatkan hasil-hasil karya jepretan camera.

Bukan karena yakin foto-foto nya bagus, tetapi sharing is caring. Saya tidak tahu pasti apakah memang ada yang bisa memanfaatkan foto ini, tetapi siapa tahu saja memang ada yang bisa memanfaatkannya. Paling tidak, saya sudah memperlihatkan dan berbagi kepada dunia apa yang saya lihat lewat viewfinder kamera saya.

Iya nggak sih.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?