Foto Jangan Hanya Disimpan di Hard Disk - Maniak Potret

Dunia Dari Mata Orang Iseng Dengan Kamera

Saturday, March 17, 2018

Foto Jangan Hanya Disimpan di Hard Disk

Foto Jangan Hanya Disimpan di Hard Disk
Bogor 2017
Di zaman digital seperti sekarang, ongkos untuk memotret menjadi sangat murah. Memang betul bahwa harga kamera, walau sudah semakin terjangkau, tetap saja masih lumayan mahal. Tetapi, setelah itu biaya yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah foto hampir tidak ada lagi. Kecuali, biaya kopi, minum, dan makan saat hunting foto, tentunya tetap ada.

Selebihnya, benar-benar hampir tidak ada.

Tidak seperti di masa lalu, dimana untuk memotret harus membeli "film". Kemudian, untuk melihat hasilnya, perlu pergi ke toko cuci cetak foto dan tentunya tidak gratis sama sekali.

Biaya-biaya seperti itu sudah tidak lagi diperlukan di masa sekarang. Cukup jepret saja, beberapa saat kemudian (dalam hitungan detik) hasilnya sudah bisa dilihat. Kalau memang mau, bisa dicetak, tetapi kalau tidak dibiarkan saja di SD card atau dipindahkan ke hard disk komputer.

Sayangnya, kebiasaan baru itu juga menyebabkan banyak sekali foto yang hanya menjadi "pemakan" tempat saja. Banyak foto yang pada akhirnya tidak pernah dilihat lagi dan hanya menjadi salah satu penghuni cakram keras penyimpan data itu.

Sayang.

Memang bisa dimaklumi bahwa banyak sekali orang yang tidak mau untuk memperlihatkan hasil jepretan kamera mereka. Takut dicemooh. Takut dikritik. Dan, berbagai takut lainnya yang biasanya berhubungan dengan pandangan mereka sendiri terhadap karya foto yang mereka buat.

Padahal, kalau saja foto-foto tersebut bisa "tayang", setidaknya di internet, banyak hal yang mungkin timbul. Memang, tidak semuanya baik, karena bisa jadi yang datang adalah sebuah kritik dan bisa sangat pedas, tetapi bukankah dari situ bisa dipelajari dimana kesalahannya? Kemudian dari kesalahan itu bisa ditemukan cara memperbaikinya?

Salah satu hal yang bisa memacu perkembangan diri seorang fotografer atau pemotret adalah ketika mereka melakukan kesalahan dan kemudian mencoba memperbaikinya. Mereka akan menjadi lebih baik di kemudian hari.

Juga, jangan lupakan bahwa foto bisa bermakna seribu kata. Dalam sebuah foto juga terkandung informasi yang mungkin diperlukan orang lain. Di masa berwisata sudah menjadi gaya hidup, banyak sekali orang yang ingin tahu tempat sebuah lokasi wisata sebagai bahan pertimbangan sebelum mereka berkunjung kesana.

Salah satu cara paling efektif dalam memperlihatkan seperti apa suatu tempat adalah dengan memperlihatkannya secara visual, lewat foto.

Dengan kata lain, walau mungkin kalau dilihat dari sisi seni tidak indah, foto yang dipamerkan bisa membantu banyak orang mendapatkan gambaran. Jelas lebih baik dan berguna dibandingkan hanya menjadi sampah digital yang tidak berguna.

Itulah salah satu alasan di belakang mengapa blog ini lahir. Maniak Potret namanya. Selain menulis saya memang gemar sekali memotret. Apa saja? Tidak ada genre pasti yang saya anut. Lewat blog ini saya ingin memperlihatkan hasil-hasil karya jepretan camera.

Bukan karena yakin foto-foto nya bagus, tetapi sharing is caring. Saya tidak tahu pasti apakah memang ada yang bisa memanfaatkan foto ini, tetapi siapa tahu saja memang ada yang bisa memanfaatkannya. Paling tidak, saya sudah memperlihatkan dan berbagi kepada dunia apa yang saya lihat lewat viewfinder kamera saya.

Iya nggak sih.