Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Ingin Belajar Memotret Orang Tak Dikenal Tanpa Takut Kena Marah?

Seiring dengan semakin mewabahnya smartphone, perkembangan "street photography" atau fotografi jalanan juga meluas ke berbagai kalangan. Banyak masyarakat awam yang tertarik untuk ikut menekuni genre ini.

Sayangnya, mereka kadang terhambat oleh satu hal, yaitu rasa takut memotret orang tak dikenal karena takut kena marah. Padahal, salah satu inti atau penunjang utama dari genre ini adalah keberanian untuk melakukan hal ini.

Padahal, sebenarnya tidak juga. Masyarakat Indonesia, dan kalau melihat perkembangan di luar negeri pun, cukup bisa menerima kalau mereka dijadikan sasaran kamera. Kalaupun ada yang tidak suka, biasanya mereka tidak akan memaki-maki. Tindakan yang paling sering dilakukan untuk menunjukkan penolakan mereka sebatas mengangkat tangan atau merengut.

Tidak pernah ada pengalaman lebih dari itu yang saya alami saat berburu foto di jalanan.

Ingin Belajar Memotret Orang Tak Dikenal Tanpa Takut Kena Marah?

Tetapi, kalau memang masih sulit untuk bisa melakukannya tanpa rasa takut, ada satu hal yang mungkin bisa mengurangi rasa khawatir kena marah itu.

Caranya sederhana, tetapi agak tergantung pada ketersediaannya.

Pergilah ke sebuah festival atau perayaan apapun yang diselenggarakan di kota Anda. Bawalah kamera dan mulailah berburu.

Biasanya pada saat demikian semua yang terlibat dalam acara tersebut, baik peserta atau penonton akan menjadi sangat terbuka. Mereka tidak merasa risih atau marah ketika kamera mengarah kepada dirinya.

Ingin Belajar Memotret Orang Tak Dikenal Tanpa Takut Kena Marah?

Sepertinya suasana gembira dan ceria dalam sebuah festival atau perayaan berimbas kepada mood semua orang yang ada disana. Perasaan kebersamaan yang dihadirkan acara seperti itu sangat membantu mempengaruhi mood semua orang.

Tidak jarang bahkan mereka tak segan kalau diminta berpose.

Jangan tanya hanya kepada pesertanya saja, silakan tanya juga pada para penontonnya. Mereka pun jarang yang berkeberatan untuk dipotret.

Foto-foto dalam artikel ini merupakan hasil dari berburu foto saat Cap Go Meh Bogor 2018 (CGM Bogor Street Festival) yang baru berlalu.

Selama itu pula tidak ada penolakan sama sekali dari setiap orang yang ada di dalam foto ketika kamera mengarah kepada mereka.

Jadi, cobalah berlatih di ajang seperti ini, atau Car Free Day. Rasanya perlahan tapi pasti rasa takut kena marah oleh orang asing akan perlahan menipis.

Selamat mencoba!

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?