Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Tidak Perlu Minder Saat Melihat Kamera Canggih Milik Fotografer Lain

Tidak Perlu Minder Saat Melihat Kamera Canggih Milik Fotografer Lain

Tidak selamanya hunting foto bersama-sama itu selalu menyenangkan. Berinteraksi dengan sesama penghobi merekam momen memang menyenangkan, tetapi tetap saja yang namanya hubungan antar manusia akan menghadirkan juga hal-hal yang tidak disebutkan dalam teori fotografi.

Salah satunya adalah tentang rasa minder. Jujur saja, berulangkali hal tersebut saya rasakan jika bertemu dengan penggemar fotografi lainnya. Yang dimaksud adalah perasaan minder saat melihat kamera canggih yang ditenteng, terutama oleh mereka yang sudah kawakan (atau banyak duit).

Mau tidak mau. Melihat lensa segede termos atau memandang merk kamera ternama dengan satu digit (seperti Canon 5D) rasanya ingin langsung memasukkan si Canon 700D ke dalam tasnya. Apalagi dulu saat masih membawa si Fujifilm Finepix HS35EXR, si prosumer.

Tidak urung hadir perasaan rendah diri.


Normal kah? Ya, menurut saya sih normal. Bagaimanapun kita adalah manusia yang punya rasa dan juga perasaan itu juga hadir dalam kehidupan sehari-hari, seperti melihat mobil tetangga yang kinyis-kinyis dan merek terkenal. Itu adalah bagian dari kehidupan, teruatam di zaman "keberhasilan" selalu diukur dalam bentuk materi. Biarpun sudah baca berulangkali filosofi bahwa materi tidak penting dibandingkan kebahagiaan, tetap saja sebagai manusia yang dididik dalam dunia materialistis seperti sekarag rasa minder akan hadir melihat orang yang "lebih" dari kita.

Jadi, boleh lah kalau merasakan hal seperti itu.

Cuma...

Jangan kelamaan.

Segeralah atasi perasaan itu karena hal itu justru bisa mengganggu konsentrasi saat berburu momen. Perasaan seperti itu bisa menjadi "racun" yang juga akan mengganggu pertemanan kalau terus berlanjut. Segeralah singkirkan dan atasi.

Berdasarkan pengalaman selama ini

1. Tidak peduli kamera yang dipakai. Hunting foto adalah sarana mencari teman dan berinteraksi dengan sesama. Oleh karena itu, jarang mereka menanyakan kamera apa yang dipakai. Paling banter mereka hanya akan melirik kamera yang kita bawa dan kemudian diam tanpa komentar merendahkan

2. Hasil foto bukan tergantung kamera. Baik tidaknya hasil foto memang akan terbantu denganfitur yang lebih modern dan bagus dari kamera mahal, tetapi hal itu bukanlah segalanya. Masih banyak hal lain yang mengandalkan kemampuan fotografernya, seperti komposisi, kecepatan reaksi, pemahaman teori fotografi lainnya, dan masih banyak hal lain. Peluang menghasilkan foto yang bagus tetap aa walaupun menggunakan kamera murah sekalipun asal pandai menggunakan skill yang ada

3. Bukan kompetisi. Kecuali Anda ikut lomba foto, maka hunting foto bukanlah tentang menang dan kalah. Justru kegiatan ini dimaksudkan untuk saling berbagi dan sharing tentang berbagai hal terkait fotografi (atau hal lainnya). Bukan tentang menang-menangan atau bagus-bagusan kamera.  Jadi kenapa harus merasa kalah dan minder hanya karena kameranya lebih murah saja

Fokuslah pada kegiatan intinya, yaitu berburu foto. Kemudian, fokuslah juga pada mencari teman dan pengetahuan. Banyak sekali pengetahuan dan pengalaman yang dibagi oleh sesama rekan yang bisa membantu kita memperbaiki kemampuan.

Kalaupun ada yang meremehkan, abaikan saja. Buktikan dengan hasil karena fotografi adalah tentang hasil dan bukan kameranya. Tidak peduli sebagus apapun kamera, kalau hasil fotonya tidak bagus, ya tetap saja tidak bagus. Yang melihat justru akan lebih menghargai seseorang yang bisa membuat foto yang bagus dengan kamera murah.

Jadi, tidak masalah kalau ada rasa minder hadir saat melirik kamera mahal punya teman, tetapi cepat abaikan. Jangan sampai hal itu mengganggu fokus kita pada tujuan awal, yaitu menekuni fotografi.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?