Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Apa Beda Tukang Foto Dengan Fotografer?

Apa Beda Tukang Foto Dengan Fotografer?
Pantai Klara, Lampung 2018
Sebuah perdebatan panjang bisa terjadi karena pertanyaan kecil seperti ini. Tidak sedikit juga orang yang mau membahasnya secara panjang lebar dalam bentuk tulisan. Apa sih sebenarnya beda tukang foto dengan fotografer?

Pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dibahas sama sekali, hanya karena ego manusia dan hobi manusia untuk membuat kasta lah yang menyebabkan pertanyaan ini timbul.

Memang akan banyak sekali yang memprotes kalau dikatakan sama.

Tukang foto bagi banyak orang adalah mereka-mereka yang berkeliaran sambil menenteng kamera jenis murah di tempat wisata sambil menawarkan pada para turis untuk difoto. Mereka akan bertanya "Pak, Bu, dipotret yahg disana, bagus loh pemandangannnya". Dengan beberapa lembar uang sepuluh ribuan saja, jasa mereka sudah bisa dipergunakan.

Sedangkan, ketika kata fotografer yang muncul, maka bayangan sebuah studio ber-AC dengan perlengkapan pencahayaan yang komplit, dan juga kamera dan lensa yang mahal. Tarifnya pun berbeda dan tidak cukup dengan beberapa lembar 50 ribuan untuk mempergunakan jasanya.

Tetapi, sebenarnya, keduanya tidak berbeda sama sekali.

Baik fotografer dan tukang foto sama-sama menggunakan kamera dan keduanya memerlukan skill juga. Jenis kameranya mungkin berbeda, tetapi keduanya sama-sama memotret untuk merekam momen.

Keduanya menghasilkan foto juga.

Tidak ada bedanya.

Mengapa "kesan" yang ditimbulkan berbeda?

Jawabannya terletak pada kebiasaan manusia yang kerap membeda-bedakan manusia lainnya dari segi materi dan penampilan. Seorang yang menggunakan mobil Rolls Royce akan mendapat penghormatan dan kekaguman lebih banyak orang dibandingkan mereka yang hanya naik angkot. Padahal, keduanya tetap saja manusia dan keduanya sama-sama tidak pernah memberikan apapun kepada kita.

Kebiasaan manusia untuk membentuk kalangan eksklusif tersendiri adalah kunci yang menyebabkan lahirnya "kesan" berbeda ketika istilah "tukang foto" dan "fotografer" diucapkan.

Bukan kenyataannya.

Sesuatu yang hingga sekarang masih coba dipertahankan oleh sekelompok orang bahwa label fotografer adalah hanya untuk kalangan khusus saja. Karena kalau kata ini menjadi umum, maka mereka tidak akan dianggap sebagai kalangan eksklusif lagi.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?