Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Jika Anda Suka Memotret Makanan, Bisa Menghasilkan Uang Lo!

Jika Anda Suka Memotret Makanan, Bisa Menghasilkan Uang Lo!

Makanan + Fotografi = Duit, bisakah? Ya jelas bisa. Apa sih yang tidak bisa dijadikan duit di zaman sekarang. Terutama di tengah masyarakat yang sedang gemar-gemarnya berwisata dan kulineran. Peluang itu semakin terbuka.

Coba bayangkan saja berapa banyak tempat wisata kuliner di Indonesia? Banyak sekali dan tak terhitung jumlahnya. Mereka pasti harus melakukan promosi untuk mempertahankan atau memperbesar bisnisnya.

Dan, promosi sebuah usaha makanan tentu akan memerlukan foto dan gambar yang bagus untuk memancing minat orang.

Disitulah peran dari fotografer. Tidak semua orang bisa memotret makanan dengan baik dan menarik perhatin yang melihat. Oleh karena itu, biasanya mereka akan memanfaatkan jasa dari fotografer, yang tahu tentang cara mengambil foto yang baik untuk memotret produk yang mereka tawarkan, yaitu makanan dan minuman.

Mungkin Anda tidak menyadari bahwa hal itu sudah dilakukan sejak lama dan sudah ada genre tersendiri dalam dunia fotografi yang khusus menekuni pemotretan makanan, namanya Food Photography, alias Fotografi Makanan.

Para fotografer dari genre ini akan memadukan kreatifitas dan skill mereka dalam memotret dengan makanan untuk bahan promosi. Dan, tentunya jasa mereka tidak gratis dan akan dibayar oleh sang pemilik rumah makan atau produk itu.

Ujungnya, ya sang fotografer bisa mendapatkan uang. 

Salah satu fotografer khusus makanan bernama Lou Manna dari Amerika Serikat yang termasuk dalam salah satu dari 10 Food Photographer ternama di dunia. Ia meraup puluhan ribu dollar hanya dari memotret makanan saja.

Kalau melihat hasil karyanya, percayalah, walau hanya foto akan membuat kita yang melihat merasa lapar, haus, dan ingin mencicipi makanan dalam foto itu.

Jadi, jika Anda memang gemar memotret makanan, jangan sia-siakan keahlian itu. Terus kembangkan dengan pengetahuan dan teknik memotret makanan terbaru agar bisa menarik minat orang untuk mempergunakan jasa Anda.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?