Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Kangen Ingin Memotret Apa Adanya

Kangen Ingin Memotret Apa Adanya
Jalan MA Salmun Bogor 2014
Ada rasa kangen yang hadir saat melihat sisa-sisa file foto yang dijasilkan saat pertama kali menekuni blogging dan fotografi, sekitar 4 tahun yang lalu.

Sisa-sisa karena sebagian besar file aslinya hilang ketika notebook Toshiba yang dulu dipakai rusak berat dan tidak bisa dibetulkan lagi hard disknya. Banyak file foto yang tidak terselamatkan. Meskipun masih beruntung masih ada copynya dalam ukuran yang sudah diperkecil di laptop kantor.

Setidaknya hal itu mengingatkan kepada perjalanan ketika mulai menekuni dunia fotografi.

Ada perbedaan yang terasa antara dulu dan sekarang.

Dulu, saya memotret apa adanya. Maklum, saat itu kameranya hanya Xperia M saja, alias sebuah smartphone murah saja. Belum ada pengetahuan sedikitpun tentang teknik memotret, jadi apa yang terlihat menarik ya dijepret saja. Tidak peduli apakah garis horison-nya miring atau tidak, atau warnanya sesuai atau kacau beliau, dan yang pasti tidak peduli apakah ada bokeh atau tidak.

Berbeda dengan sekarang, walau belum mahir layaknya fotografer pro, saya kerap berusaha hanya memperlihatkan sisi keindahannya saja. Yang buruk sekalipun diusahakan dibuat lebih indah dari biasanya. Semakin berubah ketika sudah menguasai cara mengedit foto, segala seusatu diusahakan menjadi indah.

Sayangnya, hal itu seperti menghilangkan unsur "apa adanya". Saya tidak lagi merekam momen yang saya lihat, saya yang sekarang lebih berusaha untuk "melukis" apa yang ada di kepala, ide. Tidak selamanya apa yang saya lihat.

Mungkin karena itulah rasa kangen bisa kembali memotret apa adanya hadir di hati saat melihat foto-foto lama.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?