Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Memotret Di Siang Hari Itu Bisa Menyenangkan, Walau Cahayanya Terlalu Kuat

Memotret Di Siang Hari Itu Bisa Menyenangkan, Walau Cahayanya Terlalu Kuat

Meskipun bukan seorang fotografer profesional, saya cukup paham tentang teori betapa tidak menyenangkannya memotret di siang hari, apalagi kalau mengandalkan sumber cahaya alami, yaitu sinar matahari.

Cahayanya terlalu kuat dan keras. Kerap hal ini sangat merepotkan karena membuat fotonya cenderung menjadi overexposure alias terlalu terang.

Sayangnya, kadang tidak ada pilihan. Terutama, jika memotretnya saat berlibur dengan keluarga. Mereka pasti mengharapkan ada foto-foto yang isinya kenangan saat bersenang-senang disana.

Akhirnya, ya mau tidak mau. Walau seperti sudah bisa diduga, terjadi kerepotan dalam meminimalkan efek cahaya yang terlalu kuat, tetapi ternyata ujungnya menyenangkan juga.

Memotret Di Siang Hari Itu Bisa Menyenangkan, Walau Cahayanya Terlalu Kuat

Bukan karena hasil fotonya luar biasa bagusnya, tetapi karena hal lain, yaitu melihat senyum mereka yang kita sayangi melihat bahwa keceriaan mereka selama berada disana terekam.

Mereka tidak peduli apakah fotonya agak terlalu terang atau bahkan kurang tajam. Bahkan meskipun tidak seperti yang disarankan oleh para pakar fotografi, mereka tidak ambil pusing. Kurang tajam sedikitpun sudah bisa menghadirkan senyum di wajah mereka, meski tidak seperti lukisan dan mengundang decak kagum.

Dan, kalau dipikir lagi, bukankah itu fungsi utama memiliki kamera dan bisa mengoperasikannya? Maksudnya menghadirkan senyum dan kegembiraan?

Meski tidak seindah dan jauh dari kesempurnaan seperti yang dihasilkan oleh kamera full frame para fotografer senior, tetapi bukankah tetap bisa menghadirkan "sesuatu" yang berharga? Kebahagiaan dari mereka yang dipotret, kenangan yang tersimpan dan bisa dilihat, dan banyak hal lain yang akan selallu bisa diingat saat melihat foto itu.


Yah, mungkin karena kita terkadang terlalu berpikir ruwet dan sibuk dengan keinginan sendiri. Padahal, mungkin hal itu tidak perlu terus dilakukan. Selama kegembiraan dan kebahagiaan itu hadir di dalam hati, semua bisa terlihat indah dan bagus.


Itulah mengapa walau cahayanya terlalu kuat, memotret di siang hari tidak lah terlalu jelek. Meskipun, tetap saja fotonya terasa terlalu terang/overexposed, tetapi hasilnya "bagus" dalam arti yang berbeda.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?