June 2018 - Maniak Potret

Dunia Dari Mata Orang Iseng Dengan Kamera

Latest Update
Fetching data...

Wednesday, June 6, 2018

Luangkan Waktu Untuk Anakmu, Kawan! Jangan Sampai Menyesal

Luangkan Waktu Untuk Anakmu, Kawan! Jangan Sampai Menyesal
Lapangan Sempur 2017 - Foto Arya Fatin Krisnansyah
Anda sibuk bekerja untuk menafkahi keluarga? Wajar, sebagai orangtua memang itu salah satu tugas Anda, Kawan. tetapi, jangan pernah habiskan semuanya untuk bekerja dan karir, luangkan waktu untuk anakmu juga, kawan.

Bukan untuk mereka saja, tetapi juga untuk kita sendiri di masa depan. Ketika mereka pergi dan mendirikan keluarga mereka sendiri, maka hanya kenangan indah bersama mereka lah yang tersisa dan membantu kita untuk tersenyum melalui kesendirian.

Luangkan waktu untuk anakmu, Kawan! Untuk diri sendiri. Seperti yang para ayah dalam foto ini lakukan.

Luangkan Waktu Untuk Anakmu, Kawan! Jangan Sampai Menyesal
Lapangan Sempur 2017

Luangkan Waktu Untuk Anakmu, Kawan! Jangan Sampai Menyesal
Lapangan Sempur 2017 - Karya Arya Fatin Krisnansyah

Luangkan Waktu Untuk Anakmu, Kawan! Jangan Sampai Menyesal
Lapangan Sempur Bogor 2017 - Karya Arya Fatin Krisnansyah
Read More

Sunday, June 3, 2018

Memotret Punggung Orang Pun Bisa Menjadi Satu Opsi Dalam Memotret

Memotret Punggung Orang Pun Bisa Menjadi Satu Opsi Dalam Memotret
Trotoar Jalan Sudirman Kota Bogor 2017
Memotret dari depan, alias berhadapan dengan obyek bisa menjadi sebuah momen yang "mengerikan" , terutama jika yang menjadi obyeknya adalah orang yang tidak dikenal. Tetapi, sebenarnya tidak perlu terlalu takut karena mayoritas orang tidak berkeberatan dijadikan model sebuh foto. Dalam banyak kasus bahkan mereka dengan senang hati.

Tetapi, kalau tetap masih ada rasa tidak nyaman di hati, ya jangan lakukan. Cobalah dengan cara lain, seperti memotret punggung orang itu.

Tergantung dari komposisi dan ide yang hendak disampaikan, mengambil foto dari arah belakang obyek bisa tetap menghasilkan foto yang enak dilihat.

Dan, tentunya tanpa rasa "takut" hadir di dalam hati.
Read More

Nama Tidak Penting Bagi Seorang Fotografer

Nama Tidak Penting Bagi Seorang Fotografer
Bunga "Entah Apa Namanya" - Bogor 2017
Fotografer, kecuali yang profesional, adalah penganut paham "Apalah artinya sebuah nama" yang sangat taat. Nama kerap menjadi sesuatu yang menjadi paling akhir ditanyakan atau dicari.

Yang terpenting bagi mereka adalah warna, corak, dan bentuk yang menarik dan berkesesuaian yang enak dilihat mata. Oleh karena itu, tidak perlu bertanya tentang nama dari obyek yang dipotretnya, karena kemungkinan besar jawabannya adalah "Tidak tahu" dalam artian yang benar-benar tidak tahu dan malas untuk mencarinya.

Fotografer adalah makhluk visual.
Read More

Roda Itu Berputar Kadang di Atas Kadang di Bawah

Roda Itu Berputar Kadang di Atas Kadang di Bawah
Perlintasan Kereta Api Jalan Soleh Iskandar Bogor 2016
Kata pepatah roda itu berputar, kadang di atas kadang  di bawah. Dan, memang hal itu berlaku dalam kehidupan manusia.

Kadang ia berada di atas (sepeda), tetapi kadang juga berada di bawah (sepeda).
Read More

Karamba di Sungai Cipakancilan Bogor

Karamba di Sungai Cipakancilan Bogor
Deretan Karamba di  tepi sungai Cipakancilan Bogor - 2017
Alam itu baik kepada manusia. Ia menyediakan banyak hal yang mendukung kehidupan manusia di bumi. Bahkan, meskipun manusia kerap bertindak jahat kepadanya, alam tetap sabar dan masih memberi banyak.

Hal itu terlihat dimana bahkan di air yang coklat karena terkotori oleh banyak limbah kehidupan manusia, sungai tetap memberikan sumber nafkah bagi manusia-manusia yang tinggal di dekatnya.

Meski, sekarang sungai semakin sering marah. Mungkin ia tidak tahan lagi melihat keserakahan dan kecerobohan manusia terhadap dirinya.

* Karamba : alat untuk beternak ikan dengan memanfaatkan aliran sungai berbentuk kotak yang terbuat dari bambu.
Read More

Tidak Boleh Ada Diskriminasi Dalam Fotografi

Tidak Boleh Ada Diskriminasi Dalam Fotografi
Jalan Suryakencana Bogor saat festival Cag Go Meh Bogor Street Festival 2017

Tidak seharusnya ada diskriminasi dalam kehidupan manusia, apalagi yang namanya diskriminasi ras. Tidak boleh karena hal itu bertentangan dengan kodrat manusia yang sederajat dan sama rata hak dan kewajibannya.

Oleh karena itu, karena fotografi adalah bagian dari kehidupan manusia, maka bidang ini pun tidak boleh menganut paham diskriminasi. Mau kamera apapun yang dipakai, dan dipotret oleh siapapun, sebuah foto yang bagus haruslah tetap dikatakan bagus. Begitu juga untuk istilah fotografer, semua orang berhak dan boleh menggunakannya, bukan hanya kalangan yang bisa membeli kamera mahal saja yang boleh.

Tidak ada diskriminasi dalam dunia fotografi.
Read More

Jalanan Penuh Hal Menarik Untuk Difoto

Jalanan Penuh Hal Menarik Untuk Difoto
Jalan Sudirman-Lomba Drum Band Remaja 2017
Tidak seharusnya kamera dibiarkan tersimpan dalam lemari tidak terpakai. Kalau itu terjadi, maka kamera itu berarti sama sekali tidak berguna dan berfungsi. Kamera itu akan berguna kalau dipergunakan untuk merekam berbagai momen yang ada di dalam kehidupan.

Tidak perlu pusing mencari model dan obyek yang bisa dijadikan sasaran, jalanan penuh hal menarik yang bisa diabadikan dan kemudian diceritakan kepada orang lain.

Jadi, keluarkan kamera Anda dan kemudian pergilah berburu momen untuk dikisahkan kepada orang lain.
Read More

Kerja Bakti Untuk Kita Semua Jangan Pernah Abaikan

Kerja Bakti Untuk Kita Semua Jangan Pernah Abaikan
Bukit Cimanggu City, Bogor 2017
Kerja bakti bukanlah sebuah kegiatan sia-sia. Memang lumayan capek dan membuat pinggan sakit, kaki pegal, badan belepotan dan kotor, tetapi semua itu untuk diri kita sendiri.

Lingkungan tidak bisa membersihkan dan membenahi dirinya sendiri dan memerlukan campur tangan mereka yang tinggal di sekitarnya. Tanpa itu, lingkungan akan kotor dan terawat.

Jadi, jangan pernah abaikan undangan kerja bakti yang datang. Bukan demi siapa-siapa tetapi demi diri kita sendiri.

Kecuali, kita senang hidup di lingkungan yang kotor.

Read More

Menikmati Menjelang Car Free Day Bogor

Menjelang Car Free Day Bogor
Car Free Day Bogor 2018
Car Free Day, atau Hari Bebas Kendaraan biasanya rapat dan padat karena ribuan orang akan meluberi jalan atau lokasi yang dipakai. Hanya, kalau kita terbiasa bangun pagi dan datang lebih awal, maka kita akan sempat merasakan tujuan dan ide awal dari pelaksanaan hari bebas kendaraan itu.

Tanpa kebisingan dan tanpa keramaian yang terkadang justru mengganggu.
Read More

Upload Banyak Vs Sedikit - kuantitas Vs Kualitas?

Upload Banyak Vs Sedikit - kuantitas Vs Kualitas?
Bogor 2017
Sebuah pertanyaan yang selalu bergayut dalam benak seorang pengelola blog foto adalah harus upload banyak atau sedikit saja. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya juga ada di dalam pikiran banyak orang dalam berbagai hal.

Pertanyaan seperti ini biasanya hadir karena masalah yang tidak pernah kunjung selesai diperdebatkan, yaitu "Kuantitas vs Kualitas". Haruskah saya menekankan pada jumlah ataukah saya harus berfokus pada kualitas?

Ada banyak argumen dan pembahasan. Masing-masing punya massa pendukung sendiri yang kerap sangat militan dalam mendukung pandangannya. Tidak jarang dan tidak segan mereka akan berusaha menjatuhkan dan membuat pilihan lawan terlihat buruk dan tidak berguna. Yang penting adalah orang lain, terutama pemula akan berpihak kepadanya.

Yah, itulah dunia.

Semua orang akan mencoba menarik orang lain untuk ikut berkubu ke sisinya. Terkadang tidak peduli caranya seperti apa.

Padahal, sebenarnya, kedua opsi itu adalah tetap opsi, atau pilihan saja. Hanya dua dari ribuan opsi lain yang mungkin ada tetapi hanya didukung sebagian orang. Bukan sebuah kebenaran. Dan, setiap orang berhak memilih jalannya sendiri, yang manapun.

Seorang fotografer profesional yang menargetkan untuk membuat orang yang melihat karyanya tergerak untuk menggunakan jasanya, atau membeli fotonya, tentu saja akan memamerkan yang terbaik dari hasil karyanya. Ia akan berusaha "menyenangkan" dan membuat kesan yang bagus. Oleh karena itu, ia akan sangat ketat memilah foto-foto hasil karyanya.

Yang buruk dibuang dan ia hanya akan menampilan yang "terbaik" saja.

Tidak heran kalau kemudian di website-webiste portofolio yang mereka kelola, terkadang hanya ada beberapa foto saja. Hal itu wajar saja karena demi kepentingan menggapai "ketenaran" yang diinginkan, mau tidak mau ia harus memberi kriteria yang ketat dalam memilih foto-fotonya.

Rugi besar bagi namanya kalau ia kemudian memamerkan foto yang "biasa" saja atau "jelek".

Tetapi, berbeda dengan seorang blogger biasa, yang tidak memiliki "kepentingan" dan "menargetkan" sesuatu saat memotret, kecuali mendapatkan kesenangan. Karena tujuannya berbeda, maka standar penilaiannya juga tidaklah seketat para fotografer profesional. Selama ia menyukai foto yang dibuatnya, maka ia akan menampilkannya tanpa peduli apakah orang lain akan suka atau tidak.

Berbeda bukan pola pikirnya?

Kenyataannya, memang begitu adanya. Tampilan sebanyak mungkin atau sedikit saja tetapi "berkualitas" adalah dua opsi yang lahir dari tujuan dan target yang berbeda. Lalu, untuk apa diperdebatkan?

Tidak ada gunanya juga, selain pemuasan ego saja.

Jalani saja apa yang kamu pilih dan biarkan orang lain memilih jalannya sendiri.

Saya memilih mengupload foto sebanyak mungkin. Tidak begitu peduli penilaian orang lain terhadap karya saya. Jelek atau bagus, itu hak mereka untuk menilai. Yang saya ingin lakukan hanyalah bercerita sebanyak mungkin tentang kehidupan yang saya lihat dan rekam dengan kamera.

Itu saja.
Read More

Tidak Bisa Sembarangan Foto Untuk Blog Foto Harus Dipilih Dan Dipilah

Tidak Bisa Sembarangan Foto Untuk Blog Foto Harus Dipilih Dan Dipilah
Bogor 2017

Kemarin, kalau tidak salah sih memang baru kemarin, saya membaca pada sebuah blog yang membahas tentang tutorial blogging mengajarkan cara membuat sebuah blog foto atau photoblog.

Tidak ada sesuatu yang aneh, kecuali sebuah kalimat yang intinya mengatakan "Tidak perlu takut untuk memasang sebuah foto yang jelek sekalipun, toh itu blog sendiri dan bagus atau jelek itu relatif. Belum lagi biasanya penampilan foto dalam sebuah blog foto akan tertunjang oleh template yang dipergunakan."

Sesuatu yang memang memotivasi para pemula untuk tidak terlalu membebani diri untuk berusaha menampilkan foto-foto ala fotografer terkenal saja. Para pemula harus berani menampilkan apa adanya sesuai dengan kemampuan fotografinya masing-masing.

Tidak salah. Sama sekali tidak salah. Memang sikap mental yang harus dimiliki sebagai seorang pemula, baik dalam bidang fotografi ataupun sebagai blogger. Tidak perlu terlalu peduli dengan apa kata orang dan jalani saja apa yang menjadi passion.

Dengan begitu, perjalanan blogging dan fotografinya akan menjadi menyenangkan karena tidak membawa beban berlebih.

Meskipun demikian, hanya sekedar dugaan, hal itu mungkin akan tertangkap oleh banyak orang bahwa upload saja foto apa saja ke photoblog. Bagus atau tidak urusan nanti. Biarkan saja orang yang menilai.

Sesuatu yang mungkin akan salah dimengerti.

Tidak bisa begitu juga cara membangun sebuah blog foto. Tetap harus ada hal-hal standar yang harus dilakukan dalam hal mengupload foto. Tidak bisa hanya sekedar jepret dan kemudian upload. Mau miring atau tidak jelas, yang penting upload.

Tidak bisa begitu.

Bagaimanapun, seorang manusia akan punya rasa dalam dirinya tentang sesuatu yang pantas atau tidak untuk diperlihatkan, rasa keindahan. Memang sifatnya relatif dan pribadi, setiap orang akan berbeda batasannya, tetapi semua orang punya.

Dan, seharusnya rasa keindahan inilah yang harus menjadi patokan untuk memilih dan memilah foto yang akan tayang di blog foto yang kita miliki. Sebuah foto yang menurut hati kita bagus, ya pasang dan tampilkan, tetapi kalau dirasa jelek, ya jangan.

Tetap harus ada usaha untuk mencari yang terbaik dari apa yang kita punya untuk diperlihatkan kepada orang lain.

Bukan berarti sembarangan.

Dan, apa yang diajarkan sang blogger tutorial, janganlah dipandang bahwa membuat blog foto harus dilakukan tanpa mengindahkan apa-apa dan cukup mengupload foto apapun. Tidak bisa begitu juga .

Layaknya seorang manusia, kita tetap harus berusaha memberikan dan menampilkan yang terbaik kepada khalayak.
Read More

Saturday, June 2, 2018

Memotret Jalanan

Memotret Jalanan Dan Kehidupan Di Dalamnya
Bogor 2018
Memotret jalanan itu menyenangkan. Bukan hanya disana ada banyak leading line, si garis bantu yang bisa dipergunakan, tetapi juga karena begitu banyaknya hal yang tidak terduga di dalamnya.

Disana ada kehidupan. Juga ada keindahan. Tetapi, juga ada keruwetan.

Tidak bisa diduga hasilnya. Terlalu banyak kemungkinan yang tidak bisa diprediksi di muka.
Read More

Bukan Hanya Rumah Yang Perlu Disapu

Bukan Hanya Rumah Yang Perlu Disapu
Jalan Pemuda, Bogor 2018
Semua tempat harus dibersihkan kalau mau nyaman. Iya kan? Karena itulah rumah atau kantor harus disapu setiap hari supaya siapapun yang berada di dalamnya tidak merasa risih karena sampah dan kotoran berceceran dimana-mana.

Tetapi, bukan hanya rumah saja yang perlu disapu. Jalan pun harus juga dibersihkan bukan karena takut ada benda-benda yang bisa mengganggu kendaraan, tetapi karena bisa menghalangi calon pembeli datang.

Mungkin itu yang ada di benak penjual bubur di jalanan ini saat mengayunkan sapu lidinya di salah satu jalan Kota Bogor ini.
Read More