Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Pengganggu Saat Memotret #1 : Mobil Dan Klaksonnya

Pengganggu Saat Memotret #1 : Mobil Dan Klaksonnya

Memotret itu sama saja dengan banyak pekerjaan lainnya, butuh fokus dan konsentrasi. Berlaku untuk pemegang kamera dan juga modelnya. Kurangnya Aqua..eh konsentrasi jelas akan membuat hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

Dan, masalahnya, ketika memotret di jalanan atau tempat wisata, gangguan itu sering hadir tanpa disangka-sangka.

Seperti contohnya beberapa waktu lalu, saat iseng bersama kawan lama mencoba melakukan beberapa sesi pemotretan di Kebun Raya Bogor.

Tentunya, untuk menghindari gangguan, dipilih lah tempat yang diperkirakan sesepi mungkin dimana orang tidak banyak lalu lalang, di sekitar Taman Meksiko. Tepatnya di jalan yang melintas salah satu taman tematik di kebun botani pertama di Asia Tenggara itu.

Sepi memang.

Tetapi, saya lupa, bahwa mobil diperkenankan berlalu lalang di dalam kebun raya itu. Dan, tidak menyangka ketika kamrea sudah terarah, dan sang model sudah bergaya. Sebuah mobil muncul dan klaksonnya berbunyi.

Hasilnya, ya sang model terkejut dan langsung bergerak. Pada saat bersamaan, jari saya menekan shutter release.

Cuma bisa nyengir saja melihat hasilnya. Jelek? May be tetapi jadi agak lucu melihat ekspresi modelnya yang terekam dalam kamera.

Itulah yang menjadikan sebuah pengalaman saat melakukan sesi pemotretan. Perhatikan bukan saja model, perlengkapan, atau setting kamera.

Pelajari juga situasi sekitar dan kebiasaannya. Hal itu untuk meminimalkan gangguan yang bisa merusak konsentrasi semua orang.

Meskipun demikian, mungkin saya setengah berharap kalau gangguan terduga itu bisa terulang. Karena dengan begitu bisa mendapatkan foto yang "lucu" dan benar-benar natural dari ekspresi model yang terkejut.

Lebih menarik sebenarnya daripada versi resminya.

Lucu.

Popular posts from this blog

Dua Fungsi Utama Fotografi

Membuat Foto Hitam Putih Dengan Photoscape

Tips #5 : Mana Yang Lebih Baik Canon, Fuji, atau Nikon? Tips Membeli Kamera

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Apa Itu Bokeh ? MENGAPA membuat Foto dengan background blur?