Posts

Showing posts from February 18, 2018

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Memotret di Stasiun Itu Menyenangkan, Cuma Pak Satpamnya Itu Lho

Image
Sebagai seorang penggemar fotografi jalanan, stasiun kereta api adalah salah satu tempat yang paling menjanjikan. Disana tersedia banyak obyek berupa orang lalu lalang, bentuk-bentuk simetris yang membentuk leading line, dan tentunya beberapa stasiun memiliki gaya arsitektur kuno yang sangat bagus dijadikan latar belakang.

Jadi, memotret di stasiun itu menyenangkan.

Sayangnya ada satu hal yang tidak menyenangkan. Pak Satpamnya itu lo..Nggak nahan.

Pak satpam, yang sekarang namanya PKD (Petugas Keamanan Dalam) sering memperlihatkan wajah curiga, terutama kalau kita membawa kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex). Pandangannya kerap membuat tidak nyaman. Tidak jarang pula dilanjutkan dengan pertanyaan apakah sudah ada izin atau belum untuk memotret di stasiun.

Sebelumnya bahkan memotret dengan kamera smartphone pun juga dilarang, tetapi perkembangan kemajuan teknologi pada akhirnya membuat aturan memotret dilonggarkan.

Cukup bisa dimengerti kalau meeka hanya melaksanakan tugas yang di…

Mengapa Fotografer Sebaiknya Punya Blog ?

Image
Zaman sekarang untuk memamerkan hasil karya foto itu sangat mudah. Banyak sekali media sosial yang bisa dipergunakan seperti Facebook, Instagram atau Flickr. Kemudahannya dan potensi sebuah foto untuk mendapatkan perhatian sangat besar disana. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi seseorang yang ingin membangun citra dirinya sebagai fotografer. Media sosial bisa menjadi sarana yang mudah dan murah untuk hal itu.

Meksipun demikian, tetap saja rasanya, setidaknya pendapat saya, seorang fotografer sebaiknya punya blog atau website personal.

Bukan tanpa alasan dan mengada-ada, tetapi memperhatikan bagaimana cara kerja media sosial, ada beberapa hal yang membuat sebuah blog bisa memberikan nilai tambah lebih bagi perkembangan seorang fotografer, seperti :

Blog Sebagai Galeri Online Memang dibandingkan dengan media sosial, blog tidak menyediakan fasilitas yang memungkinkan seorang fotografer berinteraksi langsung dengan audiensnya. Butuh waktu untuk hal itu supaya bisa terjadi dan terbangu…

Haruskah Seorang Fotografer Selalu Menekankan Keindahan Dibandingkan Cerita ?

Image
Beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah thread di Komunitas Fotografi Indonesia, Facebook, seorang member menuliskan bahwa gelar fotografer adalah untuk mereka yang berjuang untuk menampilkan keindahan pada hasil karya mereka. Lebih lanjut katanya, gelar itu tidak layak disandang oleh mereka yang hanya sekedar bisa memotret.

Sebuah pernyataan yang menghentak pikiran.

Memang terlihat biasa saja dan mungkin sekali akan banyak orang mengamininya. Tetapi, bagi saya sendiri disana ada sebuah kesombongan, eksklusivitas, dan sedikit chauvinisme.

Bagaimana dengan mereka yang menekuni fotografi jurnalistik? Sebutan apa yang harus diberikan untuk mereka. Jarang sekali foto-foto karya para jurnalis foto yang menggugah selera dan memukau mata. Kebanyakan dari hasil karya mereka adalah cerita tentang sebuah momen saja.

Jauh dari indah.

Pertanyaan lanjutan timbul, haruskah seorang fotografer menekankan sisi keindahan karyanya dibandingkan cerita yang terkandung di dalam sebuah foto?

Kenyataannya, f…

Polwan Selfie Itu Manusiawi dan Bukan Masalah Kalau Tahu Batasnya

Image
Memang sih, bisa dimengerti kalau Pak Tito Karnavian prihatin melihat banyaknya polwan selfie dan kemudian memamerkannya di media sosial. Orang nomor satu itu tentunya melihat dari sudut pandang seorang pimpinan yang khawatir kalau anak buahnya terlalu sibuk berselfie ria dan melalaikan tugas. Ia juga tentunya khawatir kalau ada pelanggaran etika yang bisa memberi nama buruk pada korps yang dipimpinnya.

Wajar.

Sama wajarnya juga dengan para polwan yang melakukan selfie itu sendiri. Bagaimanapun, polwan (polisi wanita) juga manusia. Tentunya, mereka juga butuh hiburan, kegembiraan, dan juga tampil layaknya wanita (dan pria) lainnya.

Apalagi, banyak juga polwan masa kini yang memiliki paras wajah cantik, manis, dan enak dilihat. Masyarakat pun suka melihatnya. Hal ini juga membantu terbentuknya sisi humanis korps kepolisian dan membantu menumbuhkan kedekatan dengan masyarakat.

Jadi, polwan selfie bukanlah sebuah masalah besar, walau keprihatinan boss mereka pun bisa dimengerti.

Yang te…

Keuntungan Memotret di Pagi Hari

Image
Orangtua zaman dulu punya sebuah pepatah "Jangan bangun siang, nanti rezekinya keburu dipatuk ayam". Begitu katanya, walau sebenarnya itu rezekinya si ayam dan dia tidak merampas rezeki siapapun. Hanya saja, pepatah ini menekankan bahwa bangunlah sepagi mungkin dan kemudian bekerja keraslah, seringkali "kesempatan" akan hadir bagi mereka yang mau berusaha lebih keras.

Ternyata, bagi seorang fotografer atau penggemar fotografi , pepatah itu pas sekali diterapkan dalam kehidutpan. Paling tidak bagi penggemar fotografi jalanan atau mereka yang menyukai pemotretan di luar ruangan atau outdoor. Ada banyak keuntungan memotret di pagi hari yang bisa membantu dalam menghasilkan sebuah foto yang bagus.

Tidak percaya?

Kenyataannya begitu. Banyak fotografer senior dan terkenal pun menyarankan untuk melakukan pemotretan di pagi hari karena hal-hal berikut :

1. Cahaya matahari yang lembut
Sinar matahari di pagi hari berbeda dengan siang hari. Cahayanya lebih lembut dan tidak s…

Maniak Potret Berubah Nama

Image
Sudah cukup lama juga tidak mampir ke blog yang satu ini. Padahal, saya sangat suka fotogafi, tetapi karena kesibukan yang menyita waktu, sulit untuk bisa secara konsisten menyediakan waktu untuk menulis disini.

Tetapi, tahun sudah berganti. Sudah saatnya Maniak Potret kembali mendapatkan sentuhan pemiliknya. Paling tidak, supaya blog ini tidak menjadi "kuburan" di dunia maya yang tidak terurus.

Sebagai tanda keseriusan (mudah-mudahan bisa kontinyu), saya memutuskan untuk memberikan nama baru. Jika sebelum ini masih menggunakan kata "blogspot.com" di belakangnya, sekarang tidak lagi. Kata "blogspot" nya dihilangkan dan hanya www.maniakpotret.com.

Silakan coba sendiri kalau tidak percaya.

Juga, akan ada sedikit perubahan dalam isinya. Jika, sebelumnya cukup banyak tulisan berbau teori dan tutorial, ke depannya mungkin akan lebih kepada berbagi pengalaman dan juga cerita yang dipungut selama menjelajahi jalanan. Maklum lah, namanya juga fotografer jalanan.