Posts

Showing posts from March 4, 2018

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Penggemar Fotografi Bisa Membantu Memperkenalkan Kesenian Tradisional Indonesia

Image
Banyak budayawan Indonesia yang merasa sangat khawatir dengan situasi yang ada belakangan ini. Ratusan kesenian dan budaya tradisional Indonesia menghilang dan punah ditelan derasnya budaya asing. Mereka mengkhawatirkan bahwa suatu waktu , anak-anak Indonesia generasi mendatang tidak akan lagi bisa melihat keluhuran berbagai seni budaya asli bangsa ini.

Sebuah situasi yang memang mengkhawatirkan karena puluhan dan bahkan ratusan seni budaya tradisional Indonesia seperti hanya menunggu waktu untuk tenggelam ditelan zaman.

Oleh karena itulah, semua warga negara Indonesia seharusnya bisa ikut turun serta untuk mencegah hal itu bisa terjadi. Intinya ada pada bangkitnya kesadaran bahwa seni budaya asli Indonesia itu sama menariknya dengan seni budaya yang masuk ke Indonesia. Bahkan, bisa dikata memiliki banyak kelebihan.

Masalah utamanya adalah promosi atau penyebaran informasi tentang berbagai kesenian dan budaya yang ada di negeri ini masihlah kurang. Bagaimanapun di zaman "now&quo…

Semakin Lama Tidak Memotret Semakin Tumpul Kemampuan Fotografi Kita

Image
Menekuni dunia fotografi pada dasarnya tidak berbeda dengan kalau kita menekuni bidang lainnya, seperti olahraga, pekerjaan, atau berbahasa. Sama sekali tidak berbeda. Butuh konsistensi baik untuk mengembangkan diri atau bahkan sekedar mempertahankan yang ada.

Tidak ada yang bisa dicapai tanpa kemauan untuk terus belajar, berlatih dan berusaha mengembangkan diri sendiri. Dan, hal itu adalah sebuah proses yang kontinyu dan harus terus berlanjut sepanjang masa kalau kita tidak mau kehilangan kemampuan yang kita miliki.

Hal itu bisa dirasakan kalau kita lama tidak memotret, hampir pasti ketika kita hendak memulainya lagi, segala sesuatunya terasa berat. Tangan seperti sulit untuk mengatur kamera, mata menjadi tidak terbiasa untuk menemukan obyek menarik atau bahkan menilai situasi darimana arah datangnya cahaya.

Semuanya terasa berat dan sulit.

Hal ini menunjukkan adanya penurunan kemampuan. Kita seperti menjadi tumpul dan kerap malah tidak tahu apa yang harus diperbuat.

Bila hal ini te…

Karakter Tiap Lensa Beda : Pahami dan Jangan Abaikan

Image
Berapa lensa yang Anda punya? Saya hanya punya 3 saja untuk Canon700D kesayangan, yaitu si lensa kit 18-55 mm, lensa zoom 55-250 mm, dan si pembuat bokeh Canon fix 50 mm STM. Harap maklum dana yang tersedia untuk menyalurkan hobi memang diperketat karena banyak kebutuhan lain yang perlu diperhatikan daripada memuaskan hasrat memotret saja.

Itu saja sudah bikin pusing. Bukan uangnya, alhamdulillah sudah terlunasi semuanya, tetapi karena seringkali lupa kalau karakter tiap lensa itu beda. Jadi, cara penggunaannya pun tidak bisa sama.



Beberapa hari yang lalu, di ajang Cap Go Meh Bogor 2018, saya merasakan betapa pentingnya mengerti ,memahami, dan mengingat karakter yang dipunyai setiap lensa. Beberapa "shoots" yang diambil terbuang percuma karena "lupa" jenis lensa yang sedang dipergunakan.

Biasanya, saat hunting foto, saya lebih mengandalkan pada si 55-250 mm karena walaupun bokehnya tidak sebagus si fix 50 mm, tetapi fitur auto-focus sangat cepat. Hal itu sangat mem…

Mencoba GIMP - Perangkat Lunak Untuk Mengedit Image Gratis

Image
Tidak setenar Adobe Photoshop atau Lightroom, tetapi ternyata software (perangkat lunak) untuk mengedit image/foto yang satu ini lumayan juga. Namanya GIMP - GNU Image Manipulation Program atau dengan kata lain program untuk memanipulasi image/foto.

Software ini adalah open source alias berlisensi bebas dan gratis. Boleh dipergunakan secara bebas tanpa dikenakan biaya apapun. Bentuknya adalah program yang dijalankan di komputer (desktop dan notebook).

Versi yang bisa didownload saat tulisan ini dibuat adalah versi 2.8.


Isinya ternyata lumayan dalam artian cukup lengkap. Lebih lengkap dari Photoscape. Di dalamnya terdapat berbagai macam fitur yang tidak berbeda dengan yang terdapat pada Photoshop.

Fitur-fitur standar untuk mengedit foto seperti membuat foto menjadi hitam putih, cropping, straightening, mengatur brightness dan contrast, lengkap ada disini dan juga disediakan berbagai opsi untuk tiap fiturnya. Ditambah dengan kemampuan untuk memanipulasi obyek atau warna juga disediakan…

Leskofi : Lembaga Sertifikasi dan Kompetensi Fotografi

Image
Sepertinya sebentar lagi, profesi fotografer tidak lagi menjadi profesi yang berada pada antara ada dan tiada. Kehadiran sebuah lembaga baru bernama LESKOFI (Lembaga Sertifikasi dan Kompetensi Fotografi) adalah salah satu tonggak yang akan mengarah pada peresmian fotografer sebagai sebuah profesi.

Disebut ada atau tiada aalah karena kenyataan di lapangan profesi fotografer sudah dilakukan banyak orang. Banyak sekalu studio foto yang bertebaran di seluruh Indonesia. Belum lagi mereka yang melakukannya secara part timer. 

Tetapi, tidak ada standar yang bisa dipakai masyarakat menilai apakah sebuah studio foto memiliki fotografer yang sangat mahir, cukup mahir, atau tidak mahir. Jadi, masyarakat harus meraba-raba yang mana fotografer yang bagus dan yang tidak. Mirip dengan memilih kucing dalam karung.

Padahal, sebuah profesi harus memiliki standar minimum yang jelas tentang bagaimana pekerjaan di sebuah bidang harus dilaksanakan. Dalam banyak bidang, pengakuan terhadap keahlian melaksana…

Perlukah Ikut Kursus Fotografi Untuk Menjadi Fotografer Handal ?

Image
Perlukah? Atau tidak perlu? Yang mana kira-kira pilihan Anda kalau diajukan pertanyaan seperti judul di atas. Perlukah ikut kursus fotografi untuk menjadi fotografer yang handal? Fotografer yang bisa menghasilkan foto "kelas dunia" dan akan selalu diingat orang banyak.

Tentunya jawabannya akan sangat beragam dalam hal ini. Terus terang, kalau saja uang saya berlimpah mungkin ikut kursus fotografi adalah salah satu hal yang paling ingin saya lakukan.

Ada beberapa hal yang saya harapkan bisa didapat dari mengikuti "pendidikan formal" dalam dunia fotografi yang diadakan oleh fotografer berpengalaman dan sudah teruji kemampuannya. Tentunya akan banyak sekali teori yang bisa dirangkum dengan berada di kelas khusus tentang cara memotret ini.

Paling tidak, sebuah kelas fotografi akan memberikan pembelajaran yang lebih terarah dibandingkan dengan belajar secara otodidak (belajar sendiri).

Biasanya dalam kelas/kursus ini sudah pasti metode pembelajarannya sudah tersusun den…

Banyak Follower Tidak Tulis di Instagram

Image
Kesannya gimana giut yah kalau melihat judulnya? Tetapi, memang begitulah pandangan saya terhadap media sosial yang sedang ngetren ini. Kenyataannya memang banyak follower tidak tulus di Instagram.

Mereka tidak benar-benar ingin mengikuti "story" atau foto yang kita hasilkan. Ada maksud lain saat mereka mengikuti kita.


Beberapa hari lalu, setelah selesai hunting foto di ajang Cap Go Meh Bogor 2018 atau Bogor CGM Street Festival, ada puluhan foto tersimpan di dalam SD Card si Canon 700D kesayangan.

Kemudian Instagram menjadi pilihan saya untuk memamerkan hasil karya tersebut. Tujuannya memang bukan untuk sekedar mencari follower, tetapi lebih kepada memperkenalkan Bogor kepada dunia luar.

Memang, selain sebagai "street photographer", saya adalah seorang blogger yang mengelola blog khusus tentang Kota Hujan, Bogor. Tujuannya memang untuk memperlihatkan Bogor kepada masyarakat dalam dan luar negeri.

Penggunaan Instagram hanyalah salah satu alat untuk mempromosikan ked…

Cahaya Dari Built In Flash Dapat Menyebabkan Obyek Memejamkan Mata Kalau Jaraknya Terlalu Dekat

Image
Built in Flash atau lampu kilat bawaan akan ada pada sebuah kamera digital masa kini. Perlengkapan ini sangat berguna untuk memotret di malam hari atau saat kurang cahaya. Meskipun demikian, terkadang penggunaan flash saat memotret justru membuat foto terlihat tidak bagus, karena cahaya yang dikeluarkannya terlalu keras dan cenderung membuat foto justru menjadi over-exposed.

Selain itu ada satu hal lain yang kurang menyenangkan pada saat menggunakan flash saat memotret. Mata obyek, manusia, biasanya akan terpejam ketika sinar menyambar. Sesuatu yang naluriah dilakukan manusia kalau ada lontaran cahaya yang terlalu kuat mengenai matanya.

Hal itu terjadi beberapa waktu yang lalu saat "meliput" alias "hunting foto" di acara tahunan Bogor, yaitu CGM Bogor Street Festival atau Cap Go Meh Bogor. Acara yang berlangsung mencapai puncaknya di malam hari antara pukul 08-09.00.

Menyenangkan melihatnya, tetapi bagi saya tidak. Situasi yang sangat padat dengan ribuan penonton d…

Ingin Belajar Memotret Orang Tak Dikenal Tanpa Takut Kena Marah?

Image
Seiring dengan semakin mewabahnya smartphone, perkembangan "street photography" atau fotografi jalanan juga meluas ke berbagai kalangan. Banyak masyarakat awam yang tertarik untuk ikut menekuni genre ini.

Sayangnya, mereka kadang terhambat oleh satu hal, yaitu rasa takut memotret orang tak dikenal karena takut kena marah. Padahal, salah satu inti atau penunjang utama dari genre ini adalah keberanian untuk melakukan hal ini.

Padahal, sebenarnya tidak juga. Masyarakat Indonesia, dan kalau melihat perkembangan di luar negeri pun, cukup bisa menerima kalau mereka dijadikan sasaran kamera. Kalaupun ada yang tidak suka, biasanya mereka tidak akan memaki-maki. Tindakan yang paling sering dilakukan untuk menunjukkan penolakan mereka sebatas mengangkat tangan atau merengut.

Tidak pernah ada pengalaman lebih dari itu yang saya alami saat berburu foto di jalanan.


Tetapi, kalau memang masih sulit untuk bisa melakukannya tanpa rasa takut, ada satu hal yang mungkin bisa mengurangi rasa kh…