Posts

Showing posts from March 11, 2018

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Mengedit Foto Itu Perlu Kesabaran dan Ketelitian

Image
Pepatah orang Barat mengatakan "No Free Lunch" alias tidak ada makan siang gratis. Semua ada harga yang harus dibayar di dunia ini. Begitu juga dalam fotografi.

Untuk mengedit foto juga ada harganya yang sering tidak terlihat. Yang melihat mungkin tidak pernah membayangkan perjuangan di balik layar bagaimana dan apa yang harus dikorbankan oleh seorang fotografer saat melakukan proses pengeditan foto.

Terus terang, selain harga softwarenya ada lagi yang harus dikeluarkan, yaitu waktu, tenaga, dan pikiran.

Memang, banyak yang mengatakan dan menyarankan untuk mempergunakan berbagai pre-set, paket setting yang sudah tersedia di dalam software. Tetapi, terkadang, pre-set yang ada tidak sesuai dengan ide dan imajinasi yang ada di kepala. Bisa juga editing yang perlu dilakukan hanyalah hal-hal kecil saja, seperti mempertajam gambar atau membuat salah satu bagian foto lebih jelas. Dan, biasanya hal ini tidak tersedia dalam pre-set yang ada.

Salah satunya adalah foto di atas.

Foto a…

Foto Jangan Hanya Disimpan di Hard Disk

Image
Di zaman digital seperti sekarang, ongkos untuk memotret menjadi sangat murah. Memang betul bahwa harga kamera, walau sudah semakin terjangkau, tetap saja masih lumayan mahal. Tetapi, setelah itu biaya yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah foto hampir tidak ada lagi. Kecuali, biaya kopi, minum, dan makan saat hunting foto, tentunya tetap ada.

Selebihnya, benar-benar hampir tidak ada.

Tidak seperti di masa lalu, dimana untuk memotret harus membeli "film". Kemudian, untuk melihat hasilnya, perlu pergi ke toko cuci cetak foto dan tentunya tidak gratis sama sekali.

Biaya-biaya seperti itu sudah tidak lagi diperlukan di masa sekarang. Cukup jepret saja, beberapa saat kemudian (dalam hitungan detik) hasilnya sudah bisa dilihat. Kalau memang mau, bisa dicetak, tetapi kalau tidak dibiarkan saja di SD card atau dipindahkan ke hard disk komputer.

Sayangnya, kebiasaan baru itu juga menyebabkan banyak sekali foto yang hanya menjadi "pemakan" tempat saja. Banyak foto yang …

Obyek Sederhana Pun Bisa Menjadi Indah Di Tangan Fotografer Handal

Image
Banyak orang mengira bahwa untuk menghasilkan sebuah foto yang indah dan enak dilihat maka obyeknya haruslah selalu "wah" dan sesuatu yang yang luar biasa. Tidak sedikit yang berpikir bahwa apa yang difoto lah yang menjadi penting.

Padahal, sebenarnya tidak demikian.

Yang terpenting dalam menghasilkan foto yang indah adalah apa yang ada di kepala yang memotret. Banyak sekali fotografer handal yang hanya memotret obyek-obyek sederhana saja, seperti wajah orang, pemandangan, bunga, binatang dan bahkan makanan.

Mereka berhasil merubah sesuatu yang biasa menjadi "luar biasa" di mata yang melihat.

Kemampuan sang fotografer lah yang membuat hal ini bisa terjadi. Kemampuan untuk menemukan sudut pandang terbaik. Kemampuan untuk menggunakan cahaya untuk memperindah obyeknya. Kemampuan untuk menemukan titik tercantik dari obyek. Kemampuan untuk mengatur setting kamera yang tepat untuk menampilkan kecantikan dan keindahan obyeknya.

Kesemuanya itu yang berperan dalam menghasi…

Fitur Red-Eye Reduction Tidak 100% Mengurangi Mata Merah

Image
Mata merah pada hasil foto adalah salah satu hasil yang mungkin terjadi di kala memotret di malam hari dengan menggunakan flash/lampu kilat. Biasa terjadi karena mata manusia memang akan memantulkan spektrum merah saat terkena kilatan cahaya. Biasanya hasil fotonya memang kurang enak karena mata obyeknya (terutama manusia) akan "menyeramkan" seperti vampir.

Itulah mengapa pada kamera digital masa kini ada fitur Red-Eye Reduction atau fitur untuk mengurangi mata merah pada hasil foto di malam hari.

Nah, biasanya, banyak orang akan berpikiran bahwa dengan menggunakan fitur ini, sudah pasti masalah "mata merah" akan terselesaikan.

Sebenarnya, tidak. Kata reduction dalam fitur ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti "mengurangi". Ya, hanya mengurangi saja dan bukan seratus persen menghilangkan kemungkinan terjadinya efek itu. Kalau menghilangkan, mungkin nama fiturnya Red-Eye Eliminator.

Kenyataannya, seorang fotografer memang harus tetap memperhitungka…

Belajar Mengedit Foto Itu Perlu, Tetapi Jangan Berlebihan

Image
Mengedit foto itu bukanlah sesuatu yang haram. Memang, banyak fotografer dan penggemar fotografi menganggap kalau tindakan mengedit foto itu sebagai sebuah tindakan curang dan tidak sesuai dengan etika fotografi. Padahal, sebenarnya tidak demikian adanya.

Banyak fotografer kawakan di masa lalu, saat kamera masih analog, melakukan yang namanya mentusir alias memperbaiki foto dalam bentuk negatif sebelum kemudian mencetaknya. Hal itu menunjukkan bahwa usaha untuk melakukan modifikasi pada foto sudah dilakukan sejak lama.

Bedanya, jika di masa lalu dilakukan secara manual, di masa digital pada masa kini, semua bisa dilakukan dengan mudah dengan seperangkat komputer atau gadget saja.

Jadi, bisa dikata mengedit foto adalah bagian dari fotografi itu sendiri. Tidak terpisahkan.

Oleh karena itu, belajar mengedit foto bisa dikata merupakan sebuah hal yang "hampir wajib" dilakukan setiap orang yang bergelut di bidang fotografi.

Hanya, terkadang keinginan manusia akan kesempurnaan itu…

Foto Jelek ? Jangan Menyalahkan Kamera dan Lensa

Image
Hal yang paling mudah saat sebuah kesalahan dilakukan adalah dengan mencari kambing hitam untuk disalahkan dan dijadikan penyebabnya. Apalagi, kalau yang menjadi kambing hitam itu tidak bisa melawan, membantah, atau bahkan berbicara, seperti kamera dan lensa.

Sebuah hal yang sangat umum dalam dunia fotografi adalah ketika hasil foto jelek, maka seringkali yang ditunjuk sebagai biang keladinya adalah peralatannya. Lensanya kurang bagus lah. Kameranya bukan kamera full frame lah. Auto-focusnya kurang cepatlah. Dan, masih banyak lagi alasan lain yang intinya bukan fotografernya yang salah, tetapi peralatannya.

Memang enak tenan.

Sayangnya, sikap mental seperti ini adalah salah satu penghambat utama seorang fotografer untuk maju.

Sikap mental menyalahkan peralatan adalah bentuk dari penolakan kenyataan bahwa dirinya tidak mampu membuat foto yang bagus. Padahal, perbaikan dan tindakan koreksi untuk kemajuan hanya bisa ditemukan dan diterapkan kalau yang berbuat kesalahan menerima dulu kes…