Posts

Showing posts from March 18, 2018

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Ungu si Warna Janda

Image
Kata orang "Ungu" adalah warna "Janda". Entah darimana asalnya penyematan nama warna terhadap status seorang wanita berasal.


Hanya kenyataannya, warna ungu pun bisa seperti janda menarik dalam menarik perhatian lawan jenis. Bisa sama memikatnya, seperti jika warna itu ada pada sekelompok Anggrek Bulan, Puspa Pesona Indonesia.

(Editing : GIMP / GNU Image Manipulation Program)

Putih dan Hitam Cukup Untuk Menampilkan Keindahan

Image
Terkadang tidak perlu banyak warna untuk menampilkan keindahan. Putih dan Hitam saja dengan sedikit tambahan warna lain kerap sudah cukup untuk menghadirkan rasa di dalam hati yang melihat.

Paling tidak itulah yang terjadi ketika melihat Anggrek Bulan, salah satu Puspa Nasional Indonesia.

(Editing : GIMP/GNU Image Manipulation Program)

Suatu Pagi Di Stadion Pakansari Bogor

Image
Ada satu alasan mengapa para fotografer selalu disarankan untuk bangun pagi. Bukan saja untuk mengejar rejeki supaya tidak dipacok ayam, tetapi juga karena disana ada yang namanya Golden Hours, yaitu saat-saat dimana sinar matahari masih lembut dan tidak terlalu keras menyinari obyek.

Dan satu lagi, yaitu langit biru yang kerap menampakkan diri, apalagi kalau hujan baru selesai turun. Penampakannya akan sangat membantu memberikan nuansa yang bagus bagi sebuah foto.

Hunting Foto Terselamatkan Smartphone

Image
Tahukah Anda situasi seperti apa yang paling mengenaskan bagi seorang fotografer? Jawabannya, sedang semangat memotret dan sudah berada di lokasi pemotretan, tetapi tidak bisa memotret karena baterai kamera habis.

Itulah yang saya alami hari ini.

Rencananya, pagi ini, saya hendak hunting foto, ritual mingguan untuk mengisi beberapa blog yang saya kelola juga, salah satunya Lovely Bogor, yang bercerita tentang berbagai hal tentang kota ini.

Semangat rasanya setelah sempat beberapa minggu vakum karena satu dan lain hal. Si Canon 700 D sudah siap bahkan sebelum saya mandi. Kendaraan andalan, si Supra Fit keluaran tahun 2006 juga sudah standby.

Dan, berangkatlah saya.

Hanya butuh 15 menit untuk mencapai lokasi pertama, yaitu Monumen Helikopter di Lanud Atang Sanjaya.

Setelah memarkir motor di minimarket terdekat, dan sempat berbincang sejenak dengan tukang parkirnya, bak fotografer profesional,saya mondar mandir kesana kemari. Mencari sudut pemotretan yang pas, begitu saran dari para pak…

Fungsi Utama Photo Editing Software Adalah Memperbaiki Foto

Image
Banyak kesalahpahaman tentang fungsi utama Photo Editing Software, seperti Photoship dan GIMP. Kebanyakan membayangkan bahwa kegunaan kedua perangkat lunak ini adalah membuat segala sesuatu menjadi sempurna, cantik, dan ganteng.

Sebenarnya tidak demikian.

Mungkin bagi para seniman digital, hal itu benar adanya, tetapi bagi seorang fotografer fungsi utama Photo Editing Software adalah untuk memperbaiki foto.

Di lapangan, para fotografer rentan melakukan kesalahan, seperti kesalahan mengatur shutter speed dan membuat fotonya menjadi terlalu cerah dan terang seperti foto di atas. Padahal, bisa jadi foto itu bagus secara komposisi dan aperturenya.

Lalu, apa yang harus dilakukan>? Didelete sayang karena kebanyakan momen susah diulang, apalagi bagi fotografer jalanan yang tidak mungkin ada momen yang sama.

Disanalah peran software-software tersebut. Mereka bisa memperbaiki tingkat kecerahan dan beberapa detail agar foto-foto itu lebih enak dilihat.

Beberapa perbaikan kecil pada foto di …

Perlu Banyak Latihan Untuk Mengedit Foto

Image
"Gampang. Nanti tinggal diedit saja fotonya biar lebih bagus" .Pernyataan itu banyak diucapkan masyarakat awam kalau sedang memotret. Memang tersedianya berbagai perangkat lunak untuk memperindah foto dalam berbagai jenis membuat banyak orang berpikir semua bisa diperbagus dengan melakukan foto editing.

Padahal, tidak demikian sebenarnya. Bagi pecinta fotografi, menggunakan photo editing software bukan berarti sekedar memakai berbagai efek praktis yang sudah disediakan. Mereka menginginkan lebih dari itu dan bukan sekedar asal-asalan saja. Apalagi kebanyakan efek yang disediakan aplikasi terbatas dan banyak yang tidak sesuai dengan pengembangan ide.

Dan, itu tidak mudah sama sekali.

Foto di atas adalah salah satu screenshoot dari usaha untuk melakukan editing pada sebuah foto. oto ini pernah dipajang di "Mempersiapkan Kamera".

Dalam ukuran kecil 640 X 480, hal ini tidak terlihat dan tertutup, tetapi dalam ukuran lebih besar 1024 x 800, terlihat sekali hasil editan…

Sinar Matahari Itu Menyehatkan

Image
Sinar matahari itu menyehatkan. Mengandung vitamin D untuk menguatkan tulang. Jadi, mengapa harus menunggu di kabin ber-AC.

Apalagi siapa tahu ada bidadari yang turun dari langit dan mau menemani naik kereta ke Jakarta.

(Edisi Hitam Putih)

Permainan Anak-Anak Tanpa Warna

Image
Hanya permainan anak-anak saja. Khusus anak wanita, pria mainannya berbeda. Tidak ada yang istimewa.

Hanya, bisakah Anda menemukan ada berapa boneka yang tanpa warna dalam foto di atas? Bisa diklik supaya lebih besar tampilannya.

(Edisi : Selective color)

Mempersiapkan Kamera

Image
Bukan hanya fotografer yang harus mempersiapkan kamera sebelum acara dimulai. Kameraman, atau juru kamera juga harus melakukannya, kalau tidak mau diomeli atasan.

Untungnya, kamera fotografer lebih ringkas dan bisa dipergunakan lebih cepat sehingga bisa merekam kegiatan koleganya di bidang video itu.

(Edisi Selective Color)

Tidak Semua Ingat Untuk Membawa Payung

Image
Bogor itu Kota Hujan. Begitulah julukannya karena frekuensi hujan di wilayah ini sangat sering dan air bisa turun dari langit secara tiba-tiba meski di musim kemarau.

Payung adalah benda yang "wajib" dibawa saat bepergian disana. Sayangnya, tidak semua orang mematuhi aturan tak tertulis itu.

(Percobaan membuat efek "Selective Color" dengan GIMP)

Apakah Semua Foto Digital Perlu Diedit?

Image
Sebuah pertanyaan yang selalu menghantui para fotografer atau penggemar fotografi di seluruh dunia. Haruskah saya mengedit foto? Ataukah menampilkannya begitu saja kepada khalayak?

Pertanyaan yang sebenarnya mudah, tetapi sekaligus susah untuk dijawab karena tergantung pada tujuan dan kepentingan yang memotret.

Bila tujuannya hanya sebagai kenang-kenangan berwisata ke sebuah tempat, maka tidak perlu repot-repot mengedit foto. Inti dari "keindahan" foto ada di hati Anda dan orang-orang yang bersama-sama bersuka ria selama perjalanan wisata itu. Tidak butuh pengeditan apapun, saat melihat foto akan hadir sebuah rasa, "Gembira", "Bahagia".

Berbeda jika tujuan utama Anda mendapatkan LIKE di media sosial, berarti Anda harus memperhitungkan selera mereka yang melihat. Ada target yang hendak dikejar, walaupun sekedar emoticon "jempol" atau "hati" penanda yang melihat menyukainya.

Jawaban perlu tidaknya sebuah foto diedit dengan Photoshop ata…

Memotret Itu Mudah, Yang Membuatnya Sulit Namanya KEINGINAN

Image
Kata siapa memotret sulit. Mudah sekali kok. Siapapun bisa melakukannya apalagi di zaman digital seperti sekarang. Setiap orang punya kamera dan bahkan dibawa kemana-mana setiap hari. Bahkan, ke WC sekalipun tetap dibawa. Benar kan?

Merekam momen dengan kamera tidaklah sesulit yang diduga banyak orang. Cukup arahkan kamera ke arah obyek yang diinginkan, dan kemudian tekan tombol shutter. Hasilnya akan bisa dilihat segera.

Dan, itu namanya sudah memotret, sesuatu yang menjadi inti dunia fotografi. Inti, dan tanpa kegiatan ini maka tidak akan ada yang namanya fotografi.

Tetapi, mengapa banyak orang berpandangan bahwa fotografi itu sulit?

Alasannya sederhana sebenarnya dan berkaitan dengan karakter manusia. Namanya "KEINGINAN".

Dulu, memotret adalah sarana untuk merekam momen, merekam satu bagian dari kehidupan. Gunanya untuk memperlihatkan kepada orang lain, kondisi di suatu saat di masa lampau.

Tetapi, kemudian hadir keinginan agar fotonya dipuji banyak orang. Jadilah orang …

Sepertinya Perlu Menjadi 1/2 Fotografer 1/2 Seniman Digital

Image
Entahlah, sebuah pertanyaan besar di zaman digital seperti sekarang ini, mampukah seorang fotografer bertahan dan menonjol hanya dengan mengandalkan kamera dan kemampuannya memotret saja.

Kalau diperhatikan "semua" foto yang mengundang decak kagum yang melihat sudah melalui yang namanya "post-processing", alias proses sesudah foto keluar dari kamera. Setiap foto yang bagus sepertinya sudah mendapat sentuhan tambahan via Photoshop atau berbagai photo software editing lainnya.

Sepertinya sulit untuk seorang fotografer "murni", apalagi yang hanya mengandalkan kamera dengan "cropped sensor" untuk bisa mengimbangi kemampuan para fotografer yang juga mahir menggunakan Photoshop.

Bahkan, zaman pun sudah mendorong para fotografer untuk tidak lagi 100% bergantung pada kameranya untuk bisa mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Jadi, sepertinya memang tidak ada jalan lain lagi bagi para fotografer selain harus meninggalkan idealisme fotografi adalah tent…