Posts

Showing posts from June 3, 2018

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Luangkan Waktu Untuk Anakmu, Kawan! Jangan Sampai Menyesal

Image
Anda sibuk bekerja untuk menafkahi keluarga? Wajar, sebagai orangtua memang itu salah satu tugas Anda, Kawan. tetapi, jangan pernah habiskan semuanya untuk bekerja dan karir, luangkan waktu untuk anakmu juga, kawan.

Bukan untuk mereka saja, tetapi juga untuk kita sendiri di masa depan. Ketika mereka pergi dan mendirikan keluarga mereka sendiri, maka hanya kenangan indah bersama mereka lah yang tersisa dan membantu kita untuk tersenyum melalui kesendirian.

Luangkan waktu untuk anakmu, Kawan! Untuk diri sendiri. Seperti yang para ayah dalam foto ini lakukan.



Memotret Punggung Orang Pun Bisa Menjadi Satu Opsi Dalam Memotret

Image
Memotret dari depan, alias berhadapan dengan obyek bisa menjadi sebuah momen yang "mengerikan" , terutama jika yang menjadi obyeknya adalah orang yang tidak dikenal. Tetapi, sebenarnya tidak perlu terlalu takut karena mayoritas orang tidak berkeberatan dijadikan model sebuh foto. Dalam banyak kasus bahkan mereka dengan senang hati.

Tetapi, kalau tetap masih ada rasa tidak nyaman di hati, ya jangan lakukan. Cobalah dengan cara lain, seperti memotret punggung orang itu.

Tergantung dari komposisi dan ide yang hendak disampaikan, mengambil foto dari arah belakang obyek bisa tetap menghasilkan foto yang enak dilihat.

Dan, tentunya tanpa rasa "takut" hadir di dalam hati.

Nama Tidak Penting Bagi Seorang Fotografer

Image
Fotografer, kecuali yang profesional, adalah penganut paham "Apalah artinya sebuah nama" yang sangat taat. Nama kerap menjadi sesuatu yang menjadi paling akhir ditanyakan atau dicari.

Yang terpenting bagi mereka adalah warna, corak, dan bentuk yang menarik dan berkesesuaian yang enak dilihat mata. Oleh karena itu, tidak perlu bertanya tentang nama dari obyek yang dipotretnya, karena kemungkinan besar jawabannya adalah "Tidak tahu" dalam artian yang benar-benar tidak tahu dan malas untuk mencarinya.

Fotografer adalah makhluk visual.

Roda Itu Berputar Kadang di Atas Kadang di Bawah

Image
Kata pepatah roda itu berputar, kadang di atas kadang  di bawah. Dan, memang hal itu berlaku dalam kehidupan manusia.

Kadang ia berada di atas (sepeda), tetapi kadang juga berada di bawah (sepeda).

Karamba di Sungai Cipakancilan Bogor

Image
Alam itu baik kepada manusia. Ia menyediakan banyak hal yang mendukung kehidupan manusia di bumi. Bahkan, meskipun manusia kerap bertindak jahat kepadanya, alam tetap sabar dan masih memberi banyak.

Hal itu terlihat dimana bahkan di air yang coklat karena terkotori oleh banyak limbah kehidupan manusia, sungai tetap memberikan sumber nafkah bagi manusia-manusia yang tinggal di dekatnya.

Meski, sekarang sungai semakin sering marah. Mungkin ia tidak tahan lagi melihat keserakahan dan kecerobohan manusia terhadap dirinya.

* Karamba : alat untuk beternak ikan dengan memanfaatkan aliran sungai berbentuk kotak yang terbuat dari bambu.

Tidak Boleh Ada Diskriminasi Dalam Fotografi

Image
Tidak seharusnya ada diskriminasi dalam kehidupan manusia, apalagi yang namanya diskriminasi ras. Tidak boleh karena hal itu bertentangan dengan kodrat manusia yang sederajat dan sama rata hak dan kewajibannya.

Oleh karena itu, karena fotografi adalah bagian dari kehidupan manusia, maka bidang ini pun tidak boleh menganut paham diskriminasi. Mau kamera apapun yang dipakai, dan dipotret oleh siapapun, sebuah foto yang bagus haruslah tetap dikatakan bagus. Begitu juga untuk istilah fotografer, semua orang berhak dan boleh menggunakannya, bukan hanya kalangan yang bisa membeli kamera mahal saja yang boleh.

Tidak ada diskriminasi dalam dunia fotografi.

Jalanan Penuh Hal Menarik Untuk Difoto

Image
Tidak seharusnya kamera dibiarkan tersimpan dalam lemari tidak terpakai. Kalau itu terjadi, maka kamera itu berarti sama sekali tidak berguna dan berfungsi. Kamera itu akan berguna kalau dipergunakan untuk merekam berbagai momen yang ada di dalam kehidupan.

Tidak perlu pusing mencari model dan obyek yang bisa dijadikan sasaran, jalanan penuh hal menarik yang bisa diabadikan dan kemudian diceritakan kepada orang lain.

Jadi, keluarkan kamera Anda dan kemudian pergilah berburu momen untuk dikisahkan kepada orang lain.

Kerja Bakti Untuk Kita Semua Jangan Pernah Abaikan

Image
Kerja bakti bukanlah sebuah kegiatan sia-sia. Memang lumayan capek dan membuat pinggan sakit, kaki pegal, badan belepotan dan kotor, tetapi semua itu untuk diri kita sendiri.

Lingkungan tidak bisa membersihkan dan membenahi dirinya sendiri dan memerlukan campur tangan mereka yang tinggal di sekitarnya. Tanpa itu, lingkungan akan kotor dan terawat.

Jadi, jangan pernah abaikan undangan kerja bakti yang datang. Bukan demi siapa-siapa tetapi demi diri kita sendiri.

Kecuali, kita senang hidup di lingkungan yang kotor.

Menikmati Menjelang Car Free Day Bogor

Image
Car Free Day, atau Hari Bebas Kendaraan biasanya rapat dan padat karena ribuan orang akan meluberi jalan atau lokasi yang dipakai. Hanya, kalau kita terbiasa bangun pagi dan datang lebih awal, maka kita akan sempat merasakan tujuan dan ide awal dari pelaksanaan hari bebas kendaraan itu.

Tanpa kebisingan dan tanpa keramaian yang terkadang justru mengganggu.

Upload Banyak Vs Sedikit - kuantitas Vs Kualitas?

Image
Sebuah pertanyaan yang selalu bergayut dalam benak seorang pengelola blog foto adalah harus upload banyak atau sedikit saja. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya juga ada di dalam pikiran banyak orang dalam berbagai hal.

Pertanyaan seperti ini biasanya hadir karena masalah yang tidak pernah kunjung selesai diperdebatkan, yaitu "Kuantitas vs Kualitas". Haruskah saya menekankan pada jumlah ataukah saya harus berfokus pada kualitas?

Ada banyak argumen dan pembahasan. Masing-masing punya massa pendukung sendiri yang kerap sangat militan dalam mendukung pandangannya. Tidak jarang dan tidak segan mereka akan berusaha menjatuhkan dan membuat pilihan lawan terlihat buruk dan tidak berguna. Yang penting adalah orang lain, terutama pemula akan berpihak kepadanya.

Yah, itulah dunia.

Semua orang akan mencoba menarik orang lain untuk ikut berkubu ke sisinya. Terkadang tidak peduli caranya seperti apa.

Padahal, sebenarnya, kedua opsi itu adalah tetap opsi, atau pilihan saja. Hanya dua dari …

Tidak Bisa Sembarangan Foto Untuk Blog Foto Harus Dipilih Dan Dipilah

Image
Kemarin, kalau tidak salah sih memang baru kemarin, saya membaca pada sebuah blog yang membahas tentang tutorial blogging mengajarkan cara membuat sebuah blog foto atau photoblog.

Tidak ada sesuatu yang aneh, kecuali sebuah kalimat yang intinya mengatakan "Tidak perlu takut untuk memasang sebuah foto yang jelek sekalipun, toh itu blog sendiri dan bagus atau jelek itu relatif. Belum lagi biasanya penampilan foto dalam sebuah blog foto akan tertunjang oleh template yang dipergunakan."

Sesuatu yang memang memotivasi para pemula untuk tidak terlalu membebani diri untuk berusaha menampilkan foto-foto ala fotografer terkenal saja. Para pemula harus berani menampilkan apa adanya sesuai dengan kemampuan fotografinya masing-masing.

Tidak salah. Sama sekali tidak salah. Memang sikap mental yang harus dimiliki sebagai seorang pemula, baik dalam bidang fotografi ataupun sebagai blogger. Tidak perlu terlalu peduli dengan apa kata orang dan jalani saja apa yang menjadi passion.

Dengan be…