Posts

Showing posts from October 7, 2018

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Untuk Menjadi Fotografer Pro Butuh Lebih Dari Sekedar Skill Memotret

Image
Sudah berapa ribu jam Anda habiskan untuk berlatih memotret dan menghasilkan karya yang memukau? 1000? 2000? atau 10000 jam? Bagaimana hasilnya, sudah bagus kah dan sudah mendapat berapa puluh ribu LIKE di Instagram? Berapa pengikut Anda? 100 ribu?

Nah, apakah setelah Anda sukses di semuanya itu, foto luar biasa bagus, ratusan ribu LIKE sudah dikantungi, dan ratusan ribu follower sudah diraup di media sosial, Anda sudah langsung menjadi fotografer pro (profesional)?

Jawabnya, BELUM. Dengan huruf besar.

Sama sekali belum. Anda tetaplah hanya fotografer amatir atau penggemar fotografi saja. Jauh sekali dari yang namanya fotografer profesional.

Yakin? Sangat yakin dalam hal ini. Meski kemampuan saya memotret pasti di bawah Anda, kalau sudah begitu, tetap Anda  belum menjadi fotografer pro.

Alasannya sederhana saja.

Pro atau profesional berasal dari kata profesi. Profesi sendiri adalah sebuah bidang pekerjaan yang ditujukan untuk menghasilkan "uang". Profesional berarti sudah m…

Beda Pelukis Dan Fotografer - Dalam Hal Titik Startnya

Image
Konyol yah terdengarnya. Anak kecil pun tahu beda pelukis dan fotografer. Yang pertama menggunakan kanvas dan kuas untuk menghasilkan karyanya. Yang terakhir menggunakan kamera. Hasil karyanya yang satu berupa lukisan dan yang lain berupa foto.

Belum ditambah dengan orangnya yang beda dan namanya juga beda. Jelaslah keduanya adalah hal yang berbeda.

Jadi, bolehlah kalau mau tertawa jika ditanya yang seperti ini.

Hanya, sebenarnya ada satu perbedaan mendasar, secara filosofi, yang membedakan dua profesi yang menghasilkan karya visual. Perbedaan inilah yang menghasilkan pendekatan yang bertolak belakang saat menghasilkan karyanya.

Ungkapan bernada filosofis ini dikemukakan oleh Darren Rowse, seorang blogger dan seorang fotografer juga. Ia memiliki dua buah blog sukses dalam kedua bidang itu. Yang satu Problogger yang membahas mengenai blogging/ngeblog dan yang satu lagi Digital photography School, tentunya di bidang potret memotret.

Ia mengatakan perbedaan mendasar dari pelukis dan fot…

Bingung Mencari Obyek Foto? Jangan!

Image
Banyak orang yang berkeliling dengan kamera di tangan, paling tidak kamera smartphone, tapi tidak menghasilkan sebuah foto pun. Alasan klasiknya adalah karena mereka bingung mencari obyek foto yang bisa dijadikan sasaran.

Klasik. Entah sudah berapa puluh orang yang saya kenal mengemukakan alasan seperti itu. Kurang bisa diterima sebenarnya. Rasanya seharusnya hal itu tidak mungkin terjadi.

Kok bisa bingung, padahal Tuhan sudah menganugerahkan bumi beserta isinya untuk manusia. Di dalamnya ada paling tidak 6 milyar orang, entah berapa banyak tanaman, juga tidak terhitung bangunan, hewan, dan masih banyak benda lain yang tidak bisa disebutkan.

Dunia tidak selebar celana kolor.. eh daun kelor.

Luas sekali.

Jadi, jelas sekali tidak mungkin tidak ada obyek yang bisa dijadikan sasaran kamera. Yakin banget soal itu sih.

Tapi, kenyataannya, hal itu sering terjadi kan?

Salah satu penyebabnya adalah karena pikiran kebanyakan orang terbelenggu dengan pandangan bahwa

obyek foto itu harus tempat y…

Masa Sih Fotografi Hobi Yang Mahal?

Image
Yang bener? Masa sih Anda masih berpendapat fotografi hobi yang mahal? Serius masih berpandangan demikian?

Kalau pandangan ini dkemukakan tahun 1970-1990-an, masih sangat bisa dimengerti. Harga kamera saat itu masih mahal sekali dan sulit terjangkau oleh kalangan umum. Belum ditambah dengan keharusan membeli negatif film yang harganya lumayan juga. Makin merobek kantung ketika untuk melihat hasilnya harus dicetak dulu, dan ongkosnya sangat tidak murah, terutama bagi yang gajinya pas-pasan.

Itu dulu.

Kalau sekarang?

Oh, pasti merujuk pada kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) atau Mirrorless? Memang lumayan harganya. Tetapi, jangan lupa kalau ada berbagai kelas kamera. Kalau memang yang ditunjuk kamera kelas Full Frame, ya memang mahal sekali. Belum lensanya yang tidak kalah mahal.

Cuma, coba saja lihat kelas entry level, atau pemula, sekelas Canon D1300 atau Nikon D3300, sudah DSLR loh, dan harganya sama dengan harga ponsel kelas menengah juga. Jangan lupakan juga ada kelas kamera…