Posts

Showing posts from October 14, 2018

Kemajuan Teknologi Membuat Fotografi Mendekati Seni Lukis

Image
Mungkin terdengar mengada-ada mencoba menyamakan fotografi dengan seni lukis. Dan, sebenarnya tidak ada niat untuk membuatnya menjadi sama. Keduanya adalah bidang yang berbeda satu dengan yang lain.

Meskipun demikian, perkembangan teknologi kamera dan juga aplikasi pengedit citra, suka tidak suka, mau tidak mau mendorong fotografi mempersempit jarak dengan saudaranya dalam hal menghasilkan image atau gambar, yaitu seni lukis.

Seni lukis biasanya bermula dari kanvas kosong yang kemudian diisi dengan gambaran dari apa yang tergambar di benak pelukisnya. Meskipun ada orang atau benda yang dijadikan model, tetapi apa yang terlihat pada kanvas sebenarnya adalah cerminan dari apa yang dilihat oleh pelukis dari modelnya.

Bukan seratus persen modelnya sendiri.

Pelukis pemandangan tidak melukis sesuatu yang benar-benar sama dengan lanskapnya sendiri. Yang dilukisnya adalah gambaran keindahan yang ada di otaknya.

Disana terselip berbagai ide dan perasaan pelukisnya.

Sekarang bandingkan saja de…

Template Untuk Blog Foto Itu Ternyata Susah Dicari

Image
Jujur saja, kalau Anda merasa tidak nyaman melihat template di blog foto ini, saya akan maklum. Sebenarnya, rasanya masih kurang sreg memakai template yang sepertinya dibuat untuk menggunakan lebih banyak teks.

Idealnya, menurut saya, template blog foto itu harus bisa memberikan penekanan lebih pada fotonya dibandingkan teks. Kalau di blog biasa, teks adalah utama dan image sebagai pelengkap, seharusnya di blog foto harus dibalik. Foto atau image sebagai kunci dan teks pelengkap.

Sayangnya, setelah mencoba berbagai template, mulai yang gratisan sampai yang premium, hasilnya tetap tidak bisa memuaskan.

Hasilnya, ya sudah, pakai saja template yang ada.

Memang tidak nyaman sih, tetapi daripada harus terus mencari dan waktu terbuang hanya untuk membuat tampilan blog sesuai selera, maka yang ada saja yang dipakai.

Template ini bernama Viomagz, buatan seorang master blogging Indonesia, Mas Sugeng. Cari deh namanya via Google kalau memang mau.

Fotografi Jalanan : Genre Untuk Orang Miskin? Makanya Fotografer Pun Harus Banyak Membaca

Image
Terhenyak juga membaca sebuah tulisan di sebuah blog yang membahas fotografi. Kaget dan langsung lah dahi berkerut ketika membaca salah satu bagian yang menyebutkan bahwa salah satu alasan orang melakukan "street photography" atau fotografi jalanan adalah karena "minim peralatan".

Kata penulisnya seperti screenshoot di bawah ini.

Kaget juga membacanya. Di zaman dengan internet dimana-mana, masih saja ada orang yang tenggelam dalam kungkungan pemikiran bahwa "fotografi itu adalah tentang alat yang dipakai"/ Padahal, sudah ribuan tulisan dibuat para pakar bahwa fotografi itu lebih dari sekedar alat yang dipakai.

Tulisan itu seperti mengatakan bahwa fotografi jalanan adalah genre untuk orang miskin yang tidak punya peralatan. Mungkin yang dimaksud adalah seperti tripod, kamera mahal, filter, dan banyak lagi lainnya. Jadi fotografi jalanan adalah untuk orang yang baru saja punya kamera.

Mungkin dalam benak penulisnya ada gambaran ideal bahwa yang namanya fot…