2019 - Maniak Potret

Dunia Dari Mata Orang Iseng Dengan Kamera

Latest Update
Fetching data...

Sunday, May 26, 2019

4 Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal


Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal

Salah satu cara paling umum dalam belajar fotografi, terutama secara otodidak, adalah dengan berkunjung ke website atau blog foto milik fotografer terkernal. Contohnya, website Darwis Triadi, Darren Rowse dengan Digital Photography School, atau banyak blog lain yang sudah terkenal. Disana memang banyak sekali tips dan trik serta tutorial yang menjelaskan bagaimana membuat foto yang memukau.

Dan, memang banyak sekali pengetahuan yang bisa didapat dari sana.

Sayangnya, terkadang ada efek negatif juga hadir dalam diri seseorang setelah itu. Ada rasa minder alias rendah diri yang langsung terselip di dalam hati. Mau tidak mau, di blog-blog foto terkenal itu memang dipajang berbagai hasil karya yang kerap membuat orang ternganga karena keindahannya.

Jeleknya lagi, setelah kita mencoba berbagai tips dan triknya, ternyata hasilnya masih jauh dari apa yang diharapkan. Foto-foto kita masih saja terkesan jelek dibandingkan apa yang kita lihat disana.

Minder, rendah diri, merasa bodoh, tidak jarang langsung nongol tak tertahankan. Padahal, perasaan seperti ini justru menghambat perkembangan seorang fotografer pemula untuk beranjak maju.

Percayalah, saya pernah merasakan hal itu. Sampai sekarang pun sering rasa itu masih timbul.

Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal

Nah, untuk mengatasi rasa rendah diri itu, yang mau tidak mau harus diatasi, caranya sebenarnya tidak sulit, walau tidak mudah. Yang perlu dilakukan hanyalah menerima beberapa fakta saja, seperti :

Experience Does Matter : Pengalaman Menentukan

Fotografi adalah skill dan dalam sebuah skill, pengalaman seseorang di bidangnya sangat berpengaruh besar terhadap keahlian yang dimilikinya.

Orang-orang di belakang website atau blog foto terkenal itu jelas sudah berpengalaman di bidang fotografi selama bertahun-tahun. Bahkan ada yang sudah puluhan tahun.

Jadi, jangan coba bandingkan hasil sendiri yang baru bergelut di dunia fotografi selama beberapa tahun dengan mereka yang sudah lama. Jelas tidak sebanding. Lagipula, bukankah alasan kita berkunjung ke website/blog itu adalah untuk menimba ilmu? Mereka guru, kita murid.

Terima kenyataan ini dan jangan mencoba membandingkan. 

Gears Are Decisive : Peralatan Menentukan

Fotografer berpengalaman biasanya memperlengkapi diri mereka dengan peralatan terbaik (dan mahal). Peralatan dalam hal ini bukan hanya kamera, tetapi juga lensa, tripod, dan berbagai aksesori lainnya.

Belum lagi kelas kamera yang dipergunakan adalah high-end punya atau kelas atas dan diperlengkapi lensa seri L.

Dan, kebanyakan foto pada website atau blog foto milik fotografer terkenal, hampir semuanya dibuat dengan peralatan seperti ini.

Jangan coba bandingkan dengan kita yang masih bergelut memakai Canon 1400D atau Nikon D3300, alias kelas low-end. Hasilnya jelas beda.

Meski memang kamera bukanlah segalanya, tetapi bayangkan saja hasil foto dari seseorang yang memiliki kombinasi peralatan canggih dan skill mumpuni. 

Berat untuk mengimbangi. Terima kenyataan bahwa foto Anda akan sulit mengimbangi yang terpampang di website-website itu.

Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal


Profesional (Ahli) Vs Amatir

Website atau blog foto terkenal biasanya dikelola oleh mereka-mereka yang hidup dan bergelut di dunia fotografi. Full time.

Oleh karena itu, mereka memang harus berbekal dan mengandalkan keahlian mereka. Tidak jarang mereka memiliki latar belakang pendidikan yang menunjang, seperti lulusan jurusan fotografi atau seni rupa.

Jangan bandingkan dengan kita yang kebanyakan masih amatir dan berbekal kemampuan yang didapat dari belajar sendiri.

Foto-fotonya Sudah Diedit

Hampir semua foto yang dipajang di blog goto blog foto terkenal sudah dikurasi atau diedit dengan berbagai cara. Jadi, kalau memang mau mencoba meniru, jangan hanya pada sisi fotografinya saja, tetapi kita juga harus belajar pengeditan fotonya juga.

Jadi, percuma saja memaksakan untuk memotret sesuai teori dan mencoba menghasilkan foto yang sama dengan yang ada di blog-blog itu karena semuanya sudah tidak 100% asli keluar dari kamera.



Yang perlu dilakukan untuk mengatasi rasa rendah diri seperti ini adalah dengan mengingat tujuan Anda berkunjung ke blog foto seperti itu, yaitu untuk BELAJAR.

Pelajari saja apa yang diajarkan disana, dan kemudian coba terapkan.

Jangan langsung minder dan kemudian tidak lagi membaca karena hasilnya malah lebih buruk lagi. Teruskan membaca berbagai tutorial disana dan coba terapkan dalam kehidupan fotografi kita.

Lakukan, lagi, lagi, dan lagi. Berulangkali.

Inti dari kemajuan dalam semua hal adalah belajar dan terus berusaha memperbaiki diri. Jangan berhenti hanya karena merasa minder melihat karya para fotografer terkenal. Jadikan mereka inspirasi dan tempat menggali ilmu.

Buang saja minder dan rendah dirinya ke tempat sampah.
Read More

[GIMP #3] Fitur FREE SELECT Untuk Memilih Bidang Yang Bentuknya Tidak Beraturan

[GIMP #3] Fitur FREE SELECT Untuk Memilih Bidang Yang Bentuknya Tidak Beraturan
Vap Go Meh Bogor 2017
Fitur FREE SELECT adalah fitur pada GIMP (GNU Image Manipulation Program) yang disediakan untuk memilih bidang yang bentuknya "tidak beraturan". Maksudnya bidang yang bentuknya tidak berbentuk persegi (Rectangle) atau bulat (Ellipse).

Sebagai contoh, foto, atau tepatnya image di atas memakai efek selective color alias hanya satu bagian saja yang berwarna, sisanya tidak. Untuk membuatnya, kita harus bisa memisahkan bagian tersebut sebelum kemudian menjadikan sisanya hitam putih.

Masalahnya, bentuk lampion atau lentera pada foto itu tidak persegi, artinya kita tidak bisa memakai RECTANGLE SELECT, juga tidak bulat/bundar yang berarti ELLIPSE SELECT tidak berarti.

Baca juga : :


Lalu, bagaimana memilih bidang dengan bentuk seperti itu? Jawabannya adalah fitur FREE SELECT.

Fitur ini memberikan kebebasan pengedit foto untuk memilih bidangnya sendiri. Ia bisa mengikuti garis-garis lengkung atau bentuk apapun.

Caranya adalah seperti langkah-langkah di bawah ini.

1 Pilih foto yang akan diedit (sebagai contoh , image kotak-kotak di bawah ini akan diedit memakai selective color)


2. Klik Menu TOOLS akan keluar drop down berisi sub menu

3. Pilih Free Selects. Kursor akan berubah menjadi gabungan kursor dengan "untaian tali"

4. Tentukan titik awal dimana pemilihan bidang akan dilakukan dengan meletakkan kursor disana dan kemudian lakukan klik. Akan keluar bulatan kuning . Lanjutkan dengan kemudian melingkupi semua bagian yang hendak diedit hingga berada dalam garis putus-putus.

Perhatikan : titik awal harus menjadi titik akhir pemilihan bidang agar garis putus-putus keluar



5. Free select sudah aktif ketika garis putus-putus sudah tampak berarti bidang itulah yang akan diedit. Sebagai contoh saya akan menambahkan menu "desaturate" untuk menjadikan bagian yang dikotaki tadi menjadi hitam putih



Nah, itulah guna dari fitur free select.

Dengan adanya fitur ini kita bisa mengedit bagian per bagian dari foto atau image yang memang biasanya bentuknya beragam.

Fitur ini akan sangat diperlukan saat mengedit foto karena biasanya obyek yang akan diedit memang jarang yang berbentuk persegi atau bulat.

Silakan mencoba.
Read More

[FOTO] STARLING - Starbucks Keliling

Pernah dengar istilah STARLING ? Jika Anda tinggal di ibukota Indonesia, Jakarta, rasanya pasti pernah setidaknya melihatnya. Betul sekali, meski mungkin Anda tidak pernah mendengar, tetapi setidaknya pasti pernah melihatnya berkeliling di jalanan kota besar itu.

Starling sendiri merupakan singkatan STARBUCKS KELILING. Tentunya, sudah pasti tidak ada kaitannya dengan merk kopi ternama dunia itu. Julukan ini diberikan kepada pedagang kopi keliling yang biasanya menggunakan sepeda menyusuri jalanan mencari pembeli.

Jenis kopinya sendiri, tidak beda dengan yang biasa dijual di warung kopi, yaitu kopi sasetan berbagai merk. Terkadang, mereka juga akan menawarkan makanan siap saji, seperti Indomie.

Penampakannya seperti di bawah ini.


STARLING - Starbucks Keliling

STARLING - Starbucks Keliling


STARLING - Starbucks Keliling

STARLING - Starbucks Keliling

STARLING - Starbucks Keliling

Read More

Perhatikan Kebersihan Lensa Kamera Sebelum Memotret ! AC Hotel Bikin Deg-Degan

Kamera adalah senjata seorang fotografer, tidak beda dengan senapan bagi seorang prajurit. Oleh karena itu, ia harus merawatnya dengan baik untuk memastikan bahwa kameranya siap pakai setiap saat.

Seringkali hal-hal kecil yang terlupakan menjadi penghalang dan penyebab utama gagalnya seorang fotografer mendapatkan foto yang bagus. Momen yang bagus juga sering terlewat karena ketidaksiapan peralatan utamanya.

Pengalaman tersebut saya rasakan beberapa waktu yang lalu. Kelalaian dalam menjaga kebersihan lensa kamera kesayangan, Canon 700 D sempat membuat kekhawatiran muncul ada masalah pada kameranya.

Saat itu, saat sedang berkunjung ke Semarang, salah satu obyek yang menarik adalah Bus Trans Semarang. Sebuah hal yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan bagi salah satu blog yang saya kelola.

Singkatnya, ketika melihat hasil jepretan, ternyata hasilnya seperti berkabut. Ada lapisan putih tipis terlihat pada hasil foto di layar monitornya.

Perhatikan Kebersihan Lensa Kamera Sebelum Memotret ! Bisa Bikin Deg-Degan

Ketika dicoba sekali lagi, hasilnya pun tetap sama.

Perhatikan Kebersihan Lensa Kamera Sebelum Memotret ! Bisa Bikin Deg-Degan

Padahal, saya cukup yakin bahwa lensa kamera sudah dibersihkan sebelum keluar dari kamar hotel. Sempat deg-degan karena dipikir ada masalah dengan lensa atau kamera yang dipergunakan.

Setelah dilihat ulang, kamera berjalan dengan sempurna. Hanya saja, ada masalah sedikit yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, yaitu adanya embun di lensa fix 50 mm yang dipakai. Rupanya embun tipis itu hadir karena AC di hotel terlalu dingin dan membuat uap air menempel pada lensa.

Setelah dibersihkan, masalah terselesaikan dengan baik. Hasil fotonya pun kembali seperti yang diharapkan. Tajam dan jelas.

Perhatikan Kebersihan Lensa Kamera Sebelum Memotret ! AC Hotel Bikin Deg-Degan

Sebuah pelajaran penting untuk selalu memeriksa kebersihan lensa sebelum dipergunakan, dan bukan hanya sebelum kamera dibawa. Ada kemungkinan masalah timbul dalam rentang waktu yang ada.

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah masalah timbul selama itu.

Jadi, satu-satunya cara untuk memastikan foto yang dihasilkan sesuai keinginan adalah dengan memeriksa kesiapsediaan kamera sebelum memotret.

Jangan sampai karena masalah kecil, hasil fotonya menjadi mengecewakan.
Read More

Saturday, May 25, 2019

[FOTO] Kecantikan Pemandangan Laut Di Pantai Klara Lampung Yang Terekam Kamera Smartphone : Biru

Pantai Klara merupakan salah satu tujuan wisata yang lumayan hits di propinsi Lampung. Tempat yang namanya merupakan singkatan dari Kelapa Rapat ini menyajikan banyak hal yang sulit terlupakan bagi yang pernah berkunjung kesana.

Salah satunya adalah pemandangan laut yang sangat biru dan memukau, selain tentunya pantai pasir putih dan air lautnya yang bening.

Silakan dilihat sendiri.

[FOTO] Kecantikan Pemandangan Laut Di Pantai Klara Lampung Yang Terekam Kamera Smartphone : Biru

[FOTO] Kecantikan Pemandangan Laut Di Pantai Klara Lampung Yang Terekam Kamera Smartphone : Biru

[FOTO] Kecantikan Pemandangan Laut Di Pantai Klara Lampung Yang Terekam Kamera Smartphone : Biru

Foto dibuat menggunakan kamera smartphone saja, Asus Padfone atau Asus T00N. Perbaikan kontras dan warna dilakukan dengan menggunakan aplikasi GIMP (GNU Image Manipulation Program).

Siapa bilang kamera smartphone tidak bisa menghasilkan foto yang bagus.

(Karya Arya Fatin Krisnansyah)
Read More

Mengapa Seorang Fotografer Harus Belajar Mengedit Foto ? Bukankah Itu Perbuatan Curang ?

Pernahkah Anda bertanya apakah seorang fotografer harus juga belajar mengedit foto selain menghasilkannya lewat kamera ? Pernahkah Anda mempertimbangkan apakah hal itu termasuk perbuatan curang atau tidak ?

Bila Anda belum pernah berpikir tentang hal yang satu ini, ada baiknya coba merenungkan dan mencoba menemukan jawabannya.

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa banyak sekali pro dan kontra terkait sah atau tidaknya mengedit foto. Perdebatan panas terjadi di sana sini, via internet atau bahkan ketika para fotografer bertemu di warung kopi. Terkadang diskusi bisa menjadi panas karena masing-masing mempertahankan argumennya.

Yang pro menekankan kalau hal itu memang sejak dahulu sudah dilakukan dan sekarang dipermudah dengan perkembangan teknologi yang melahirkan berbagai aplikasi pengedit foto. Yang kontra berargumen bahwa sebuah foto haruslah dilakukan lewat kamera dan bukan komputer.

Percayalah, argumen keduanya sama masuk di akalnya.

Tetapi, selama lebih dari 4 tahun menggeluti dunia fotografi, meski cuma sebagai penggemar dan pecinta saja, saya menemukan satu hal penting yang bisa menjadi jawaban terhadap pertanyaan seperti itu.

Coba saja lihat di bawah ini.

Mengapa Seorang Fotografer Harus Belajar Mengedit Foto ? Bukankah Itu Perbuatan Curang ?
Eco Art Park, Sentul Bogor - 2016
Foto "Optimus Prime" di atas dijepret lewat kamera prosumer Fuji Finepix HS 35EXR, kamera pertama selain ponsel yang saya punya.

Bagi masyarakat awam, mungkin masuk dalam kategori lumayan. Setidaknya bisa menggambarkan kalau di salah satu tempat wisata di Kabupaten Bogor ada sebuah patung lucu terbuat dari berbagai bahan bekas. Lumayan bisa mengundang perhatian.

Meskipun demikian, sebenarnya foto tersebut, bagi saya sendiri kurang memuaskan. Terlalu gelap dan subyek utama foto, si Optimus Prime tidak menonjol dan hampir berbaur dengan latar belakangnya. Maklum saja kemampuan si prosumer itu masih kurang kalau dibandingkan DSLR atau Mirrorless dalam hal ketajaman.


Nah, sekarang bandingkan dengan due foto (atau image) di bawah ini.

Mengapa Seorang Fotografer Harus Belajar Mengedit Foto ? Bukankah Itu Perbuatan Curang ?
Hasil Edit dengan GIMP 1

Mengapa Seorang Fotografer Harus Belajar Mengedit Foto ? Bukankah Itu Perbuatan Curang ?
Hasil Edit GIMP 2
Nah, rasanya, pendapat Anda pun akan sama bahwa foto setelah diedit lebih enak dilihat. Obyeknya menonjol dibandingkan latarnya.

Pengeditan dilakukan hanya dengan memanfaatkan menu SELECT, CONTRAST, BRIGHTNESS, dan filter GAUSSIAN BLUR saja. Tidak ada penambahan obyek baru. Hasilnya enak dilihat.

Dari pengalaman ini, terlihat bahwa sebuah foto yang kalau tanpa diedit sudah masuk "trash bin" atau tong sampah, ternyata bisa diselamatkan dan bisa dipertunjukkan kepada orang lain.

Berarti, tenaga, waktu, usaha sang fotografer tidak jadi terbuang percuma. Banyak yang terselamatkan dengan mengedit foto usang tak berguna itu.

Bukankah hal itu berarti membawa KEBAIKAN? Sesuatu yang membawa kebaikan bagi kehidupan manusia tidaklah seharusnya disia-siakan.

Belum lagi pada kenyataannya, di masa lalu pun usaha "mengedit foto" sudah dilakukan.dengan cara "mentusir" yang dilakukan ketika foto berada di "kamar gelap". Juga, bukankah HDR (High Dynamic Range) sudah juga dilakukan berpuluh tahun yang lalu dengan menggabungkan beberapa bagian terbaik dari beberapa foto ke dalam satu saja?

Usaha manusia untuk menghasilkan sebuah foto yang indah dan enak dilihat dengan cara mengeditnya sudah dilakukan sejak lama dan bukan baru-baru ini. Saat itu semua menerima. Bedanya hanyalah, di masa sekarang, semua orang bisa melakukannya dan dilakukan dengan cara yang lebih mudah, yaitu dengan software saja. Tidak perlu repot.

Sejak lama, manusia berusaha untuk mencari kesempurnaan dalam hal apapun, termasuk dalam dunia fotografi.

Lagipula, jika ditilik dari sudut seni, fotografi adalah seni melukis dengan spektrum cahaya. Seni, kata kuncinya, adalah sebuah bidang dimana kebebasan menjadi intinya. Manusia harus bebas berekspresi dengan berbagai cara.

Seni lukis sekalipun, yang di masa lalu hanya mengandalkan kanvas, kuas, dan cat saja berkembang di masa sekarang. Banyak yang menggunakan media lain, seperti kain,  tembok, dan cara melukisnya pun bukan dengan kuas saja, ada yang menggunakan anggota badannya.

Semua berkembang.

Jadi, bisa dikata, pengeditan foto adalah sisi perkembangan tidak terelakkan dalam dunia fotografi seiring dengan berkembangnya teknologi dan pemikiran manusia.

Mengedit foto juga tidak bisa dianggap perbuatan curang karena tidak ada aturan dan keharusan bagaimana seharusnya fotografi harus dilakukan.

Meskipun demikian, pada akhirnya memang tetap harus ada batasan seiring dengan lahirnya dunia baru, yaitu digital imaging atau pembuatan image secara digital. Bidang yang satu ini berbeda karena tidak lagi pembuatnya tidak lagi menggunakan kamera, ia bisa langsung mengambil foto dari mana saja, atau bahkan membuatnya sendiri.

Oleh karena itulah, dalam setiap perlombaan atau kontes foto di dunia, disebutkan batasan khusus tentang batas mengedit foto yang diperbolehkan. Biasanya tidak diperkenankan untuk menambahkan obyek ke dalamnya (masuk wilayah digital imaging), perbaikan foto sebatar burninc, cropping, dan sejenisnya.


Jadi, karena mengedit foto - menurut saya (dan kebanyakan orang)- bukanlah perbuatan curang. maka seorang fotografer harus juga belajar mengedit foto. Hal itu akan membantunya menghasilkan foto yang lebih baik dari yang mampu dilakukan kameranya.

Dengan catatan, bukan sebuah keharusan. Bila sebuah foto sudah dianggap bagus oleh fotografernya, ya tidak perlu diedit.

Read More

[GIMP #2] Mengenal ELLIPSE SELECT - Memilih Bidang Berbentuk Bulat Atau Lonjong

Apa sih fungsi ELLIPSE SELECT pada GIMP, GNU Image Manipulation Program (dan beberapa photo editing software atau aplikasi pengedit foto lain)?

Bayangkan saja begini. Terkadang saat melakukan pengeditan foto, kita dihadapkan pada obyek dalam foto yang berbentuk bulat atau lonjong. Aau, ketika kita ingin agar fotonya berada dalam sebuah lingkaran, seperti di bawah ini :


Tentunya hal itu akan sulit dilakukan dengan menggunakan RECTANGLE SELECT atau pemilihan bidang berbentuk persegi.

Nah, untuk melakukan editing seperti ini lah dihadirkan fitur ELLIPSE SELECT, yang artinya pemilihan bidang berbentuk bulat. Bukan hanya bulat sebenarnya karena ellipse sendiri dalam bahasa Indonesia berarti elips atau oval atau lonjong.

Fitur ini memang disediakan bagi mereka yang ingin mengedit bagian dalam sebuah image atau foto yang berbentuk bundar.

Posisi fitur ini dalam GIMP berada di bagian TOOLS (Alat). Caranya :


  • Klik menu "Tools" (atau klik kanan mouse/touchpad di komputer dengan kursor berada di atas image/foto)
  • Keluar sub menu "Selection Tools", klik dan tahan
  • Akan keluar beberapa pilihan lain, diantaranya ada ellipse select


[GIMP #2] Mengenal ELLIPSE SELECT - Memilih Bidang Berbentuk Bulat Atau Lonjong


  • Setelah menu diklik maka kursor akan berubah menjadi " + "
  • Letakkan dan tarik agar terbentuk bidang yang dibatasi garis putus-putus
  • Bentuk bulat/bundar atau lonjong tergantung pada kemauan (tampilannya kira-kira seperti di bawah ini)


[GIMP #2] Mengenal ELLIPSE SELECT - Memilih Bidang Berbentuk Bulat Atau Lonjong

Ellipse select , seperti juga berbagai menu pemilihan lainnya sangat berguna pada saat melakukan editing atau ketika hendak melakukan cropping atau pemisahan obyek tertentu.

Jadi, fitur ini akan sangat berguna ketika nanti hendak melakukan perubahan terhadap image atau foto.
Read More

Friday, May 24, 2019

[GIMP #1] Mengenal RECTANGLE SELECT : Memilih Dan Memotong Bidang Berbentuk Persegi

Salah satu dasar dalam mengedit foto adalah kita harus bisa memilih bagian-bagian yang hendak diedit, baik diperbaiki atau dihilangkan. Dan, untuk melakukan itu, semua photo editing software, aplikasi pengedit foto, sudah menyediakan berbagai menu "SELECT" atau "memilih" di dalamnya.

GIMP (GNU Image Manipulation Program) pun sama. Ada beberapa menu "SELECT" yang tersedia (setidaknya ada 7 buah). Satu diantaranya adalah RECTANGLE SELECT. Dalam bahasa Indonesia, mudahnya disebut "memilih bidang berbentuk persegi".

Sesuai dengan namanya, bila menu ini yang dipilih maka pada saat pengeditan, bagian yang langsung terkena dampaknya akan berbentuk persegi atau persegi panjang.

Menu Rectable Select penting karena salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan dalam dunia fotografi dan digital imaging menggunakannya, yaitu CROPPING atau pemotongan.

Contohnya, jika kita ingin membuang bagian luar dari foto di bawah ini.

[GIMP #1] Mengenal RECTANGLE SELECT : Memilih Bidang Berbentuk Persegi
Foto 1

Hasilnya akan menjadi seperti di bawah ini.

[GIMP #1] Mengenal RECTANGLE SELECT : Memilih Dan Memotong Bidang Berbentuk Persegi
Foto 2

Untuk itulah disediakan menu Rectangle Select.

Cara menggunakan RECTANGLE SELECT mudah. Yang penting mengetahui dimana posisinya.

i) Silakan lihat menu pada bagian Tools (Alat) . Bisa juga memakai klik kanan pada mouse atau touchpad komputer/notebook

ii) Klik dan kemudian akan keluar menu dropdown dua tingkat seperti di bawah ini.


[GIMP #1] Mengenal RECTANGLE SELECT : Memilih Dan Memotong Bidang Berbentuk Persegi


iii) Klik Rectangle Select dan kursor akan berubah menjadi " + ".

iv) Letakkan pada image/foto dan kemudian tarik sehingga bagian yang hendak diedit atau bagian yang diinginkan untuk disimpan ter-cover, seperti foto pertama

Coba berbagai bentuk dan biasakan membentuk kotak pada image. Fungsi yang satu ini sangat bermanfaat dan akan sering dipakai di kemudian hari.
Read More

Mengenal Istilah Selective Color Dalam Fotografi

Pernah mendengar istilah selective color dalam dunia fotografi ? Belum. Pada dasarnya istilah ini lebih mengacu pada proses digital imaging (pembuatan image secara digital) dibandingkan dengan teknik fotografi. Prosesnya dilakukan dengan menggunakan photo editing software atau perangkat lunak pengubah citra, atau sederhananya aplikasi pengedit foto, seperti Photoshop atau GIMP (GNU Image Manipulation Program).

Jadi, tidak bisa dihasilkan langsung saat memotret.

Efek selective color akan menghasilkan sebuah image dimana salah satu warna, biasanya terkait dengan obyek utama akan dibuat sangat menonjol dibandingkan warna lainnya di dalam foto. Biasanya dilakukan dengan merubah warna, selain warna yang dipilih menjadi hitam putih.

Contoh dari foto selective color bisa dilihat di bawah ini.

Mengenal Istilah Seletive Color Dalam Fotografi

Tetapi, bisa juga dibuat kebalikannya, dimana bagian yang ingin ditonjolkan dibuat hitam putih, dan selebihnya dibuat tetap berwarna, seperti di bawah ini :

Mengenal Istilah Seletive Color Dalam Fotografi

Meskipun pada dasarnya merupakan bagian dari dunia digital imaging, tetapi efek ini kerap digunakan para fotografer juga untuk memberikan sentuhan artistik dan membuatnya menjadi unik.

Tentunya, variasi warnanya beragam dan bisa disesuaikan dengan selera masing-masing, tetapi penggunaan B&W (Black & White) merupakan yang paling sering digunakan.


Mau mencoba membuatnya? Menarik loh! Tetapi, mesti belajar salah satu software dulu dan mungkin saya sarankan memakai GIMP saja, yang gratis.
Read More

[FOTO] Perampasan Hak Pejalan Kaki Di Jakarta

Pejalan kaki itu warga negara kelas dua, atau entah kelas berapa dibandingkan para pemotor atau pengendara mobil. Bahkan, bisa disebut kasta terendah dalam masyarakat pengguna jalan di Indonesia. Tidak heran perampasan hak pejalan kaki kerap terjadi dan dibiarkan terulang terus menerus.

Beberapa foto dari kawasan Jalan Wahid Hasyim di persimpangan dengan Jalan Johar (arah Gondangdia) mencerminkan hal tersebut (walau mungkin akan dibantah oleh para pelakunya, tetapi tindakan mereka berkata lain).

[FOTO] Perampasan Hak Pejalan Kaki Di Jakarta
Jalan Wahid Hasyim, Jakarta - 24 Mei 2019


[FOTO] Perampasan Hak Pejalan Kaki Di Jakarta
Jalan Wahid Hasyim, Jakarta - 24 Mei, 2019

[FOTO] Perampasan Hak Pejalan Kaki Di Jakarta
Jalan Johar, Jakarta -24 Mei, 2019

Mengenaskan memang nasibmu wahai pejalan kaki...

(Kamera : OPPO A3S. Editting : GIMP / GNU Image Manipulation Program)
Read More

Thursday, May 23, 2019

Makna Fotografi Bisa Berbeda : Tergantung Cara Pandang

Makna Fotografi Bisa Berbeda : Tergantung Cara Pandang
Jalan Pajajaran, Bogor - 2017
Pernahkah Anda, menanyakan kepada diri sendiri tentang makna fotografi bagi diri sendiri? Memang agak filosofis, tetapi mengetahui apa makna sesuatu hal sering membantu untuk menemukan arah tentang sesuatu hal dan pada akhirnya bisa membantu menemukan cara untuk memperbaiki diri.

Mungkin, kebanyakan orang akan menjawabnya secara klise dengan mengatakan fotografi adalah "seni melukis dengan memanfaatkan medium cahaya". Disebut salah, tidak juga karena disitu tercermin cara pandang orang itu terhadap dunia potret memotret, tetapi tidak mencerminkan dengan jelas apa maknanya dalam kehidupannya.

Kalau memang terasa memusingkan, mungkin ada beberapa contoh makna atau arti fotografi dari beberapa sudut pandang, yang mungkin dianut lebih banyak orang.

Makna Fotografi Dalam Kehidupan Seseorang

1. Profesi


Bagi seorang fotografer,  yang menggantungkan mata pencahariannya dari memotret, maka maknanya adalah sebagai profesi. Oleh karena itu mereka disebut fotografer profesional.

Mau tidak mau, fotografi akan memberi arti penting bagi kehidupan kalangan yang satu ini karena hal itu menyangkut penghidupan keluarga mereka.

Contoh dari mereka yang memandang fotografi dari sudut yang satu ini, seperti jurnalis foto, pengelola foto studio, fotografer di kawasan wisata.

Biasanya mereka yang berada dalam kategori ini akan terus memacu dan berusaha mengembangkan diri, mengikuti tren dalam dunia fotografi, belajar teknik-teknik baru, dan banyak hal lain karena mereka dituntut oleh kebutuhan dan kehidupan.

2. Hobi / Pengisi Waktu Luang


Berbeda dengan yang nomor 1, ada kalangan yang menggunakan fotografi sekedar untuk mengisi waktu luang, menyalurkan hasrat dan kesukaan mereka merekam momen. Tidak tertekan oleh kebutuhan sebab mereka memiliki sumber penghasilan yang lain dan tidak tergantung pada kamera yang mereka miliki.

Kalangan ini akan belajar, bisa secara rutin atau tidak, tergantung pada kemauan saja. Bukan karena tuntutan atau paksaan.

3. Seni


Definisi bahwa fotografi adalah "seni melukis dengan spektrum cahaya" berasal dari kalangan yang satu ini.

Kamera, foto, dan fotografi dianggap sebagai media untuk menyalurkan passion mereka terhadap segi artistiknya. Oleh karena itu, biasanya mereka akan selalu berusaha menampilkan sisi keindahan, emosi, dibandingkan dengan cerita di dalamnya.

Kerap kali, mereka yang memaknai fotografi sebagai sebuah seni bisa belajar lebih keras dan fokus pada satu hal saja. Kesempurnaan sebuah foto (menurut versi mereka) menjadi target utamanya. Tidak jarang mereka rela mengeluarkan dana besar dengan tujuan menghasilkan karya yang bisa memuaskan hasrat artistiknya.

Makna Fotografi Bisa Berbeda : Tergantung Cara Pandang
Sempur, Bogor - 2017

4. Peningkat Status


Ups, jangan salah. Ada banyak orang yang secara sengaja atau tidak, memandang makna fotografi sebagai alat peningkat status.

Paling tidak, salah satu tetangga mencerminkan tindak-tanduk seperti itu ketika ia membeli kamera mahal, dan membawanya kesana kemari, tetapi tidak pernah bisa menghasilkan foto yang bagus dan menarik.

Fotografi baginya seperti alat untuk memperlihatkan kepada dunia tentang statusnya, sebagai orang kaya dan pandai.

Bukan apa-apa, meski harga kamera digital semakin terjangkau, tetap saja butuh dana berjuta-juta rupiah untuk mendapatkan alatnya. Belum lagi kalau ditambah dengan mengoperasikannya dan menghasilkan foto yang bagus masih terdengar rumit dan sulit bagi banyak orang.

Memiliki kamera dan membawanya kesana kemari dianggapnya bisa memperlihatkan bahwa ia mampu dalam hal uang dan kemampuan, meksi sebenarnya tidak.

5. Meraih Ketenaran


Selebgram jelas merupakan bagian dari dunia fotografi, meskipun terkadang mereka menggunakan tangan pihak ketiga untuk menghasilkan foto. Blogger, terutama yang memiliki photoblog atau blog foto juga memiliki motif untuk meraih ketenaran. Tidak beda hanya mediumnya saja yang berbeda.

Kalangan yang satu ini lebih memandang fotografi sebagai alat untuk meraih tujuan akhirnya, ketenaran. Mereka pun akan berusaha keras menghasilkan foto-foto yang menarik agar bisa mengundang perhatian dan membuat dirinya menjadi viral dan dikenal orang banyak.

Iya kan?

6. Bisnis / Pasar


Berbeda dengan profesi. Cara pandang makna fotografi dari kalangan ini dilakukan dengan memanfaatkan kamera bukan untuk memotret, tetapi meraup profit sebanyak-banyaknya.

Seringkali mereka tidak begitu paham cara memotret dengan baik dan karyanya mungkin hanya sedikit. Tetapi, mereka tidak bisa terpisahkan dari fotografi.

Penjual kamera contohnya.

Yakinkah Anda mereka bisa menghasilkan foto yang menarik? Belum tentu, kebanyakan tidak, tetapi mereka memiliki pengetahuan soal cara mengoperasikan kamera untuk menarik pembeli datang.

Bagi kalangan yang satu ini, makna fotografi adalah sebagai bisnis atau pasar.

Sama halnya dengan produsen kamera. Belum tentu para pekerjanya paham apa itu Rule of Thirds,

7. Kesenangan Saja

Pernah dengar selfie atau swafoto? Pastilah.

Memang banyak yang tidak menganggap kegiatan ini sebagai bagian dari fotografi, tetapi sebenarnya tidak. Selfie atau swafoto memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari dunia potret memotret, meski obyeknya monoton, yaitu diri sendiri.


Semua unsurnya memenuhi syarat, seperti menggunakan kamera, mencoba menciptakan seni dengan memanfaatkan cahaya.

Memang dasarnya hanya satu, seringkali dan memang kebanyakan dilakukan untuk bersenang-senang saja. Dan, begitulah mayoritas anggota masyarakat memandang fotografi, sebagai media bersenang-senang.

Makna Fotografi Bisa Berbeda : Tergantung Cara Pandang
Jalan Abesin, Bogor - 2017
Nah, kira-kira begitulah makna fotografi bagi beberapa kalangan. Lalu, menurut Anda, yang manakah arti fotografi bagi Anda?

Percayalah, tidak mudah menjawabnya.

Setelah menekuni dunia ini selama kurang lebih 5 tahun, saya masih mengalami kesulitan menjabarkan apa makna fotografi bagi diri sendiri. Terkadang, hal itu saya rasa justru mengapa rasanya saya masih stagnan dan belum bisa berkembang maksimal, tidak fokus.

Bagi saya sendiri, fotografi dipandang sebagai :

* media untuk mendapatkan image atau foto bagi blog yang saya miliki, terutama Lovely Bogor yang dilahirkan untuk bercerita tentang kota dimana saya tinggal (tahukan namanya?)

* meskipun demikian, saya juga memandangnya sebagai hobi karena untuk kehidupan sehari-hari, saya masih mendapatkannya dari sumber lain, pekerjaan sebagai karyawan

* sebagai blogger, mau tidak mau, saya juga berharap bisa "tenar", meski dalam batasan, blog yang saya kelola terkenal dan bisa menghasilkan uang

* karena berniat untuk menghasilka uang dan juga bermimpi suatu waktu bisa menjadikannya sebagai sumber pemasukan di saat pensiun nanti, saya juga memandangnya sebagai sebuah profesi juga

Jadi, sedikit dari sana, sedikit dari situ. Tidak mutlak di salah satu kategori.

Nah, bagaimana dengan Anda? Apa makna fotografi menurut Anda?

Read More

5 Tips Memilah Foto Yang Perlu Disimpan Dan Yang Tidak

Tips Memilah Foto Yang Bagus Dari Yang Tidak
Wayang Landung, Panjalu, Ciamis - Cap Go Meh Bogor 2019


Sudah cek ulang hard disk Anda? Sudah mendekati penuh atau masih banyak space yang tersisa? Kalau grafiknya sudah mendekati merah semua, pertanda sudah full, mungkin sudah saatnya Anda bersih-bersih. Salah satu caranya adalah dengan memilah foto yang perlu disimpan dari yang tidak. Dan, kemudian mendelete foto yang tidak atau kurang bagus agar tersisa ruang pada tempat penyimpanan untuk foto yang baru.

Kenapa harus? Yah, kalau memang mau komputer atau gadget Anda bekerja maksimal, maka kerjaan bersih-bersih ini memang harus dilakukan. Kalau tidak akan terasa sekali lemotnya. Jadi, jangan ragu untuk melakukan pembersihan foto.

Bukan tanpa dasar bahwa foto atau image harus menjadi sasaran utama, selain software. Ukuran file sebuah foto digital dewasa ini terus membengkak. Rata-rata brkisar antara 3-8 Megabyte per foto untuk ukuran JPEG. Jika memotret dengan file RAW, ukurannya bisa 20-25 Megabyte.

Ukuran filenya besar.

Seberapapun besarnya hadr disk komputer, kalau produksi foto terus dijalankan, maka suatu waktu kapasitasnya akan terpakai semua. Semakin sering memotret semakin cepat akan habis ruang yang tersedia. Dan, jika itu terjadi, kepala bisa lebih pusing lagi.

Oleh karena itu, seorang fotografer pun harus mau secara rutin membersihkan hard disk komputernya dari tumpukan foto-foto yang tidak terpakai. Dan, berarti ia harus mau memilah, memisahkan antara foto yang menurutnya BAGUS dan yang JELEK. Persis seperti kata pepatah "SIMPAN YANG BAGUS DAN BUANG YANG BURUK".

Cuma, banyak orang yang bingung foto yang seperti apa yang peru disimpan dan yang mana yang harus masuk "tempat sampah". Mungkin karena terlalu sayang (atau terlalu banyak?) jadi bingung sendiri.

Tips Memilah Foto Yang Bagus Dari Yang Tidak

Nah, kalau Anda termasuk yang bingung mana yang harus dibuang, coba perhatikan beberapa tips untuk memilah foto di bawah ini

5 Tips Memilah FotoYang Perlu Disimpan


Tidak sulit untuk memilah dan memilih foto kok. Bahkan, kalau sudah terbiasa, bisa dikata cukup mengikuti feeling saja.

1. Subyek/Foto Tidak Jelas/ Blur ==> DELETE


Lha, gimana fotonya mau disebut bagus kalau subyek atau obyek utamanya kabur karena kamera gagal fokus? Sebuah foto adalah sebuah "cerita" dan tokoh utamanya harus jelas. Kalau tidak jelas, ya untuk apa.

Tekan tombol "delete" dan jangan ragu.

Kecuali... itu foto kenangan yang hanya ada satu-satunya dari seseorang yang begitu berarti bagi diri Anda, silakan disimpan deh. Kalau sudah hubungan dengan yang ini, susah...Namanya juga masih manusia.

2. Ada Yang Mirip ==> Pilih Salah Satu


Jadi, orang jangan serakah, satu saja cukup.

Biasanya orang akan memotret lebih dari satu kali untuk obyek yang sama. Jaga-jaga takut yang satu gagal, masih ada cadangannya. Seringnya dipotret dari posisi yang sama juga.

Bagus sih, tapi tidak heran jumlah foto menjadi sangat banyak dan hard disk cepat penuh.

Nah, pilih salah satu dari foto-foto yang sama/sangat mirip tadi, dan delete selebihnya. Pastinya akan ada beberapa Megabyte hard disk yang terselamatkan

Tips Memilah Foto Yang Bagus Dari Yang Tidak

3. Foto Yang Over-Exposed dan Under-Exposed



Intinya :
  • Over exposed = Terlalu Terang
  • Under Exposed = Terlalu Gelap
Yang manapun, keduanya tidak enak dilihat. Jadi kenapa harus disimpan? Buang saja.

Cuma, kalau memang itu foto kenangan dan cuma ada dua, yang satu terlalu terang dan satu terlalu gelap, pilih yang terlalu gelap.

Foto yang terlalu gelap masih bisa diakali dengan Photoshop atau aplikasi pengedit foto lainnya, sedangkan yang over-exposed susah karena banyak detail yang hilang.

4. Foto Ganda


Ini biasanya terjadi karena seringnya menyalin ke folder lain atau bisa juga ketika menggunakan photo software editing atau ketika memperkecil ukuran foto. Biasanya yang asli ada, yang hasil edit ada, yang sudah diperkecil ada.

Tidak jarang ada foto yang bukan sekedar ganda (dua saja), tetapi 3-10 buah.

Silakan pilih yang diperlukan, misalkan yang asli tetap ada (apalagi kalau RAW), yang sudah diedit satu (ukuran besar) dan disimpan. Versi yang diperkecil dibuang saja, karena bisa dibuat lagi ketika dibutuhkan.

5. Yang Anda Tidak Suka (Dianggap Jelek Oleh Anda)


Ini memang tidak bersifat pasti, tetapi terkadang, ketika melihat sebuah foto kita tidak menyukainya. Alasannya terkadang tidak jelas, hanya semacam intuisi saja.

Jika memang menurut Anda ada foto yang masuk kategori ini, jangan ragu. Tekan tombol delete dan buang saja. Tidak ada gunanya menyimpan foto yang kita tidak suka melihatnya, kecuali itu foto pelanggan jasa fotogafi kita yang kebetulan mantan pacar. Menyakitkan, tetapi kita dibayar untuk menyimpan foto itu sampai ditukar dengan uang.

Seringkali, intuisi semacam ini lahir bukan karena alasan mistis, tetapi karena pengalaman kita sendiri menghasilkan penilaian "TIDAK ENAK DILIHAT" pada sebuah foto. Tidak jarang karena kita secara tidak sadar melihat kelemahan fotonya pada hal-hal kecil di dalamnya.

Jadi, jangan abaikan intuisinya.



-----

Coba saja lakukan 5 tips ini secara rutin, misalkan setiap 2 bulan sekali, pasti lah kapasitas penyimpanan di hard disk Anda akan bisa bertahan lebih lama. Sampai saatnya, semua foto yang ada memang benar-benar LAYAK untuk disimpan.

Nah, kalau sudah sampai disini, berarti kita perlu berpikir dan mengeluarkan uang untuk tempat penyimpanan yang baru, seperti External Hard Disk.
Read More

Wednesday, May 22, 2019

[Foto] Pasukan Anti Huru Hara Brimob Beristirahat - Jalan MH Thamrin Jakarta 22 Mei 2019

Tanggal 22 Mei 2019, Jakarta agak mencekam, kalau melihat berita di televisi. Demonstrasi dan ukerusahan selepas pengumuman hasil Pilpres terjadi di ibukota. Sasarannya adalah kantor Bawaslu dimana sejak sehari sebelumnya sudah terjadi berbagai orasi dan malamnya terjadi kerusuhan di beberapa titik di Jakarta yang terus berlangsung sampai keesokan harinya.

Pasti akan menjadi beberapa hari yang melelahkan bagi para anggota pasukan anti huru hara yang bertugas.


[Foto] Pasukan Anti Huru Hara Brimob Beristirahat - Jalan MH Thamrin Jakarta  22 Mei 2019



(Persimpangan Jalan Wahid Hasyim-MH Thamrin, antara Sarinah dan Jakarta Theater, 22 Mei 2019)

Read More

6 Kelebihan Kamera Smartphone Dibandingkan DSLR Dalam Fotografi Jalanan

Kelebihan Kamera Smartphone Dibandingkan DSLR Dalam Fotografi Jalanan
Menunggu Pembeli - Jembatan Merah, Bogor 2019
Kamera smartphone dianggap oleh banyak orang hanyalah sekedar alat dokumentasi saja. Penggunanya sering dianggap bukan sebagai orang yang serius menekuni fotografi, seberapapun mahal smartphone yang digunakan. Sementara pengguna kamera DSLR atau Mirrorless dianggap lebih serius dalam hal ini. Padahal, tidak selalu demikian. Banyak orang dengan sengaja memilih untuk menggunakan smartphone sebagai medianya menekuni fotografi, terutama mereka yang menekuni fotografi jalanan.

Bukan karena mereka tidak menyadari DSLR atau Mirrorless memiliki lebih banyak fitur yang menguntungkan, tetapi karena mereka biasanya menemukan kelebihan kamera smartphone yang sulit diberikan DSLR atau Mirrorless dalam memotret di jalanan dan ruang publik.

O yah?

Pasti banyak yang tidak percaya bahwa kamera smartphone memiliki kelebihan dibandingkan DSLR. Kebanyakan akan beranggapan sebaliknya, tetapi dalam dunia fotografi jalanan, memang kamera smartphone memiliki keunggulan dalam banyak hal, terutama dalam 6 hal ini.

6 Kelebihan Kamera Smartphone Dibandingkan DSLR Dalam Fotografi Jalanan

Kelebihan Kamera Smartphone Dibandingkan DSLR Dalam Fotografi Jalanan

1) Ringan  


Jangan remehkan berat kamera yang Anda bawa. Mungkin Canon 700D hanya 800 gram saja, satu kilo lah dengan lensa standarnya. Ringan? Memang, sangat ringan kalau hanya diangkat selama 5-10 menit saja. Tetapi, bayangkan kalau harus membawanya menyusuri jalan selama 3-4 jam?

Tahu rasanya? Pegal sekali. Dan, tentunya semua itu justru akan menghambat dalam berburu momen di jalanan.

Bandingkan dengan smartphone yang beratnya jauh lebih ringan, dan kalaupun pegal bisa dimasukkan ke dalam kantung.

2) Tidak Banyak Pilihan :


Kamera smartphone tidak memiliki banyak fitur. Terbatas sekali malah, apalagi kalau ponsel low-end, hanya akan ada beberapa mode saja selain mode auto. Terbatas sekali.

Untungnya, justru keterbatasan itu yang memberikan kelebihan lainnya, yaitu tidak banyak pilihan. Dengan begitu sang fotografer tidak diberi kesempatan berpikir dan memilih fitur. Dia hanya bisa memakai yang ada saja, dan hal ini justru menguntungkan dalam dunia fotografi jalanan.

Dengan begitu, sang pemotret tidak perlu berpikir banyak masalah setting dan membuatnya bisa bereaksi dengan cepat terhadap momen yang ada. Biasanya dalam fotografi jalanan memang, mode yang disarankan adalah mode auto.

Kelebihan Kamera Smartphone Dibandingkan DSLR Dalam Fotografi Jalanan

3) Siap Sedia Setiap Saat :


Berapa waktu yang diperlukan untuk menggunakan kamera DSLR atau Mirrorless ? Bervariasi memang, tetapi lumayan banyak juga langkahnya, apalagi kalau kameranya berada dalam tas kamera. Pasti lebih panjang lagi.

Bandingkan dengan smartphone yang biasanya ada di kantung dan cukup dengan menekan satu shortcut saja, kamera sudah siap.

Belum lagi, kamera DSLR/Mirrorless tidak bisa dibawa setiap saat mengingat banyak tempat, seperti mall melarang membawa kamera jenis ini. Bandingkan dengan smartphone yang bisa dibawa kemanapun, bahkan ke kantor sekalipun.

Ini salah satu kelebihan smartphone daripada DSLR yang sulit dibantah.

4) Tidak Mengundang Perhatian :


Orang memotret dengan smartphone sudah biasa. Semua orang melakukannya. Cobalah memotret dengan DSLR, pasti biasanya mau tidak mau orang akan melirik dan tidak jarang memandang curiga. Sang obyek pun kerap langsung tahu bahwa dirinya dijadikan sasaran kamera.

Padahal, fotografi jalanan menekankan pada unsur spontanitas dan alami. 

Sulit untuk menghasilkan ini kalau sang obyek sudah tersadar dijadikan sasaran kamera.

Kamera smartphone lebih menguntungkan dalam hal ini karena ukurannya yang kecil, maka sang pemotret bisa dengan mudah menyembunyikannya dan bahkan memotret dari posisi yang sama dengan orang yang sedang bermain game. Jadi, tidak akan mengundang perhatian dan sang obyek tetap bersikap apa adanya.

5) Tidak Repot


Untuk membawa kamera DSLR pasti butuh perlengkapan lain, yang pasti lensa, atau tas. Ok-lah kalau tidak mau bawa lensa, tetapi sebenarnya tidak menyenangkan loh membawa kamera bergantung pada leher.

Bukan cuma pada akhirnya pegal, tetapi juga berbahaya bagi sang kamera sendiri karena pada saat berjalan akan terayun-ayun dan bisa membentur sesuatu.

Bandingkan dengan smartphone yang cukup dimasukkan di kantung baju atau celana. Beres.

6) Tidak Mengintimidasi



Entah mengapa, tetapi orang cenderung lebih curiga saat sebuah kamera DSLR diarahkan kepada mereka. Mungkin pola pikir kuno bahwa kamera seperti itu hanya untuk kalangan khusus, seperti wartawan saja yang menyebabkan reaksinya seperti ini. 

Sebaliknya, mereka sepertinya biasa saja kalau ada seseorang mengarahkan smartphone kepadanya dan kemudian memotret. Mungkin karena mereka juga melakukan hal yang sama.

Pengalaman selama ini memang menunjukkan bahwa kamera DSLR cenderung lebih mengintimidasi orang ketika diarahkan kepadanya. Kecurigaan langsung hadir. Apalagi satuan pengamanan, pasti matanya langsung melirik ganas dan waspada.

Nah, tambahkan juga dengan berbagai aplikasi edit foto yang ditawarkan, kemudahan untuk langsung upload ke media sosial, atau penyimpanan di internet, makin banyak saja kelebihan kamera smartphone dibandingkan DSLR. Tetapi, paling tidak, dalam 6 hal vital dalam dunia fotografi , kamera smartphone memiliki keunggulan dibandingkan DSLR atau Mirrorless.
Read More

Monday, May 20, 2019

5 Keuntungan Memotret Setiap Hari

3 Keuntungan Memotret Setiap Hari
Taman Kencana Bogor, 2019
Practice Makes Perfect - Berlatih Membuat Sempurna
Pepatah yang satu ini paling dipahami oleh para atlit dan artis/aktor. Hampir pasti, para pelatih mereka akan selalu menekankan betapa perlunya berlatih, berlatih, dan berlatih. Tujuannya sudah pasti agar sang atlit akan menjadi semakin mahir dan kemampuannya terus terasah.

Banyak yang tidak menyadari bahwa pepatah ini bukan khusus dibuat untuk para atlit, artis atau aktor saja. Pepatah ini berlaku untuk umum, semua orang. Siapapun yang ingin menjadi semakin baik dalam berbagai hal harus mau berkorban untuk terus melatih diri.

Begitupun dalam hal fotografi, pepatah ini jelas berlaku. Apalagi, kemampuan seseorang memotret termasuk dalam skill atau kemampuan yang harus terus diasah agar tetap dimiliki oleh seseorang. Kemalasan dalam mereaslisasikannya pada akhirnya berujung berkurangnya kemampuan tersebut.

Oleh karena itu dalam dunia fotografi, ada semacam saran kepada setiap orang, yaitu teruslah memotret setiap hari. Bukan apa-apa hal itu karena pada dasarnya dengan seseorang memotret tiap hari, maka mereka akan mendapatkan keuntungan, seperti :


  1. Seorang fotografer bisa terus mengasah kemampuannya, setidaknya untuk memastikan skill yang dimilikinya akan tetap ada dan tidak berkurang
  2. Seorang fotografer bisa melatih diri untuk mencoba berbagai teori yang sudah dibaca dan dipelajarinya
  3. Seorang fotografer bisa melatih diri menemukan sudut pandang yang berbeda di setiap kesempatan
  4. Seorang fotografer bisa melakukan berbagai eksperimen yang mungkin berguna di kemudian hari
  5. Seorang fotografer bisa menemukan hal-hal baru yang menjauhkan dirinya dari kebosanan melakukan yang itu-itu saja terus menerus
Inti dasarnya sama dengan yang dilakukan para atlit bahwa berlatih setiap hari akan bisa membantu diri seseorang ke arah perbaikan.

5 Keuntungan Memotret Setiap Hari
Salmon Benedict - Pardon My French Restaurant

Bagaimana Cara Memotret Setiap Hari ? Dimana?

Pertanyaannya, bagaimana cara melakukannya, terutama jika fotografi hanyalah sekedar hobi atau pekerjaan part time saja, di luar pekerjaan rutin? Waktu biasanya sudah tersita dengan pekerjaan utama dan hanya menyisakan sedikit waktu saja.

Belum lagi, waktu yang sedikit itu masih harus dibagi untuk keluarga, bersosialisasi dengan teman, dan tentunya beristirahat.

Mungkin, kalau pertanyaan ini diajukan di tahun 1990-an saja, jawabannya memang sulit sekali. Pada saat itu, kamera masih berukuran besar dan susah dibawa kemana-mana. Tetapi, di zaman milennial seperti sekarang, hal itu mudah dilakukan.

Hampir pasti, di setiap kantung atau tas orang zaman sekarang, akan ada sebuah kamera di dalamnya. Percayalah. Bahkan, tidak jarang yang membawa 2-3 kamera sekaligus.

5 Keuntungan Memotret Setiap Hari
Pasar Laladon, Kabupaten Bogor, 2019
Bentuknya, kamera smartphone.

Paling tidak, kalau melihat ukuran minimum kamera smartphone, paling tidak resolusinya sudah di atas 10 Mega Piksel (Pixel). Sudah lebih dari cukup untuk berlatih dan bahkan kalau dipergunakan dengan baik bisa menghasilkan foto yang bagus.

Memang, fiturnya jelas lebih terbatas dibandingkan kamera DSLR atau Mirrorless. Meskipun banyak yang menulis bahwa kamera smartphone punya kemampuan sama dengan kedua jenis kamera itu, sebenarnya kurang tepat karena smartphone kelas atas sekalipun, punya fitur yang lebih terbatas dibandingkan DSLR pemula sekalipun.

Tetapi, justru disanalah letak keuntungannya, bentuknya jauh lebih mungil dari Mirrorless terkecil sekalipun. Smartphone bisa dimasukkan kantung, sedang mirrorless susah dan akan mengganggu pergerakan.

Justru, disanalah letak keunggulan kamera smartphone untuk tujuan berlatih dan memotret setiap hari. Kamera ini bisa dan akan selalu dibawa kemana-mana, bahkan saat pergi bekerja sekalipun.

Kemudian kombinasikan saja bahwa meski harus mencari nafkah dan bekerja di kantor, sebenarnya masih ada sisa waktu luang di dalamnya, seperti saat :

  • pergi dan pulang dari rumah ke kantor/tempat kerja dan sebaliknya
  • saat istirahat makan siang
  • saat berbelanja dengan istri ke pasar atau mall
  • saat bermain di taman dengan anak
  • dan masih banyak lagi waktu luang lainnya


5 Keuntungan Memotret Setiap Hari
Lawang Suryakencana Bogor, 2019

Fitur sederhana dari kamera smartphone sudah lebih dari cukup untuk belajar,


  • Komposisi Foto
  • Kombinasi warna
  • Penempatan subyek foto menggunakan Rule of Thirds
  • Mengatur setting ISO (dengan bantuan aplikasi Camera Fv-Lite)
  • Mengerti aspek rasio foto dan efeknya bagi penempatan obyek
  • Belajar sudut pengambilan foto yang baik
  • dan masih banya lagi yang bisa dilakukan 

Artinya, dengan kamera smartphone kita bisa terus memotret setiap hari dan pada akhirnya kita tidak pernah berhenti belajar fotografi.

Dengan begitu, kemampuan kita bisa terus terasah dan bahkan berkembang. Tanpa harus meninggalkan tugas-tugas utama sebagai manusia, seperti mencari nafkah dan mengurus keluarga.

Foto-foto dalam tulisan ini dibuat dengan kamera smartphone OPPO A3s. Kameranya hanya sekedar cukupan saja untuk dokumentasi, tetapi setidaknya saya bisa belajar lebih banyak ladi saat pergi atau pulang dari kantor, atau saat menemani istri ke taman atau mall.

Bagaimana dengan Anda, pernah mencoba memotret setiap hari?


Read More