May 2019 - Maniak Potret

Dunia Dari Mata Orang Iseng Dengan Kamera

Latest Update
Fetching data...

Thursday, May 30, 2019

12 Tips Hemat Baterai Kamera Supaya Hunting Fotomu Tidak Jadi Menyebalkan

12 Tips Hemat Baterai Kamera Supaya Hunting Fotomu Tidak Jadi Menyebalkan
CGM Bogor Street Festival 2016
Mengapa harus tahu cara hemat baterai kamera? Percayalah, Anda tidak akan mau mengalaminya dan jangan sampai tahu rasanya.

Menyebalkan ! Pastinya begitu. Bagi seorang fotografer atau penggemar fotografi, tidak ada yang lebih menyebalkan saat sedang seru-serunya hunting foto dan melihat banyak momen menarik, kemudian ketika hendak menjepretkan kamera, baterainya sekarat. Sinyal baterai di layar kedap-kedip dan berwarna merah.

Bete banget rasanya.

Saya pernah mengalaminya saat sedang meliput kegiatan Cap Go Meh Bogor atau CGM Bogor Street Festival 2019 Februari lalu. Baterai habis bahkan ketika pawai baru saja dimulai. Banyak momen menarik yang terpaksa terlewat karena tidak ada daya dari baterai untuk menggerakkan kamera.

Memang, kehabisan baterai bukanlah yang terburuk, karena ada yang lebih konyol dan menyebalkan lagi, tetapi tetap saja rasanya kesal. Apalagi melihat rekan sesama fotografer asyik berburu kesana kemari dan saya hanya bisa lebih banyak menonton dan diam saja.

Baca : Hunting Foto Terselamatkan Smartphone

Oleh karena itu, salah satu hal yang perlu dikuasai, selain masalah teknis memotret, adalah tentang bagaimana bisa hemat baterai saat hunting foto. Pelajaran kecil, yang sayangnya sempat saya lupakan saat itu. Nasib, tapi yang namanya manusia.

Nah, bila Anda tidak ingin mengalami hal yang sama, ada beberapa tips untuk hemat baterai kamera dikala berburu momen. Apalagi kalau Anda dipercaya meliput sebuah acara dan dibayar, yang pasti akan lebih menyusahkan kalau hal seperti ini terjadi.

Tips Hemat Baterai Kamera Saat Hunting Foto

Tidak butuh pengetahuan khusus dan teknis, tetapi butuh ketelitian, mulai dari persiapan hingga saat akhir. Banyak hal yang biasa dilakukan sebenanrya membuat daya dalam baterai cepat habis, dan sebisanyya hal ini harus dihindari.

1. Pastikan baterai terisi full (penuh)


Langkah paling awal memang tidak berkaitan langsung dengan penghematan, tetapi yang satu ini teramat sangat penting karena sering masalah terjadi karena lalai memperhatikan hal ini.

Banyak dari kita mengandalkan sinyal "baterai" pada kamera untuk mengetahui daya yang tersisa. Iya kan?

Masalahnya, sinyal ini kerap menipu. Simbol baterai akan tetap menunjukkan tanda "penuh" meskipun sudah dipakai beberapa puluh kali. Coba saja sendiri kalau tidak percaya. Padahal, daya yang sudah ada di dalam baterai sudah berkurang.

Jadi, sebelum berangkat hunting, "charge" ulang lagi baterai sampai penuh. Jadi, daya yang sudah terpakai bisa digantikan.

12 Tips Hemat Baterai Kamera Supaya Hunting Fotomu Tidak Jadi Menyebalkan
Tugu Kujang, Bogor 2016

2. Matikan Kamera Saat Tidak Digunakan


Siap sedia itu perlu, kita selalu ingin kamera standby setiap saat. Untuk itulah terkadang kita tetap membiarkan kamera pada posisi "menyala".

Padahal, kenyataannya, saat hunting foto, kita tidak selalu harus dalam kondisi siap sedia. Saat mengobrol dengan sesama fotografer atau teman, pastinya kamera tidak dibutuhkan. Begitu juga saat istirahat, makan, minum, kamera seharusnya dibiarkan beristirahat juga.

Membiarkannya menyala sama artinya dengan menyedot terus daya baterai dan membuatnya mubazir.

Jadi, matikan kamera saat tidak diperlukan. Dengan begitu, dayanya akan tetap ada sampai dibutuhkan.

3. Kurangi Melihat Hasil Foto


Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari membuat daya kamera cepat habis, yaitu sering melihat hasil jepretan.

Memang susah dihindarkan karena setiap orang ingin tahu apakah foto yang dijepretnya bagus atau tidak. Cuma, untuk melihatnya kamera akan memakan daya baterai dan semakin sering dilakukan, maka semakin cepat pula daya tersedot dan kemudian habis.

Tips untuk menghindari hal itu terjadi, kurangi kebiasaan melihat hasil foto setelah menjepretnya. Terus terang bakalan sulit dilakukan karena membutuhkan pembiasaan dan kepercayaan diri bahwa fotonya akan bagus.

4. Kurangi Memotret Dengan Flash Internal


Coba saja kalau tidak percaya. Memotret memakai flash atau lampu kilat internal akan mempercepat habisnya baterai kamera.

Mau tidak mau karena untuk menyalakannya, maka flash akan menyedot daya dari baterai yang sama.

Penyelesaiannya bisa dilakukan karena ada opsi lainnya, yaitu meningkatkan ISO, memakai aperture lebih besar, atau memakai shutter speed yang lebih lama. Semua tidak memakan daya baterai.


5. Matikan Fitur Yang Tidak Penting (Berkaitan Dengan Memotret)


Kamera digital zaman sekarang memang menyenangkan dan mempermudah fotografer. Banyak sekali fitur-fiturnya, bahkan untuk langsung upload ke medsos sekalipun sudah disediakan, seperti wi-fi.

Cuma, tetap saja fitur itu membutuhkan daya untuk menyalakannya dan semakin banyak fitur yang aktif pada kamera, berarti daya baterai akan semakin cepat habis.

Matikan fitur-fitur yang tidak berkaitan langsung dengan memotret, seperti wi-fi, pemandu fokus, suara bip saat fokus terkunci.

Dengan mematikan fitur-fitur ini, tentunya pemakaian daya baterai bisa lebih hemat.

6. Matikan Fungsi Preview / pratinjau


Kamera DSLR atau Mirrorless akan secara otomatis menampilkan hasil jepretan selama beberapa saat setelah shutter release ditekan. Ini secara default dilakukan.

Hasilnya, sama juga dengan kalau kita melihat hasil foto, yaitu memakan daya baterai.

Lebih baik kalau settingnya diubah dan pratinjau atau preview tidak diaktifkan. Jadi, bisa lebih hemat pemakaian baterainya.

7. Jangan Membuat Video


Kamera digital sekarang juga bisa menjadi pembuat video. Salah satu fitur yang membuatnya menjadi dual fungsi.

Masalahnya, membuat video memakan daya baterai lebih banyak daripada memotret. Bila untuk memotret, baterai kamera bisa bertahan beberapa ratus jepretan, untuk membuat video, mungkin hanya bertahan beberapa puluh menit saja.

Bila memang targetnya mendapatkan foto, sebaiknya kurangi keinginan membuat video pada saat yang sama. Hal itu agar baterai bisa tahan lebih lama.

8. Matikan VR atau IS Pada Lensa


Jangan salah juga, lensa kamera DSLR atau Mirrorless juga bisa membuat kita tidak hemat baterai kamera. Ada fitur-fitur stabilisasi foto, seperti VR (Nikon) atau IS (Canon) yang gunanya agar guncangan tangan bisa teredam dan fotonya tetap fokus dan tajam.

Nah, fitur-fitur ini juga menggunakan daya baterai kamera karena keduanya tidak memiliki sumber daya sendiri. Jadi, kalau sering digunakan, ya bisa menyebabkan baterai kamera cepat habis juga.

Matikan saja ketika memang tidak diperlukan, seperti saat memotret di siang hari.



9. Potret Yang Penting Saja


Semakin banyak memotret memang tidak jelek karena berarti semakin banyak pilihan dan semakin banyak yang direkam. Masalahnya, ya itu dia, setiap jepretan akan membutuhkan daya baterai dan berarti daya baterai akan semakin cepat kering.

Repot memang.

Tetapi, kalau sudah terbiasa di lapangan, seorang fotografer akan bisa memilah mana kondisi yang memungkinkan mendapat foto yang bagus, mana yang tidak. Jadi, mereka bisa memilah mana yang penting dan tidak.

Yang tidak penting, tidak usah diambil.

Dengan begitu, kita bisa hemat baterai.

10. Jangan Menggunakan Live View Terlalu Sering


Live View atau memotret sambil melihat layar monitor kamera memang menyenangkan karena bisa melihat hasil terlebih dahulu sebelum menekan shutter release. Ukurannya lebih nyaman bagi mata.

Sayangnya, untuk menampilkan gambar di monitor, perlu daya, dan daya itu diambil dari baterai kamera. Semakin sering melakukannya, semakin cepat daya baterai kering.

Masalahnya, pada kamera Mirrorless, Viewfinder/Lubang Intip-nya juga elektrik dan bukan optical . Artinya bahkan memotret tanpa Live View pun kalau memakai kamera Mirrorless akan tetap berpotensi menghabiskan daya baterai.

11. Kecerahan Layar Monitor Juga Menyedot Daya


OK lah kalau memang mau memotret dengan Live View atau karena memakai Mirrorless yang memberikan dilema.

Tapi, coba kurangi kecerahan layar monitornya. Sama dengan komputer juga, semakin cerah layarnya, semakin besar daya yang digunakan. Bisa tidak hemat baterai kamera kalau terlalu cerah.

12. Jangan Lupa Bawa Smartphone


Peralatan yang tidak boleh dilupakan, yaitu sebuah smartphone. Bukan cuma karena fotografer butuh komunikasi, tetapi karena ponsel pintar itu punya yang namanya "KAMERA".

Kamera itu tentunya tidak sebaik kamera DSLR/Mirrorless, tetapi fungsinya bisa digunakan untuk mengabadikan momen-momen yang tidak terlalu penting atau tidak terlalu berpotensi menghasilkan foto yang bagus.

Bila sekedar untuk dokumentasi, bisa memakai smartphone saja. DSLR-nya bisa dipakai nanti kalau ada momen yang penting. Apalagi kalau smartphonenya Samsung Galaxy S9 atau iPhone, pasti sudah lebih dari cukup untuk memotret.


Yang terbaik memang membawa baterai cadangan. Dengan begitu, kalaupun baterai yang satu habis, ada backup yang bisa memperpanjang waktu hunting foto.

Meskipun demikian, tetap saja, kalau pemotretnya "boros" dan tidak memperhatikan hal-hal seperti itu, baterai kamera akan cepat habis bahkan sebelum kita merasa "selesai".

Jadi, perhatikan hal-hal kecil seperti di atas supaya bisa hemat baterai kamera saat hunting foto. Dengan begitu kita bisa semakin lama beraksi dan hunting foto bisa diselesaikan dengan perasaan gembira dan bukan rasa kesal dan sebal.

Iya kan?
Read More

Wednesday, May 29, 2019

[GIMP #6] Membuat Foto Hitam Putih Itu Mudah

[GIMP #6] Membuat Foto Hitam Putih Itu Mudah
Salabenda, Bogor 2015
Mungkin banyak orang berpikir, untuk apa membuat foto hitam putih di zaman seperti sekarang? Kamera digital sudah menyediakan berbagai fitur dan mode yang bisa menghasilkan warna-warna cemerlang, cerah, dan tajam, sesuai dengan selera. Lalu, apa kegunaan foto hitam putih?

Pada dasarnya memang foto hitam putih kurang mendapat tempat di zaman millenial seperti sekarang. Masyarakat lebih suka yang warna warni pada fotonya. Tetapi, jangan salah juga mengartikan bahwa sesuatu yang hanya monochrome seperti itu tidak bisa menarik perhatian.

Para fotografer, baik amatir atau profesional, tahu persis bahwa foto hitam putih bisa menjadi sesuatu yang lebih menarik. Foto hitam putih bisa

1. Memberikan kesan vintage, kuno, usang, dan sifat sentimentil manusia kesan seperti ini tetap bisa membangkitkan rasa dalam diri seseorang

2. Menonjolkan dan memberi penekanan pada bentuk dan garis, karena bagaimanapun foto itu 2 dimensi dan terbentuk dari banyak sekali garis dan lengkungan. Jika seseorang memandang lebih perlu mengedepankan elemen-elemen yang ini, foto hitam putih lebih berguna karena mata manusia tidak akan terpengaruh oleh warna

3. Memberikan kesan muram dan drmatis yang bisa membangkitkan emosi yang melihat

Oleh karena itu, tidak sedikit fotografer atau penggemar fotografi yang menggunakan trik ini untuk menarik perhatian yang melihat.

[GIMP #6] Membuat Foto Hitam Putih Itu Mudah
Botani Square, Bogor 2016
Sadar tentang potensinya dalam menambahkan unsur estetika dalam sebuah foto yang membuat produsen foto tidak akan pernah lupa memberikan satu fitur, yaitu hitam putih pada kamera digital produksinya.

Setiap orang bisa langsung memotret ala zaman dulu dengan memanfaatkan fitur ini.

Tetapi, di zaman sekarang, membuat foto hitam putih juga tidak perlu lagi repot. Maklum juga, manusia gampang berubah pikiran. Saat memotret mungkin saja pemotretnya memandang foto berwarna lebih bagus, tetapi setelah di rumah, ia ingin membuatnya terkesan muram, sedih, atau kuno.

Nah, tentunya di saat itu, kamera tidak bisa lagi dipergunakan untuk merubah image tersebut.

Untungnya, ada banyak sekali aplikasi pengedit foto yang bisa dipergunakan untuk merubahnya, dari full color, penuh warna, menjadi hanya hitam dan putih saja.

Salah satunya adalah GIMP (GNU Image Manipulation Program). Software gratisan ini memiliki fitur "DESATURATE" alias menghilangkan warna.

Cara mengoperasikannya mudah saja. Bagi yang baru menggunakannya sekalipun tidak akan menemui kesulitan.

Silakan ikuti saja langkah-langkahnya di bawah ini.

Cara Membuat Foto Hitam Putih Dari Berwarna Dengan GIMP

1. Buka file yang hendak diubah (pergunakan Menu File ==> Open)


2. Setelah foto tampil di layar editor, pilih menu COLORS

3. Pada drop down menu pilih menu "DESATURATE"

4. Akan keluar 3 pilihan, yaitu LIGHTNESS, LUMINOSITY, dan AVERAGE. Ketiganya adalah setting standar yang berbeda dalam pencahayaan dan kontras. Silakan coba satu persatu untuk melihat apakah efeknya sudah sesuai kemauan

5. Klik "OK"

6. Di layar editor akan terlihat bahwa foto sudah menjadi hitam putih. Image ini masih bisa diedit lagi sesuai kemauan

7. Kalau sudah cukup dan hendak menyimpan, klik MENU

8. Pilih "Save as" kalau hendak menyimpan dalam fotmat foto yang hanya bisa dibuka GIMP atau "EXPORT AS" untuk menyimpan dalam bentuk JPG atau PNG

9. Beri nama dan simpan

10. SELESAI (Hasil editan di bawah ini)


Sangat tidak susah merubah foto berwarna menjadi foto hitam putih di GIMP. Tetapi, kalau ternyata belum terbiasa dan terburu-buru waktu, silakan coba juga membuat foto hitam putih dengan Photoscape.

Selamat mencoba.


Read More

Tuesday, May 28, 2019

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari 6 Hal Ini

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis , Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari Hal-Hal Ini
Selimut Pisang Coklat ala Kafe Seniman Stories, Bogor 2019
Fotografi semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan seiring berkembangnya dunia fotografi digital. Bukan hanya mereka yang berniat menjadikan sebagai hobi, tetapi juga mereka yang ingin menekuni fotografi sebagai bisnis.

Tidak sedikit kemudian yang rela menginvestasikan uang banyak untuk membeli kamera dan berbagai aksesorinya, seperti lensa, peralatan lighting (pencahayaan). Banyak yang bersedia merogoh kocek dalam-dalam untuk mengikuti kursus fotografi agar menjadi mahir dalam menghasilkan foto yang mengundang "WOW" dari yang melihat.

Seorang yang pernah saya kenal saat berburu foto di jalanan pernah bercerita bahwa ia telah menjual Vespa kesayangannya. Kemudian, ia membelikannya sebuah kamera Mirrorless. Ia berharap bisa menekuni dunia food photography, atau fotografi makanan.

Entah bagaimana kelanjutan dari ceritanya, tetapi hal itu menunjukkan bahwa mulai banyak orang yang memandang fotografi lebih dari sekedar hobi. Semakin banyak yang berpikir bahwa kegiatan potret memotret ini bisa menjadi ladang uang dan sumber mata pencaharian.

Sayangnya, ternyata banyak juga yang akhirnya kecewa. Mereka menemukan bahwa menjadikan fotografi sebagai sebuah usaha tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak yang berhenti dan gagal karena setelah bergelut beberapa lama, dan merasa hasil fotonya sudah sangat bagus, tetapi uang belum juga dihasilkan.

Mereka bingung dimana kesalahannya. Foto sudah bagus. Peralatan lengkap.

Lalu dimana salahnya?

Yah, disana memang ada sebuah kesalahan. Sangat FATAL malah.

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari Hal-Hal Ini
Risoles Kafe Seniman Stories, Bogor 2019

Kurang ajar memang, saya yang bukan seorang pebisnis di dunia fotografi berani mengatakan ada kesalahan fatal dalam hal ini. Tetapi, percayalah memang kesalahannya sangat besar.

Kesalahan itu terletak pada pemikiran bahwa peralatan atau foto yang bagus dan memukau sudah cukup untuk mengundang orang datang dan kemudian mengeluarkan uang. Jelas salah sekali jika Anda juga memiliki pandangan seperti itu.

Ketika ingin menjadikan "sesuatu", bukan hanya fotografi, sebagai sebuah unit bisnis, maka butuh lebih banyak dari foto yang bagus saja. Lebih banyak lagi untuk merubah skill menjadi uang.

Yang Dibutuhkan Untuk Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis

Tidak berbeda dengan hal lainnya, fotografi sebagai bisnis akan butuh banyak hal lain untuk menunjangnya. Dan, seorang fotografer harus memilikinya

Beberapa diantaranya bisa disebutkan di bawah ini :

1. Promosi


Di zaman sekarang, sebuah bisnis tanpa melakukan promosi sama saja seperti menunggu "mati".

Promosi diperlukan untuk mengundang ketertarikan orang lain untuk datang, melihat, dan kemudian "membeli". Yang satu ini diperlukan untuk membentuk pasar yang mau memakai jasa atau produk yang ditawarkan.

Apalagi, dengan semakin terjangkaunya kamera digital, setiap orang bisa menghasilkan foto. Akhirnya orang-orang yang berpikiran sama, ingin menghasilkan uang dari fotografi juga semakin banyak.

Tanpa melakukan promosi, maka tidak akan ada yang mau melihat dan kemudian membeli apa yang dijual oleh seorang fotografer. Kalau tidak ada yang "membeli", maka tidak akan ada uang yang masuk.

Tujuan tidak tercapai.

Promosikan diri dan hasil karya sesering mungkin agar bisa mengundang perhatian dan menarik minat orang. Semakin banyak semakin baik.

2. Tidak Punya Produk


Untuk menghasilkan uang, harus ada yang "dijual". Yang dijual itu disebut produk. Tanpa produk, maka tidak ada yang dijual.

Banyak fotografer yang memamerkan hasil foto mereka di Instagram atau Facebook, tetapi mereka hanya mendapatkan "like" saja, bukan uang. Bila hobi dan kesenangan adalah tujuannya, sudah cukup, tetapi kalau uang ? Cukup kah pujian itu?

Tentu tidak.

Oleh karena itu, seorang fotografer yang hendak menjadikan hobinya sebagai bisnis, mereka harus punya produk. Bentuknya bisa beragam, jasa atau foto. Terserah, tetapi untuk berbisnis, produknya harus ada.

Tanpa itu, tidak akan ada hasil berbentuk uang. Artinya, tidak akan ada bisnis.

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari Hal-Hal Ini

3. Tempat Menjual / Pasar


Mengapa orang punya toko atau lapak? Karena disana mereka bisa menjual produk mereka dan menukarnya dengan uang.

Itulah mengapa banyak pedagang kaki lima ribut dan marah besar ketika lapaknya digusur satpol PP. Mereka kehilangan tempat untuk memasarkan barang dagangannya, yang berarti mereka tidak bisa menghasilkan uang.

Lalu, seorang fotografer yang tidak punya lapak? Bagaimana menjual produknya atau jasanya.

Memandang fotografi dari sudut bisnis, maka juga harus berpikir dimana jasa atau produk lainnya bisa dijual.

Tanpa itu, maka tidak akan ada yang bisa diperjual belikan.

4. Jaringan/Network


Hasil foto bagus dan memukau, tetapi tidak punya jaringan pertemanan atau kenalan, hasilnya bisa sama saja bohong. Zero. Nol.

Memiliki jaringan atau network merupakan hal yang penting dalam dunia bisnis dan kalau ingin menjadikan fotografi sebagai bisnis, seorang fotografer harus mau membangun networknya.

Dengan begitu mereka memiliki channel, baik untuk menjual produk atau jasanya.

Tidak sedikit bisnis dan transaksi yang berhasil dengan memanfaatkan sistem jaringan, contohnya MLM (Multi Level Marketing).

Oleh karena itu, selain skill memotret, seorang fotografer harus juga mempunyai kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, dan berkompromi dengan orang-orang di sekelilingnya atau di dunianya.

5. Manajemen


Percayalah, tidak ada bisnis yang berhasil tanpa adanya sebuah manajemen yang handal di belakangnya.

Manajemen dalam hal ini mencakup banyak hal, seperti manajemen waktu untuk memastikan produknya dikirim sesuai dengan permintaan, manajemen keuangan untuk memastikan uang yang masuk lebih besar daripada uang yang keluar.

Belum lagi, sebuah usaha bisnis berbasis fotografi biasanya tidak bisa dilakukan seorang diri. Umumnya, butuh sebuah tim yang terdiri dari lebih dari satu orang. Untuk itu diperlukan manajemen personil yang bagus pula.

Bayangkan saja kalau harus memotret outdoor dan membawa banyak peralatan, sulit untuk dilakukan seorang diri. Butuh asisten yang bisa membantu, dan untuk itu perlu pengetahuan bagaimana menangani pekerja.

6. Pengelolaan Keuangan


Berapa harga jual jasa foto kepada pelanggan? Jawabannya tidak akan diketahui kalau data tentang modal yang dikeluarkan, biaya operasional, dan biaya lain-lain tidak diketahui.

Ujungnya, kalau ini terjadi, harga penawaran hanya dikira-kira dan mungkin sekali salah, lebih kecil dari biaya produksi.

Rugi adalah hasilnya.

Pengelolaan keuangan bukan hanya memastikan bahwa arus keluar masuk uang tercatat, tetapi juga untuk memastikan bahwa harga jual lebih tinggi dari biaya produksi.

Tanpa itu, sama saja bohong.

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari Hal-Hal Ini
Salmon Benedict, Pardon My French , Jakarta 2019

Kesimpulan :


Terdengar rumit yah? Tetapi, memang begitulah adanya.

Jika kita hendak mewujudkan ide fotografi sebagai sebuah bisnis, mau tidak mau kita sudah melangkah lebih jauh lagi ke dalam dunia bisnis. Maka, perlakuan kita terhadap kegiatan potret memotret pun harus berubah, tidak lagi sekedar sebagai fotografer.

Untuk menjadikan fotografi sebagai bisnis, maka kita tidak bisa "hanya" menjadi fotografer, tetapi harus menjadi "ENTREPRENEUR" atau "PEBISNIS" . Pola pikirnya pun harus mencakup semua hal yang berlaku di dunia bisnis.

Baca Juga :



Tentunya, tidak akan cukup menyelesaikan masalah keuangan atau kesulitan pemasaran hanya berbekal pengetahuan bagaimana membuat BOKEH atau LONG EXPOSURE. Tidak cocok dan tidak akan menyelesaikan masalah.

Jadi, kalau mau sukses sebagai pebisnis berbasis fotografi, berpikirlah sebagai pebisnis dulu, baru kemudian sebagai fotografer.

Jangan dibalik.
Read More

[GIMP #5] Melakukan Cropping Itu Mudah !

[GIMP #5] Melakukan Cropping Itu Mudah !
Jalan Johar, Jakarta Pusat, 2019

Cropping atau memotong image atau foto merupakan sebuah hal yang umum dilakukan para fotografer. Biasanya dilakukan untuk membuang bagian-bagian dari foto yang tidak diperlukan atau untuk membuat subyeknya menjadi lebih menonjol. Foto di masa kini yang terlihat di berbagai website, hampir pasti sudah melalui proses yang satu ini juga.

Melakukan cropping bisa dilakukan dengan berbagai photo editing software. Semua aplikasi pengedit foto sudah pasti diperlengkapi dengan fitur untuk cropping, baik yang gratisan atau berbayar. GIMP pun memiliki fitur ini.

Cara melakukan cropping di GIMP pun sangat mudah, tinggal ikuti saja langkah-langkah di bawah ini.

(Sebagai contoh, saya akan memakai foto di atas)

1. Buka file foto yang akan dicropping
2. Pilih Menu Tools hingga keluar submenu Selection Tools
3. Silakan pilih apakah mau memakai Rectangle, Ellipse, atau Free Select. Kalau belum jelas yang mana bisa baca dulu salah satu yang di bawah ini :

Baca juga : 

4. Pilih bidang yang akan dicrop.

(Saya akan memilih bagian foto pedagang gas tabung 3 kilogram dengan Rectangle Select. And alihat bahwa ada bidang yang ditandai dengan garis putus-putus? Nah, itu hasil dari Rectangle Select dan akan menjadi bagian yang ingin ditampilkan)


4. Kemudian, Klik Menu "IMAGE" hingga keluar dropdown menu
5. Klik " Crop To Selection" (potong bagian yang dipilih)

[GIMP #5] Melakukan Cropping Itu Mudah !


6. Untuk menyimpan, sebagai JPEG, TIFF, PNG, klik Menu FILE
7. Pilih Menu "Export As" jangan memakai "Save as" karena akan menyimpan dalam format ACF yang hanya bisa dibaca oleh GIMP
8. Selesai

Hasil croppingnya, seperti di bawah ini :

[GIMP #5] Melakukan Cropping Itu Mudah !

Mudah kan? Ya memang melakukan cropping itu bukan pekerjaan sulit, secara teknis.

Silakan mencobanya sendiri dengan GIMP.

Read More

Monday, May 27, 2019

Membangkitkan Kecintaan Pada Fotografi Seawal Mungkin Memberi Fondasi Yang Menguntungkan

Membangkitkan Kecintaan Pada Fotografi Seawal Mungkin Akan Lebih Menguntungkan
Jalan Suryakencana, Bogor 2017

Ada banyak alasan orang terjun ke dunia fotografi. Banyak sekali malah motifnya. Ada yang karena uang dan menilai fotografi bisa menjadi ladang untuk mendapatkan penghasilan, ada yang ingin menjadi tenar, dan masih banyak lagi alasan lainnya.

Masalahnya, terkadang untuk merealisasikan hal itu tidaklah mudah. Untuk menjadi seorang fotografer, yang amatir sekalipun membutuhkan waktu lumayan panjang. Bisa makan waktu bertahun-tahun.

Oleh karena itu, ada baiknya jika siapapun yang hendak terjun ke dunia ini, langkah awal yang diambil pertama-tama adalah membangkitkan kecintaan pada fotografi dulu, sebelum berpikir tentang hal yang lain. Istilahnya, kalau dalam dunia tukang bangunan memberi fondasinya dulu, sebelum mendirikan bagian bangunan yang lain.

Tanpa itu, tidak akan ada rumah, atau rumahnya roboh karena fondasinya tidak kuat.

Penjelasannya sederhana, meski terkesan filosofis dan mengada-ada, tetapi bisa dirasakan dan sudah terbukti, yaitu

1. Rasa cinta akan mendorong orang untuk melakukan yang terbaik bagi yang disayanginya. Coba saja pikirkan rasa sayang Anda pada pacar, anak, istri, pasti akan mendorong kita mau bekerja keras dan terus mengusahakan yang terbaik bagi mereka, iya kan?

2. Kecintaan terhadap sesuatu kerap membuat orang menikmati prosesnya dan bukan sekedar hasilnya. Seorang yang menyukai berkebun tahu bahwa kegiatan itu memakan tenaga, kotor, dan kadang hasilnya tidak sepadan, tetapi ia bisa menikmati dan menghargai proses bercocok tanam dan merawat tanaman

3. Rasa cinta menghilangkan beban, iya kan ? Untuk menjadi seorang fotografer butuh waktu dan proses yang panjang. Tetapi, kalau dimulai dengan passion, rasa cinta, beban itu akan terasa "hilang" dan hal ini tentunya akan menguntungkan karena daya tahan untuk terus mau belajar akan tumbuh di dalam hati

4. Kecintaan menimbulkan dorongan untuk mengatasi hambatan, tidak percaya ? Ketika pacaran, semua orang mengatakan, "Gunung kan kudaki, lautan kan kuseberangi", benar begitu? Memang tidak sedramatis itu, tetapi percayalah, ketika rasa cinta itu ada di dalam hati, mau tripod lupa dibawa, tetap saja kita akan mencoba mencari penggantinya demi sebuah foto yang baik. Tidak beda halnya dengan kita mau meluangkan waktu berselancar di internet untuk menemukan berbagai tips dan trik memotret

Membangkitkan Kecintaan Pada Fotografi Seawal Mungkin Akan Lebih Menguntungkan

Memang pasti ada pendekatan lain tentang bagaiman mencapai tujuan akhir, yaitu menjadi seorang fotografer handal. Banyak yang mengatakan memberikan "beban" dan target itu perlu demi keberhasilan.

Tetapi, sayangnya, ketika kecintaan terhadap apa yang dilakukan tidak ada, hasilnya lebih banyak yang tumbang karena merasa semua hal itu sia-sia. Banyak yang berhenti memotret karena merasa hasilnya tidak juga membaik.

Padahal, bila rasa cinta itu ada, ia tidak akan terlalu terbebani dengan semua target. Ia bisa menikmati apa yang dilakukannya dan sudah mendapatkan kegembiraan dari hal itu.

Tapi, itu hanya pandangan saya saja, seorang fotografer amatir yang bisa dikata tidak mendapatkan uang dan ketenaran dari memotret di jalanan. Bahkan, rasanya untuk menjadi terkenal saja susah.

Sayangnya, saya terlalu menikmati saat ketika mempersiapkan kamera, pergi keluar, memotret orang tak dikenal, mengeditnya dan kemudian memasangnya di blog ini. Semua terasa menyenangkan karena rasa capek dan lelah terbayar sudah.

Itulah mengapa saya berpandangan bahwa langkah awal yang harus dilakukan siapapun untuk terjun ke dunia fotografi adalah membangkitkan kecintaan pada fotografi itu sendiri. Bukan hal yang lain. Hal itu seperti memberi fondasi bagi perjalanan panjang yang akan kita tempuh.

Bila fondasinya sudah ada, rasanya langkah berikutnya akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.

Iya nggak sih?
Read More

[GIMP #4] Fungsi Fitur INVERT : Memilih Kebalikan

[GIMP #4] Fungsi Fitur INVERT : Memilih Kebalikan

Fungsi fitur INVERT pada GIMP (GNU Image Manipulation Program) adalah untuk memilih bidang yang berada di luar bagian yang dipilih. Bingung?

Bayangkan seperti foto dengan efek selective color di bawah ini.

GIMP #4] Fungsi Fitur INVERT : Memilih Kebalikan
Foto I

Bila memakai fitur SELECT (Rectangle, Ellipse, Free Select), maka seharusnya yang berwarna hitam putih adalah bunganya, bukan backgroundnya.  Seharusnya hasil jadinya, menjadi seperti di bawah ini.

Foto II

Nah, bagaimana sekarang untuk membuat "bunganya" justru yang berwarna dan latar belakangnya hitam putih seperti f"Foto I".

Jawabnnya dengan memakai fitur INVERT. Fitur ini merupakan perintah agar GIMP bukan memilih bidang yang berada di dalam garis putus-putus hasil menu SELECT yang lain, tetapi justru area yang berada di luarnya.

Baca juga : 


Contoh :

1. Ambil sebuah image (yang sederhana saja)

2. Kemudian pilih bidang yang hendak diedit dengan memakai salah satu dari menu SELECT, yaitu RECTANGLE, ELLIPSE, atau FREE SELECT

Hasilnya kalau dilakukan dengan benar akan terbentuk garis putus-putus melingkupi area yang akan diedit, seperti di bawah ini.

[GIMP #4] Fungsi Fitur INVERT : Memilih Kebalikan

Kalau kemudian menu DESATURATE (lihat menu color) diaktifkan, maka hasilnya, seperti di bawah ini. (Bagian di dalam garis putus-putus yang berubah menjadi hitam putih).


Tetapi, sekarang ulangi lagi langkahnya.Kembali ke awal, dengan Klik Edit dan Undo Desaturate, maka semua kembali ke posisi semula. Cukup sampai disitu.

3. Lanjutkan kemudian dengan menekan menu SELECT dan cari INVERT. Bisa juga dengan memakai klik kanan hingga keluar sub menu SELECT dan cari INVERT.

4. Kemudian, pakai "desaturate", hasilnya akan berbeda dari yang tadi, melainkan seperti di bawah ini



Bagian di luar kotak lah yang berubah, sedangkan bagian dalamnya akan tetap sama.

Itulah fungsi fitur INVERT pada GIMP. Fitur ini akan sangat berguna, terutama nanti saat hendak melakukan cropping dan tentunya untuk membuat foto dengan efek selective color seperti di atas.


Read More

Sunday, May 26, 2019

4 Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal


Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal

Salah satu cara paling umum dalam belajar fotografi, terutama secara otodidak, adalah dengan berkunjung ke website atau blog foto milik fotografer terkernal. Contohnya, website Darwis Triadi, Darren Rowse dengan Digital Photography School, atau banyak blog lain yang sudah terkenal. Disana memang banyak sekali tips dan trik serta tutorial yang menjelaskan bagaimana membuat foto yang memukau.

Dan, memang banyak sekali pengetahuan yang bisa didapat dari sana.

Sayangnya, terkadang ada efek negatif juga hadir dalam diri seseorang setelah itu. Ada rasa minder alias rendah diri yang langsung terselip di dalam hati. Mau tidak mau, di blog-blog foto terkenal itu memang dipajang berbagai hasil karya yang kerap membuat orang ternganga karena keindahannya.

Jeleknya lagi, setelah kita mencoba berbagai tips dan triknya, ternyata hasilnya masih jauh dari apa yang diharapkan. Foto-foto kita masih saja terkesan jelek dibandingkan apa yang kita lihat disana.

Minder, rendah diri, merasa bodoh, tidak jarang langsung nongol tak tertahankan. Padahal, perasaan seperti ini justru menghambat perkembangan seorang fotografer pemula untuk beranjak maju.

Percayalah, saya pernah merasakan hal itu. Sampai sekarang pun sering rasa itu masih timbul.

Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal

Nah, untuk mengatasi rasa rendah diri itu, yang mau tidak mau harus diatasi, caranya sebenarnya tidak sulit, walau tidak mudah. Yang perlu dilakukan hanyalah menerima beberapa fakta saja, seperti :

Experience Does Matter : Pengalaman Menentukan

Fotografi adalah skill dan dalam sebuah skill, pengalaman seseorang di bidangnya sangat berpengaruh besar terhadap keahlian yang dimilikinya.

Orang-orang di belakang website atau blog foto terkenal itu jelas sudah berpengalaman di bidang fotografi selama bertahun-tahun. Bahkan ada yang sudah puluhan tahun.

Jadi, jangan coba bandingkan hasil sendiri yang baru bergelut di dunia fotografi selama beberapa tahun dengan mereka yang sudah lama. Jelas tidak sebanding. Lagipula, bukankah alasan kita berkunjung ke website/blog itu adalah untuk menimba ilmu? Mereka guru, kita murid.

Terima kenyataan ini dan jangan mencoba membandingkan. 

Gears Are Decisive : Peralatan Menentukan

Fotografer berpengalaman biasanya memperlengkapi diri mereka dengan peralatan terbaik (dan mahal). Peralatan dalam hal ini bukan hanya kamera, tetapi juga lensa, tripod, dan berbagai aksesori lainnya.

Belum lagi kelas kamera yang dipergunakan adalah high-end punya atau kelas atas dan diperlengkapi lensa seri L.

Dan, kebanyakan foto pada website atau blog foto milik fotografer terkenal, hampir semuanya dibuat dengan peralatan seperti ini.

Jangan coba bandingkan dengan kita yang masih bergelut memakai Canon 1400D atau Nikon D3300, alias kelas low-end. Hasilnya jelas beda.

Meski memang kamera bukanlah segalanya, tetapi bayangkan saja hasil foto dari seseorang yang memiliki kombinasi peralatan canggih dan skill mumpuni. 

Berat untuk mengimbangi. Terima kenyataan bahwa foto Anda akan sulit mengimbangi yang terpampang di website-website itu.

Tips Mengatasi Rasa Minder Setelah Membaca Website/Blog Foto Terkenal


Profesional (Ahli) Vs Amatir

Website atau blog foto terkenal biasanya dikelola oleh mereka-mereka yang hidup dan bergelut di dunia fotografi. Full time.

Oleh karena itu, mereka memang harus berbekal dan mengandalkan keahlian mereka. Tidak jarang mereka memiliki latar belakang pendidikan yang menunjang, seperti lulusan jurusan fotografi atau seni rupa.

Jangan bandingkan dengan kita yang kebanyakan masih amatir dan berbekal kemampuan yang didapat dari belajar sendiri.

Foto-fotonya Sudah Diedit

Hampir semua foto yang dipajang di blog goto blog foto terkenal sudah dikurasi atau diedit dengan berbagai cara. Jadi, kalau memang mau mencoba meniru, jangan hanya pada sisi fotografinya saja, tetapi kita juga harus belajar pengeditan fotonya juga.

Jadi, percuma saja memaksakan untuk memotret sesuai teori dan mencoba menghasilkan foto yang sama dengan yang ada di blog-blog itu karena semuanya sudah tidak 100% asli keluar dari kamera.



Yang perlu dilakukan untuk mengatasi rasa rendah diri seperti ini adalah dengan mengingat tujuan Anda berkunjung ke blog foto seperti itu, yaitu untuk BELAJAR.

Pelajari saja apa yang diajarkan disana, dan kemudian coba terapkan.

Jangan langsung minder dan kemudian tidak lagi membaca karena hasilnya malah lebih buruk lagi. Teruskan membaca berbagai tutorial disana dan coba terapkan dalam kehidupan fotografi kita.

Lakukan, lagi, lagi, dan lagi. Berulangkali.

Inti dari kemajuan dalam semua hal adalah belajar dan terus berusaha memperbaiki diri. Jangan berhenti hanya karena merasa minder melihat karya para fotografer terkenal. Jadikan mereka inspirasi dan tempat menggali ilmu.

Buang saja minder dan rendah dirinya ke tempat sampah.
Read More

[GIMP #3] Fitur FREE SELECT Untuk Memilih Bidang Yang Bentuknya Tidak Beraturan

[GIMP #3] Fitur FREE SELECT Untuk Memilih Bidang Yang Bentuknya Tidak Beraturan
Vap Go Meh Bogor 2017
Fitur FREE SELECT adalah fitur pada GIMP (GNU Image Manipulation Program) yang disediakan untuk memilih bidang yang bentuknya "tidak beraturan". Maksudnya bidang yang bentuknya tidak berbentuk persegi (Rectangle) atau bulat (Ellipse).

Sebagai contoh, foto, atau tepatnya image di atas memakai efek selective color alias hanya satu bagian saja yang berwarna, sisanya tidak. Untuk membuatnya, kita harus bisa memisahkan bagian tersebut sebelum kemudian menjadikan sisanya hitam putih.

Masalahnya, bentuk lampion atau lentera pada foto itu tidak persegi, artinya kita tidak bisa memakai RECTANGLE SELECT, juga tidak bulat/bundar yang berarti ELLIPSE SELECT tidak berarti.

Baca juga : :


Lalu, bagaimana memilih bidang dengan bentuk seperti itu? Jawabannya adalah fitur FREE SELECT.

Fitur ini memberikan kebebasan pengedit foto untuk memilih bidangnya sendiri. Ia bisa mengikuti garis-garis lengkung atau bentuk apapun.

Caranya adalah seperti langkah-langkah di bawah ini.

1 Pilih foto yang akan diedit (sebagai contoh , image kotak-kotak di bawah ini akan diedit memakai selective color)


2. Klik Menu TOOLS akan keluar drop down berisi sub menu

3. Pilih Free Selects. Kursor akan berubah menjadi gabungan kursor dengan "untaian tali"

4. Tentukan titik awal dimana pemilihan bidang akan dilakukan dengan meletakkan kursor disana dan kemudian lakukan klik. Akan keluar bulatan kuning . Lanjutkan dengan kemudian melingkupi semua bagian yang hendak diedit hingga berada dalam garis putus-putus.

Perhatikan : titik awal harus menjadi titik akhir pemilihan bidang agar garis putus-putus keluar



5. Free select sudah aktif ketika garis putus-putus sudah tampak berarti bidang itulah yang akan diedit. Sebagai contoh saya akan menambahkan menu "desaturate" untuk menjadikan bagian yang dikotaki tadi menjadi hitam putih



Nah, itulah guna dari fitur free select.

Dengan adanya fitur ini kita bisa mengedit bagian per bagian dari foto atau image yang memang biasanya bentuknya beragam.

Fitur ini akan sangat diperlukan saat mengedit foto karena biasanya obyek yang akan diedit memang jarang yang berbentuk persegi atau bulat.

Silakan mencoba.
Read More

[FOTO] STARLING - Starbucks Keliling

Pernah dengar istilah STARLING ? Jika Anda tinggal di ibukota Indonesia, Jakarta, rasanya pasti pernah setidaknya melihatnya. Betul sekali, meski mungkin Anda tidak pernah mendengar, tetapi setidaknya pasti pernah melihatnya berkeliling di jalanan kota besar itu.

Starling sendiri merupakan singkatan STARBUCKS KELILING. Tentunya, sudah pasti tidak ada kaitannya dengan merk kopi ternama dunia itu. Julukan ini diberikan kepada pedagang kopi keliling yang biasanya menggunakan sepeda menyusuri jalanan mencari pembeli.

Jenis kopinya sendiri, tidak beda dengan yang biasa dijual di warung kopi, yaitu kopi sasetan berbagai merk. Terkadang, mereka juga akan menawarkan makanan siap saji, seperti Indomie.

Penampakannya seperti di bawah ini.


STARLING - Starbucks Keliling

STARLING - Starbucks Keliling


STARLING - Starbucks Keliling

STARLING - Starbucks Keliling

STARLING - Starbucks Keliling

Read More

Perhatikan Kebersihan Lensa Kamera Sebelum Memotret ! AC Hotel Bikin Deg-Degan

Kamera adalah senjata seorang fotografer, tidak beda dengan senapan bagi seorang prajurit. Oleh karena itu, ia harus merawatnya dengan baik untuk memastikan bahwa kameranya siap pakai setiap saat.

Seringkali hal-hal kecil yang terlupakan menjadi penghalang dan penyebab utama gagalnya seorang fotografer mendapatkan foto yang bagus. Momen yang bagus juga sering terlewat karena ketidaksiapan peralatan utamanya.

Pengalaman tersebut saya rasakan beberapa waktu yang lalu. Kelalaian dalam menjaga kebersihan lensa kamera kesayangan, Canon 700 D sempat membuat kekhawatiran muncul ada masalah pada kameranya.

Saat itu, saat sedang berkunjung ke Semarang, salah satu obyek yang menarik adalah Bus Trans Semarang. Sebuah hal yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan bagi salah satu blog yang saya kelola.

Singkatnya, ketika melihat hasil jepretan, ternyata hasilnya seperti berkabut. Ada lapisan putih tipis terlihat pada hasil foto di layar monitornya.

Perhatikan Kebersihan Lensa Kamera Sebelum Memotret ! Bisa Bikin Deg-Degan

Ketika dicoba sekali lagi, hasilnya pun tetap sama.

Perhatikan Kebersihan Lensa Kamera Sebelum Memotret ! Bisa Bikin Deg-Degan

Padahal, saya cukup yakin bahwa lensa kamera sudah dibersihkan sebelum keluar dari kamar hotel. Sempat deg-degan karena dipikir ada masalah dengan lensa atau kamera yang dipergunakan.

Setelah dilihat ulang, kamera berjalan dengan sempurna. Hanya saja, ada masalah sedikit yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, yaitu adanya embun di lensa fix 50 mm yang dipakai. Rupanya embun tipis itu hadir karena AC di hotel terlalu dingin dan membuat uap air menempel pada lensa.

Setelah dibersihkan, masalah terselesaikan dengan baik. Hasil fotonya pun kembali seperti yang diharapkan. Tajam dan jelas.

Perhatikan Kebersihan Lensa Kamera Sebelum Memotret ! AC Hotel Bikin Deg-Degan

Sebuah pelajaran penting untuk selalu memeriksa kebersihan lensa sebelum dipergunakan, dan bukan hanya sebelum kamera dibawa. Ada kemungkinan masalah timbul dalam rentang waktu yang ada.

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah masalah timbul selama itu.

Jadi, satu-satunya cara untuk memastikan foto yang dihasilkan sesuai keinginan adalah dengan memeriksa kesiapsediaan kamera sebelum memotret.

Jangan sampai karena masalah kecil, hasil fotonya menjadi mengecewakan.
Read More

Saturday, May 25, 2019

[FOTO] Kecantikan Pemandangan Laut Di Pantai Klara Lampung Yang Terekam Kamera Smartphone : Biru

Pantai Klara merupakan salah satu tujuan wisata yang lumayan hits di propinsi Lampung. Tempat yang namanya merupakan singkatan dari Kelapa Rapat ini menyajikan banyak hal yang sulit terlupakan bagi yang pernah berkunjung kesana.

Salah satunya adalah pemandangan laut yang sangat biru dan memukau, selain tentunya pantai pasir putih dan air lautnya yang bening.

Silakan dilihat sendiri.

[FOTO] Kecantikan Pemandangan Laut Di Pantai Klara Lampung Yang Terekam Kamera Smartphone : Biru

[FOTO] Kecantikan Pemandangan Laut Di Pantai Klara Lampung Yang Terekam Kamera Smartphone : Biru

[FOTO] Kecantikan Pemandangan Laut Di Pantai Klara Lampung Yang Terekam Kamera Smartphone : Biru

Foto dibuat menggunakan kamera smartphone saja, Asus Padfone atau Asus T00N. Perbaikan kontras dan warna dilakukan dengan menggunakan aplikasi GIMP (GNU Image Manipulation Program).

Siapa bilang kamera smartphone tidak bisa menghasilkan foto yang bagus.

(Karya Arya Fatin Krisnansyah)
Read More

Mengapa Seorang Fotografer Harus Belajar Mengedit Foto ? Bukankah Itu Perbuatan Curang ?

Pernahkah Anda bertanya apakah seorang fotografer harus juga belajar mengedit foto selain menghasilkannya lewat kamera ? Pernahkah Anda mempertimbangkan apakah hal itu termasuk perbuatan curang atau tidak ?

Bila Anda belum pernah berpikir tentang hal yang satu ini, ada baiknya coba merenungkan dan mencoba menemukan jawabannya.

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa banyak sekali pro dan kontra terkait sah atau tidaknya mengedit foto. Perdebatan panas terjadi di sana sini, via internet atau bahkan ketika para fotografer bertemu di warung kopi. Terkadang diskusi bisa menjadi panas karena masing-masing mempertahankan argumennya.

Yang pro menekankan kalau hal itu memang sejak dahulu sudah dilakukan dan sekarang dipermudah dengan perkembangan teknologi yang melahirkan berbagai aplikasi pengedit foto. Yang kontra berargumen bahwa sebuah foto haruslah dilakukan lewat kamera dan bukan komputer.

Percayalah, argumen keduanya sama masuk di akalnya.

Tetapi, selama lebih dari 4 tahun menggeluti dunia fotografi, meski cuma sebagai penggemar dan pecinta saja, saya menemukan satu hal penting yang bisa menjadi jawaban terhadap pertanyaan seperti itu.

Coba saja lihat di bawah ini.

Mengapa Seorang Fotografer Harus Belajar Mengedit Foto ? Bukankah Itu Perbuatan Curang ?
Eco Art Park, Sentul Bogor - 2016
Foto "Optimus Prime" di atas dijepret lewat kamera prosumer Fuji Finepix HS 35EXR, kamera pertama selain ponsel yang saya punya.

Bagi masyarakat awam, mungkin masuk dalam kategori lumayan. Setidaknya bisa menggambarkan kalau di salah satu tempat wisata di Kabupaten Bogor ada sebuah patung lucu terbuat dari berbagai bahan bekas. Lumayan bisa mengundang perhatian.

Meskipun demikian, sebenarnya foto tersebut, bagi saya sendiri kurang memuaskan. Terlalu gelap dan subyek utama foto, si Optimus Prime tidak menonjol dan hampir berbaur dengan latar belakangnya. Maklum saja kemampuan si prosumer itu masih kurang kalau dibandingkan DSLR atau Mirrorless dalam hal ketajaman.


Nah, sekarang bandingkan dengan due foto (atau image) di bawah ini.

Mengapa Seorang Fotografer Harus Belajar Mengedit Foto ? Bukankah Itu Perbuatan Curang ?
Hasil Edit dengan GIMP 1

Mengapa Seorang Fotografer Harus Belajar Mengedit Foto ? Bukankah Itu Perbuatan Curang ?
Hasil Edit GIMP 2
Nah, rasanya, pendapat Anda pun akan sama bahwa foto setelah diedit lebih enak dilihat. Obyeknya menonjol dibandingkan latarnya.

Pengeditan dilakukan hanya dengan memanfaatkan menu SELECT, CONTRAST, BRIGHTNESS, dan filter GAUSSIAN BLUR saja. Tidak ada penambahan obyek baru. Hasilnya enak dilihat.

Dari pengalaman ini, terlihat bahwa sebuah foto yang kalau tanpa diedit sudah masuk "trash bin" atau tong sampah, ternyata bisa diselamatkan dan bisa dipertunjukkan kepada orang lain.

Berarti, tenaga, waktu, usaha sang fotografer tidak jadi terbuang percuma. Banyak yang terselamatkan dengan mengedit foto usang tak berguna itu.

Bukankah hal itu berarti membawa KEBAIKAN? Sesuatu yang membawa kebaikan bagi kehidupan manusia tidaklah seharusnya disia-siakan.

Belum lagi pada kenyataannya, di masa lalu pun usaha "mengedit foto" sudah dilakukan.dengan cara "mentusir" yang dilakukan ketika foto berada di "kamar gelap". Juga, bukankah HDR (High Dynamic Range) sudah juga dilakukan berpuluh tahun yang lalu dengan menggabungkan beberapa bagian terbaik dari beberapa foto ke dalam satu saja?

Usaha manusia untuk menghasilkan sebuah foto yang indah dan enak dilihat dengan cara mengeditnya sudah dilakukan sejak lama dan bukan baru-baru ini. Saat itu semua menerima. Bedanya hanyalah, di masa sekarang, semua orang bisa melakukannya dan dilakukan dengan cara yang lebih mudah, yaitu dengan software saja. Tidak perlu repot.

Sejak lama, manusia berusaha untuk mencari kesempurnaan dalam hal apapun, termasuk dalam dunia fotografi.

Lagipula, jika ditilik dari sudut seni, fotografi adalah seni melukis dengan spektrum cahaya. Seni, kata kuncinya, adalah sebuah bidang dimana kebebasan menjadi intinya. Manusia harus bebas berekspresi dengan berbagai cara.

Seni lukis sekalipun, yang di masa lalu hanya mengandalkan kanvas, kuas, dan cat saja berkembang di masa sekarang. Banyak yang menggunakan media lain, seperti kain,  tembok, dan cara melukisnya pun bukan dengan kuas saja, ada yang menggunakan anggota badannya.

Semua berkembang.

Jadi, bisa dikata, pengeditan foto adalah sisi perkembangan tidak terelakkan dalam dunia fotografi seiring dengan berkembangnya teknologi dan pemikiran manusia.

Mengedit foto juga tidak bisa dianggap perbuatan curang karena tidak ada aturan dan keharusan bagaimana seharusnya fotografi harus dilakukan.

Meskipun demikian, pada akhirnya memang tetap harus ada batasan seiring dengan lahirnya dunia baru, yaitu digital imaging atau pembuatan image secara digital. Bidang yang satu ini berbeda karena tidak lagi pembuatnya tidak lagi menggunakan kamera, ia bisa langsung mengambil foto dari mana saja, atau bahkan membuatnya sendiri.

Oleh karena itulah, dalam setiap perlombaan atau kontes foto di dunia, disebutkan batasan khusus tentang batas mengedit foto yang diperbolehkan. Biasanya tidak diperkenankan untuk menambahkan obyek ke dalamnya (masuk wilayah digital imaging), perbaikan foto sebatar burninc, cropping, dan sejenisnya.


Jadi, karena mengedit foto - menurut saya (dan kebanyakan orang)- bukanlah perbuatan curang. maka seorang fotografer harus juga belajar mengedit foto. Hal itu akan membantunya menghasilkan foto yang lebih baik dari yang mampu dilakukan kameranya.

Dengan catatan, bukan sebuah keharusan. Bila sebuah foto sudah dianggap bagus oleh fotografernya, ya tidak perlu diedit.

Read More

[GIMP #2] Mengenal ELLIPSE SELECT - Memilih Bidang Berbentuk Bulat Atau Lonjong

Apa sih fungsi ELLIPSE SELECT pada GIMP, GNU Image Manipulation Program (dan beberapa photo editing software atau aplikasi pengedit foto lain)?

Bayangkan saja begini. Terkadang saat melakukan pengeditan foto, kita dihadapkan pada obyek dalam foto yang berbentuk bulat atau lonjong. Aau, ketika kita ingin agar fotonya berada dalam sebuah lingkaran, seperti di bawah ini :


Tentunya hal itu akan sulit dilakukan dengan menggunakan RECTANGLE SELECT atau pemilihan bidang berbentuk persegi.

Nah, untuk melakukan editing seperti ini lah dihadirkan fitur ELLIPSE SELECT, yang artinya pemilihan bidang berbentuk bulat. Bukan hanya bulat sebenarnya karena ellipse sendiri dalam bahasa Indonesia berarti elips atau oval atau lonjong.

Fitur ini memang disediakan bagi mereka yang ingin mengedit bagian dalam sebuah image atau foto yang berbentuk bundar.

Posisi fitur ini dalam GIMP berada di bagian TOOLS (Alat). Caranya :


  • Klik menu "Tools" (atau klik kanan mouse/touchpad di komputer dengan kursor berada di atas image/foto)
  • Keluar sub menu "Selection Tools", klik dan tahan
  • Akan keluar beberapa pilihan lain, diantaranya ada ellipse select


[GIMP #2] Mengenal ELLIPSE SELECT - Memilih Bidang Berbentuk Bulat Atau Lonjong


  • Setelah menu diklik maka kursor akan berubah menjadi " + "
  • Letakkan dan tarik agar terbentuk bidang yang dibatasi garis putus-putus
  • Bentuk bulat/bundar atau lonjong tergantung pada kemauan (tampilannya kira-kira seperti di bawah ini)


[GIMP #2] Mengenal ELLIPSE SELECT - Memilih Bidang Berbentuk Bulat Atau Lonjong

Ellipse select , seperti juga berbagai menu pemilihan lainnya sangat berguna pada saat melakukan editing atau ketika hendak melakukan cropping atau pemisahan obyek tertentu.

Jadi, fitur ini akan sangat berguna ketika nanti hendak melakukan perubahan terhadap image atau foto.
Read More