Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari 6 Hal Ini - Maniak Potret

Dunia Dari Mata Orang Iseng Dengan Kamera

Latest Update
Fetching data...

Tuesday, May 28, 2019

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari 6 Hal Ini

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis , Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari Hal-Hal Ini
Selimut Pisang Coklat ala Kafe Seniman Stories, Bogor 2019
Fotografi semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan seiring berkembangnya dunia fotografi digital. Bukan hanya mereka yang berniat menjadikan sebagai hobi, tetapi juga mereka yang ingin menekuni fotografi sebagai bisnis.

Tidak sedikit kemudian yang rela menginvestasikan uang banyak untuk membeli kamera dan berbagai aksesorinya, seperti lensa, peralatan lighting (pencahayaan). Banyak yang bersedia merogoh kocek dalam-dalam untuk mengikuti kursus fotografi agar menjadi mahir dalam menghasilkan foto yang mengundang "WOW" dari yang melihat.

Seorang yang pernah saya kenal saat berburu foto di jalanan pernah bercerita bahwa ia telah menjual Vespa kesayangannya. Kemudian, ia membelikannya sebuah kamera Mirrorless. Ia berharap bisa menekuni dunia food photography, atau fotografi makanan.

Entah bagaimana kelanjutan dari ceritanya, tetapi hal itu menunjukkan bahwa mulai banyak orang yang memandang fotografi lebih dari sekedar hobi. Semakin banyak yang berpikir bahwa kegiatan potret memotret ini bisa menjadi ladang uang dan sumber mata pencaharian.

Sayangnya, ternyata banyak juga yang akhirnya kecewa. Mereka menemukan bahwa menjadikan fotografi sebagai sebuah usaha tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak yang berhenti dan gagal karena setelah bergelut beberapa lama, dan merasa hasil fotonya sudah sangat bagus, tetapi uang belum juga dihasilkan.

Mereka bingung dimana kesalahannya. Foto sudah bagus. Peralatan lengkap.

Lalu dimana salahnya?

Yah, disana memang ada sebuah kesalahan. Sangat FATAL malah.

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari Hal-Hal Ini
Risoles Kafe Seniman Stories, Bogor 2019

Kurang ajar memang, saya yang bukan seorang pebisnis di dunia fotografi berani mengatakan ada kesalahan fatal dalam hal ini. Tetapi, percayalah memang kesalahannya sangat besar.

Kesalahan itu terletak pada pemikiran bahwa peralatan atau foto yang bagus dan memukau sudah cukup untuk mengundang orang datang dan kemudian mengeluarkan uang. Jelas salah sekali jika Anda juga memiliki pandangan seperti itu.

Ketika ingin menjadikan "sesuatu", bukan hanya fotografi, sebagai sebuah unit bisnis, maka butuh lebih banyak dari foto yang bagus saja. Lebih banyak lagi untuk merubah skill menjadi uang.

Yang Dibutuhkan Untuk Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis

Tidak berbeda dengan hal lainnya, fotografi sebagai bisnis akan butuh banyak hal lain untuk menunjangnya. Dan, seorang fotografer harus memilikinya

Beberapa diantaranya bisa disebutkan di bawah ini :

1. Promosi


Di zaman sekarang, sebuah bisnis tanpa melakukan promosi sama saja seperti menunggu "mati".

Promosi diperlukan untuk mengundang ketertarikan orang lain untuk datang, melihat, dan kemudian "membeli". Yang satu ini diperlukan untuk membentuk pasar yang mau memakai jasa atau produk yang ditawarkan.

Apalagi, dengan semakin terjangkaunya kamera digital, setiap orang bisa menghasilkan foto. Akhirnya orang-orang yang berpikiran sama, ingin menghasilkan uang dari fotografi juga semakin banyak.

Tanpa melakukan promosi, maka tidak akan ada yang mau melihat dan kemudian membeli apa yang dijual oleh seorang fotografer. Kalau tidak ada yang "membeli", maka tidak akan ada uang yang masuk.

Tujuan tidak tercapai.

Promosikan diri dan hasil karya sesering mungkin agar bisa mengundang perhatian dan menarik minat orang. Semakin banyak semakin baik.

2. Tidak Punya Produk


Untuk menghasilkan uang, harus ada yang "dijual". Yang dijual itu disebut produk. Tanpa produk, maka tidak ada yang dijual.

Banyak fotografer yang memamerkan hasil foto mereka di Instagram atau Facebook, tetapi mereka hanya mendapatkan "like" saja, bukan uang. Bila hobi dan kesenangan adalah tujuannya, sudah cukup, tetapi kalau uang ? Cukup kah pujian itu?

Tentu tidak.

Oleh karena itu, seorang fotografer yang hendak menjadikan hobinya sebagai bisnis, mereka harus punya produk. Bentuknya bisa beragam, jasa atau foto. Terserah, tetapi untuk berbisnis, produknya harus ada.

Tanpa itu, tidak akan ada hasil berbentuk uang. Artinya, tidak akan ada bisnis.

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari Hal-Hal Ini

3. Tempat Menjual / Pasar


Mengapa orang punya toko atau lapak? Karena disana mereka bisa menjual produk mereka dan menukarnya dengan uang.

Itulah mengapa banyak pedagang kaki lima ribut dan marah besar ketika lapaknya digusur satpol PP. Mereka kehilangan tempat untuk memasarkan barang dagangannya, yang berarti mereka tidak bisa menghasilkan uang.

Lalu, seorang fotografer yang tidak punya lapak? Bagaimana menjual produknya atau jasanya.

Memandang fotografi dari sudut bisnis, maka juga harus berpikir dimana jasa atau produk lainnya bisa dijual.

Tanpa itu, maka tidak akan ada yang bisa diperjual belikan.

4. Jaringan/Network


Hasil foto bagus dan memukau, tetapi tidak punya jaringan pertemanan atau kenalan, hasilnya bisa sama saja bohong. Zero. Nol.

Memiliki jaringan atau network merupakan hal yang penting dalam dunia bisnis dan kalau ingin menjadikan fotografi sebagai bisnis, seorang fotografer harus mau membangun networknya.

Dengan begitu mereka memiliki channel, baik untuk menjual produk atau jasanya.

Tidak sedikit bisnis dan transaksi yang berhasil dengan memanfaatkan sistem jaringan, contohnya MLM (Multi Level Marketing).

Oleh karena itu, selain skill memotret, seorang fotografer harus juga mempunyai kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, dan berkompromi dengan orang-orang di sekelilingnya atau di dunianya.

5. Manajemen


Percayalah, tidak ada bisnis yang berhasil tanpa adanya sebuah manajemen yang handal di belakangnya.

Manajemen dalam hal ini mencakup banyak hal, seperti manajemen waktu untuk memastikan produknya dikirim sesuai dengan permintaan, manajemen keuangan untuk memastikan uang yang masuk lebih besar daripada uang yang keluar.

Belum lagi, sebuah usaha bisnis berbasis fotografi biasanya tidak bisa dilakukan seorang diri. Umumnya, butuh sebuah tim yang terdiri dari lebih dari satu orang. Untuk itu diperlukan manajemen personil yang bagus pula.

Bayangkan saja kalau harus memotret outdoor dan membawa banyak peralatan, sulit untuk dilakukan seorang diri. Butuh asisten yang bisa membantu, dan untuk itu perlu pengetahuan bagaimana menangani pekerja.

6. Pengelolaan Keuangan


Berapa harga jual jasa foto kepada pelanggan? Jawabannya tidak akan diketahui kalau data tentang modal yang dikeluarkan, biaya operasional, dan biaya lain-lain tidak diketahui.

Ujungnya, kalau ini terjadi, harga penawaran hanya dikira-kira dan mungkin sekali salah, lebih kecil dari biaya produksi.

Rugi adalah hasilnya.

Pengelolaan keuangan bukan hanya memastikan bahwa arus keluar masuk uang tercatat, tetapi juga untuk memastikan bahwa harga jual lebih tinggi dari biaya produksi.

Tanpa itu, sama saja bohong.

Mau Menjadikan Fotografi Sebagai Bisnis ? Butuh Lebih Dari Skill Memotret, Pelajari Hal-Hal Ini
Salmon Benedict, Pardon My French , Jakarta 2019

Kesimpulan :


Terdengar rumit yah? Tetapi, memang begitulah adanya.

Jika kita hendak mewujudkan ide fotografi sebagai sebuah bisnis, mau tidak mau kita sudah melangkah lebih jauh lagi ke dalam dunia bisnis. Maka, perlakuan kita terhadap kegiatan potret memotret pun harus berubah, tidak lagi sekedar sebagai fotografer.

Untuk menjadikan fotografi sebagai bisnis, maka kita tidak bisa "hanya" menjadi fotografer, tetapi harus menjadi "ENTREPRENEUR" atau "PEBISNIS" . Pola pikirnya pun harus mencakup semua hal yang berlaku di dunia bisnis.

Baca Juga :



Tentunya, tidak akan cukup menyelesaikan masalah keuangan atau kesulitan pemasaran hanya berbekal pengetahuan bagaimana membuat BOKEH atau LONG EXPOSURE. Tidak cocok dan tidak akan menyelesaikan masalah.

Jadi, kalau mau sukses sebagai pebisnis berbasis fotografi, berpikirlah sebagai pebisnis dulu, baru kemudian sebagai fotografer.

Jangan dibalik.

1 comment:


EmoticonEmoticon