Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

(Efek/Simulasi Film) Velvia : Masihkah Menjadi Idola Para Landscaper ?


(Efek/Simulasi Film) Velvia : Masihkah Menjadi Idola Para Landscaper ?
Pantai Klara, Lampung - Asus T00n + Efek Velvia

Velvia, namanya cantik. Bisa jadi orang akan membayangkan seorang wanita berparas rupawan dengan tubuh molek. Bisa dimaklum kalau ada yang punya imajinasi sejauh itu. 

Meskipun demikian, nama ini tidak berkaitan sama sekali dengan kecantikan seorang perempuan. Memang, mungkin saja ketika menelurkan nama ini, Fujifilm berharap kalau hasil foto yang dihasilkan kamera yang memakai Velvia akan menjadi cantik dan memukau.

Kata Velvia pada dasarnya merujuk pada dua hal, yaitu

  1. Film analog (roll film yang dipergunakan kamera analog)
  2. Efek/simulasi film (filter) pada kamera digital

Velvia (Film Analog)

Istilah yang pertama mengacu pada film (untuk kamera analog) yang dikeluarkan Fujifilm pertama kali pada tahun 1990. 



Ciri khas dari film Velvia adalah hasil foto akan memiliki kontras dan saturasi yang tinggi. Hal ini akan sangat menguntungkan saat memotret landscape atau pemandangan di siang hari karena warna-warnanya akan muncul dengan tegas dan jelas. Film Velvia juga akan menghasilkan garis yang jelas dan tajam juga.

Sayangnya, film ini cenderung membuat warna ke arah "merah" sehingga tidak cocok digunakan untuk pemotretan manusia. Kulit manusia akan terlihat kemerahan pada hasil fotonya.

Tidak heran ketika Velvia dikeluarkan dengan segera menjadi idola dari para landscaper. Berbagai jenis film jenis Velvia dikeluarkan , tetapi dimulai dengan Velvia RVP (Velvia For Professional) dengan ISO 50., menyusul Velvia 100, Velvia 100F. Velvia versi pertama inilah yang ngehits dan digemari para fotografer pemandangan.

Meskipun menjadi idola, karena kesulitan bahan baku pembuatnya, pada akhirnya Fujifilm menghentikan produksi banyak versinya. Velvia RVP, yang pertama, dihentikan pada tahun 2003. Hingga sekarang tipe film jenis ini masih tetap diproduksi untuk memenuhi permintaan banyak penggemar kamera analog, terutama dari genre Landscape.

Velvia (Filter atau Efek/Simulasi Film)

 Kepopuleran Velvia mengilhami para produsen kamera digital dan smartphone untuk mengadopsinya sebagai filter atau efek/simulasi film pada kamera mereka. Mengadopsi ciri khasnya berupa kontras dan saturasi yang tinggi, banyak aplikasi dibuat berdasarkan film tipe ini.

Filter Velvia sekarang bisa ditemukan di smartphone iPhone atau Android. Bahkan, beberapa aplikasi/software untuk mengedit foto sudah menyediakan fitur untuk mengaplikasikan filter Velvia pada sebuah image.

Memang, banyak yang mengatakan bahwa filter pada aplikasi kamera digital masa kini tidak bisa mewakili seratus persen apa yang film analognya bisa. Meskipun demikian, beberapa foto di bawah ini mungkin bisa memberikan gambaran seperti apa filter Velvia bila diterapkan pada sebuah foto.

 Foto Asli  Filter Velvia
 
 
 
 


Hasil pengamatan :

1. Warna kulit pada manusia terlihat "kemerahan". Tidak terlalu keras (meski filter diterapkan pada level tinggi), tetapi memang membuat terlihat kurang alami

2. Warna kuning terlihat menjadi sangat terang dengan tone kemerahan, latar menjadi kebiruan dan kurang natural

3. Foto pemandangan menjadi terlihat bright karena tingkat saturasi dan kontras yang baik, serta garis-garis bentuk yang terlihat mulus

Walaupun saya belum pernah memotret dengan film Velvia (analog), tetapi melihat penerapan filter Velvia di Photoscape terhadap beberapa jenis foto, saya bisa memahami kenapa para landscaper begitu mengidolakan tipe film ini. Foto pemandangan menjadi begitu terang dan jelas tanpa menjadi kurang alami.

Juga, mungkin ini bisa menjadi patokan bagi pemakai kamera digital, filter Velvia mungkin bisa jadi pilihan saat mengambil foto pemandangan. Hasilnya memang terlihat ciamik. 

Post a Comment for "(Efek/Simulasi Film) Velvia : Masihkah Menjadi Idola Para Landscaper ?"